Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vivo S1

Vivo S1

Vivo Kuasai Pasar Ponsel Terbanyak RI

Abdul Muslim, Jumat, 15 Mei 2020 | 07:36 WIB

JAKARTA, investor.id - Vivo, merek ponsel pintar (smartphone) asal Tiongkok, menyodok ke peringkat pertama penguasaan pangsa pasar (market share) di Tanah Air untuk pertama kalinya pada kuartal I-2010. Menurut riset firma pasar International Data Corporation (IDC), pangsa pasar Vivo di Indonesia mencapai 27,4%.

Pangsa pasar Vivo tersebut meningkat dibandingkan pada kuartal III-2019 masih 22,8% dan masih menduduki di peringkat kedua vendor smartphone di Indonesia. Ketika itu, Oppo, merek ponsel dari negara yang sama, berada di posisi pertama dengan pangsa pasar 26,2%.

"Untuk kuartal pertama tahun 2020, IDC telah mengeluarkan data terbarunya, dan, Vivo kali ini berada di urutan satu untuk industri smartphone di Indonesia," ujar analis pasar IDC Risky Febrian, dalam keterangannya, Kamis (14/5).

Namun, seperti kebiasaan dalam beberapa tahun terakhir, IDC Indonesia tidak merilis secara detail jumlah pengiriman ponsel pintar Vivo di Indonesia sepanjang kuartal I tahun ini dibandingkan dengan merek yang lain.

Menurut Risky, jumlah varian banyak yang dirilis dan dengan beragam fitur menjadi salah satu strategi Vivo untuk ‘menaklukkan’ pasar Indonesia. Hal ini juga ditopang dengan penguatan rantai distribusi dan memastikan ketersediaan produk selalu ada di pasar.

Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma mengungkapkan, menguatnya pencapaian Vivo di pasar Indonesia sejalan dengan pencapaian 9% pangsa pasar smartphone global. Menduduki posisi lima besar merek smartphone global, Vivo berhasil mencatat pengapalan 24,8 juta unit sepanjang kuartal I-2020.

Laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker Q1-2020 oleh IDC menyebutkkan, pengapalan merek smartphone Vivo itu mengalami pertumbuhan market share global sebesar 7% setahun terakhir (year-on-year/YoY).

IDC sendiri sebenarnya mencatat adanya penurunan 11,7% pengiriman smartphone secara global pada kuartal I-2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total jumlah pengiriman smartphone selama kuartal pertama tahun 2020 hanya mencapai 276 juta unit dari sebelumnya 312 juta unit.

Strategi Bisnis

Menurut Edy, periode awal tahun ini merupakan masa berat bagi industri smartphone. Salah satu faktornya karena permintaan konsumen yang turun pada masa pandemi Covid-19 serta kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal dan bekerja dari rumah, ditambah lagi dengan melemahnya perekonomian dunia.

“Karenanya, Vivo Indonesia harus bekerja lebih keras serta mengimplementasikan strategi yang berbeda dari sebelumnya untuk tetap dapat meningkatkan penjualan serta terus menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia," terang dia, dalam keterangan tertulisnya.

Dia menyampaikan, Vivo selalu berusaha untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas bagi konsumen, sehingga bisa lebih diterima pasar di Indonesia.

"Itu sejalan dengan perluasan, atau pemerataan jalur distribusi produk melalui penambahan toko sebagai rencana jangka panjang Vivo," tutur Edy.

Dalam memasarkan produk, Vivo juga selalu menyesuaikan kondisi pembatasan aktivitas luar ruangan selama pandemi Covid-19. Salah satunya, Layanan Antar ke Rumah pun diluncurkan. Layanan ini memungkinkan konsumen untuk membeli smartphone walaupun tetap tinggal di rumah.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN