Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo McAfee. ( Foto: Ist / McAfee )

Logo McAfee. ( Foto: Ist / McAfee )

Kejahatan Siber Meningkat, Pimpinan IT Harus 'Melek' CASB

Rabu, 31 Maret 2021 | 07:39 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – McAfee Corp., menemukan kaitan erat antara peningkatan serangan terhadap layanan cloud yang digunakan berbagai perusahaan dengan meningkatnya penggunaan layanan tersebut akibat transformasi digital yang dipicu pandemi. Ancaman ini juga memanfaatkan celah keamanan yang disebabkan “Shadow IT” sehingga diperlukan solusi keamanan baru yang mampu mendeteksinya, yaitu Cloud Access Security Broker (CASB).

Semakin banyak layanan cloud yang digunakan perusahaan artinya lebih banyak peluang bagi pelaku kejahatan siber, sehingga jumlah serangan juga meningkat. Di akhir 2020, McAfee melalui platform MVISION menyaksikan adanya lonjakan serangan pada akun dan layanan cloud yang digunakan oleh berbagai perusahaan di dunia sebesar 630% secara keseluruhan di beberapa sektor seperti transportasi (1,350%), pendidikan (1,114%), pemerintahan (773%), manufaktur (679%), layanan keuangan (571%), dan energi dan utilitas (472%).

McAfee memperkirakan serangan akan mulai memanfaatkan AI (artificial intelligence) untuk meningkatkan efektivitas melawan ribuan jaringan pekerja di rumah, selain itu, penyerang akan membidik perusahaan dan menyerang seluruh perangkat, jaringan, dan cloud dengan cara ini dalam beberapa bulan mendatang. Para penyerang ini biasanya memanfaatkan celah keamanan dalam perusahaan.

Beban kerja keamanan yang semakin tinggi ini mendorong penyedia jasa keamanan seperti McAfee menciptakan CASB dalam wujud MVISION Cloud. CASB diterapkan pada tepi/edge jaringan dan digunakan untuk mengawasi setiap hubungan dari layanan cloud serta memberikan visibilitas penuh bagi perusahaan.

Menurut Managing Director Asia McAfee Jonathan Tan, CASB, seperti halnya perangkat keamanan siber lain, adalah satu bagian dari keamanan siber IT yang melindungi seluruh bagian perusahaan. Ada dua garis besar yang harus dipahami oleh pimpinan IT, yaitu bahwa CASB bukan merupakan alat yang diukur secara finansial, dan walaupun CASB mampu memberikan visibilitas penuh terhadap cloud, tapi perusahaan tetap harus bekerja sama dengan semua stakeholder untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kebijakan kepada seluruh karyawan untuk mencegah dan mengurangi “Shadow IT” serta risiko yang ditimbulkannya.

“Seiring dengan perubahan cara kerja perusahaan, digunakannya CASB dan meningkatnya pemahaman terhadap pengelolaan jaringan dan tepiannya/edge, maka perusahaan akan semakin siap dan mampu bertahan terhadap berbagai ancaman baru yang datang di masa pandemi dan setelahnya,” ujar Jonathan dalam siaran pers, Selasa (30/3).

Dia menambahkan, ada empat hal yang ditawarkan CASB, yaitu (1). Visibilitas yang mengungkap adanya layanan “shadow IT” dan melihat seluruh aktivitas pengguna dalam aplikasi cloud yang dimiliki perusahaan, dan mencegah layanan yang tidak diijinkan sebelum menimbulkan risiko. (2). Compliance/kepatuhan mendeteksi data sensitif di cloud dan menerapkan kebijakan Data Loss Prevention untuk memenuhi syarat kepatuhan/compliance regulasi yang semakin ketat. (3). Keamanan Data yang diperkuat dengan fitur enkripsi serta tokenisasi yang mampu memberi lapisan keamanan tambahan untuk menghadapi penjahat yang semakin canggih. (4). Perlindungan Terhadap Ancaman, sebuah kemampuan untuk mendeteksi dan merespons ancaman keamanan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Sedangkan McAfee MVISION Cloud merupakan inovasi layanan yang diperkenalkan McAfee untuk mengatasi ancaman cloud, yang memiliki tiga fungsi utama, antara lain:

  • McAfee MVISION Unified Cloud Edge menggabungkan fungsi CASB, Cloud Secure Web Gateway (SWG) dan Data Loss Prevention (DLP) yang memberikan perlindungan dan pengelolaan terpusat melalui framework Secure Access Service Edge (SASE).

  • McAfee MVISION Cloud Native Application Protection adalah platform pertama di industri yang menyatukan konteks aplikasi dan data dalam Cloud Security Posture Management (CSPM) untuk infrastruktur cloud publik, serta Cloud Workload Protection (CWPP) untuk melindungi host dan beban kerja termasuk VM, container, dan fungsi serverless.

  • McAfee MVISION XDR merupakan solusi manajemen ancaman tingkat lanjut yang berbasis cloud, dengan kemampuan yang meliputi seluruh siklus kehidupan dari serangan tersebut, memprioritaskan hal yang penting, orkestrasi yang mudah serta respon yang efisien.

Sebagai informasi, tahun 2020 telah mengubah banyak hal, dari pembatasan sosial hingga peralihan sebagian besar aktivitas sehari-hari ke ranah online. McAfee melihat adanya tren kenaikan sebanyak 50% dalam penggunaan cloud di perusahaan pada empat bulan pertama tahun 2020 yang lalu. Peningkatan tersebut sangat terlihat di layanan kolaborasi seperti Microsoft O365 (123%), Cisco Webex (600%), Zoom (350%), Microsoft Teams (300%), dan Slack (200%). Menurut data IDC, perusahaan di Asia Pasifik, khususnya di Indonesia, berencana meningkatkan penggunaan cloud sebesar lebih dari 40% sejak kuartal ketiga 2020 lalu seiring dengan terjadinya percepatan transformasi digital dalam perusahaan. Pada 2021, dengan sebagian besar perusahaan menerapkan sistem kerja jarak jauh atau remote, maka penggunaan platform cloud juga akan semakin meningkat lagi.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN