Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi uang digital Libra besutan Facebook

Foto ilustrasi uang digital Libra besutan Facebook

Temasek Gabung dalam Proyek Uang Digital Facebook

Listyorini, Sabtu, 16 Mei 2020 | 06:44 WIB

JAKARTA, Investor.id - Proyek mata uang digital global besutan Facebook, yang diberi nama Libra, mendapat dukungan dari Temasek Singapura. Rencananya Libra akan diluncurkan pada kuartal II-2020.

"Partisipasi kami dalam Asosiasi Libra sebagai anggota sehingga memungkinkan kami berkontribusi terhadap jaringan global yang diatur untuk pembayaran ritel yang efektif biayanya," kata Chia Song Hwee, wakil CEO di Temasek, dalam sebuah pernyataan.

"Banyak perkembangan di luar yang menggembirakan terkait uang digital. Kami berharap untuk lebih mengeksplorasi potensi teknologi,” katanya seperti dikutip dari CNBC.com, Sabtu (16/5/2020).

Temasek adalah salah satu dari tiga organisasi yang menjadi anggota terbaru  Libra Association, sebuah kelompok independen yang berbasis di Swiss yang dibentuk untuk mengelola proyek mata uang digital. Selain Temasek, investor cryptocurrency Paradigma dan Slow Ventures adalah dua anggota baru lainnya.

Temasek "membawa" posisi berbeda sebagai investor yang fokus di Asia, kata Asosiasi Libra.

Temasek dilaporkan memiliki nilai portofolio 313 miliar dolar Singapura (sekitar US$ 219 miliar), salah satu pendukung mata uang digital Libra yang paling menonjol. Sementara itu, startup Inggris, Checkout.com, bergabung dengan proyek ini pada bulan April.

Facebook memperkenalkan Libra tahun lalu dengan visi menjadi alat pembayaran digital alternatif secara global. Bentuknya seperti Bitcoin tetapi didukung oleh mata uang utama dunia dan memiliki aset dasar berupa surat utang negara.

Proyek Libra mendapat kritikan dari regulator karena dikhawatirkan secara drastis akan mengubah atau merusak peran bank sentral dan mengganggu sistem keuangan. Terlebih lagi, Facebook banyak disorot atas skandal privasi terhadap data-data pengguna.

Libra baru-baru ini membuat beberapa perubahan untuk merespons kritikan dari regulator tersebut, termasuk pergeseran untuk mengeluarkan beberapa yang disebut stablecoin. Sejumlah perusahaan pembayaran telah menarik diri dari proyek Libra, termasuk Visa, Mastercard, dan PayPal.

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN