Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vivo V20. (IST)

Vivo V20. (IST)

Kuartal II, Smartphone Murah Banyak Diburu

Minggu, 11 Oktober 2020 | 20:30 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -  International Data Corporation (IDC), lembaga riset intelijen pasar, menyebut bahwa masyarakat di Tanah Air banyak berburu ponsel pintar (smartphone) murah (low-end) pada kuartal II-2020. Hal ini dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meneruskan pembelajaran jarah jauh (PJJ) dari rumah.

Kontribusi permintaan ponsel kelas low-end pun melebihi 75%, atau meningkat 48% dibandingkan setahun lalu. “IDC mencatat permintaan tinggi untuk ponsel harga US$ 100-200, atau sekitar Rp 1,5-3 juta per unit untuk digunakan dari rumah,” ungkap divisi riset IDC Indonesia, dalam keterangannya.

Sementara itu, total pengiriman dan penjualan ponsel di Indonesia mencapai 7,1 juta unit pada kuartal kedua tahun ini, atau turun 26% dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/YoY), atau turun 3% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter).

Jumlah pengiriman ponsel tersebut merupakan rekor yang terendah sejak tahun 2016. Penurunan terjadi akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ketat pada separuh kuartal kedua, kemudian membaik setelah karantina melonggar mulai Juni 2020.

IDC Indonesia menyampaikan lima besar merek ponsel terpopuler di Indonesia berdasarkan jumlah pengirimannya secara berurutan pada kuartal II, yakni Vivo, Oppo, Samsung, Xiaomi, dan Realme.

Merek Tiongkok mendominasi dengan sumbangan dari Vivo, Oppo, Xiaomi, dan Realme karena fitur yang mumpuni dan harga yang relatif terjangkau. Sedangkan Samsung diketahui merupakan merek dari Korea Selatan.

Catatan dari IDC Indonesia, Vivo menguasai pangsa pasar (market share) terbesar mencapai 26,8% yang banyak bermain pada segmen low-end. Hal ini didukung dengan penjualan di unorganized ritel yang tetap buka ketika kebijakan PSBB berlaku.

Selanjutnya, Oppo punya 21,2% market share. Merek ini kuat karena kontribusi dari segmen menengah pada kisaran harga US$ 200-400, atau berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5,8 juta.

Merek Samsung menguasai 18,7% pangsa pasar didukung penjualan yang  kuat dari produk seri Galaxy M. Xiaomi yang punya 16,9% market share unggul pada kelas ultra low-end, atau dengan harga di bawah US$ 100, atau kurang dari Rp 1,5 juta.

Terakhir, pengiriman ponsel merek Realme berkontribusi 14,2% terhadap pasar Indonesia, dengan pasokan yang menurun terbatas selama dua kuartal berturut-turut.

IDC Indonesia memperkirakan, pemulihan pasar ponsel pintar di Indonesia akan berjalan lambat. Hal ini karena pemerintah masih memperketat pelaksanaan PSBB di sejumlah daerah.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN