Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO PT Xynexis Internasional Eva Noor mendapat penghargaan tahun kedua saat acara TOP DIGITAL Awards 2019 yang berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Rabu(27/11)

CEO PT Xynexis Internasional Eva Noor mendapat penghargaan tahun kedua saat acara TOP DIGITAL Awards 2019 yang berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Rabu(27/11)

Xynexis International Raih Top Digital Awards 2019

Unggul Wirawan, Jumat, 29 November 2019 | 21:19 WIB

JAKARTA, investor.id -  PT.Xynexis International berhasil memperoleh penghargaan bergengsi dalam bidang teknologi informasi (TI) di dalam dan luar negeri. Pada Rabu (27/11), Xynexis Internasional mendapat penghargaan tahun kedua pada acara TOP DIGITAL Awards 2019.

“Suatu kebanggaan tersendiri yang Saya rasakan tentunya, saat hasil kerja keras team Xynexis ternyata dilihat publik dan diapresiasi banyak orang. Kepercayaan yang sudah diberikan publik, tentu menjadi satu acuan saat Xynexis selama ini selalu menjaga kualitas (core value) menjadi hal yang dijunjung tinggi dan nomor satu dalam berbisnis,” ujar CEO PT Xynexis Internasional Eva Noor.

Menurut Eva, Xynexis mendapat penghargaan tahun kedua di acara TOP DIGITAL Awards 2019 yang berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta pada Rabu (27/11). Xynexis telah berkecimpung selama 14 tahun dalam bisnis IT khususnya pengembangan sistem siber sekuriti Indonesia.

Tahun 2018, Xynexis memperoleh penghargaan Top Local Bussines Solution dalam ajang award Top IT & Telco, yang digelar Majalah It Work di Jakarta dan Asia's Business Leader of the Year Awards pada bulan Agustus, 2019 di Singapura.

Pada ajang Asia's Business Leader of the Year Awards tersebut, panitia melihat dan memilih perusahaan yang memiliki kekuatan, inovasi, dan visi ke masa depan yang bisa memberikan perubahan positif di perusahaan yang berkembang di Asia.

Menurut M. Lutfi Handayani, MM, MBA, Ketua Penyelenggara TOP DIGITAL Awards 2019 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah It Works dan portal berita itworks.id menjelaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang penghargaan semata, namun ada aspek pembelajarannya bagi peserta.

“Saat mengikuti tahapan Wawancara Penjurian, di mana peserta melakukan presentasi dan tanya jawab di hadapan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019, ada sesi Nilai Tambah. Dalam sesi ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran/ rekomendasi kepada para peserta, tentang pengembangan solusi TI dan transformasi digital yang perlu mereka lakukan ke depan,” tambah M. Lutfi Handayani.

Dalam acara TOP DIGITAL Awards 2019, menurut Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof Muli, Ketua Dewan Juri acara ada beberapa temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta, antara lain : IT Security, masih belum menjadi prioritas sebagian peserta.

“Saran dan masukan yang diberikan meliputi tata kelola TI, infrastruktur TI untuk mendukung teknologi digital, dan implementasi TI dan teknologi digital dalam bentuk solusi atau aplikasi. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional kita jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan IT kita masih lemah,” papar Lutfi.

Kapasitas dan Kapabilitas

Sementara itu, Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), Hinsa Siburian mengajak semua pihak untuk membangun kapasitas dan kapabilitas serta berkolaborasi dalam menghadapi ancaman siber, demi mewujudkan dunia siber dan aman. Hal tersebut disampaikan saat memberikan keynote speech di acara Top Digital Awards 2019.

Menurut Eva Noor, teknologi informasi merupakan salah satu pendorong transformasi digital, dan data telah menjadi aset utama dalam ekonomi digital akan tetapi di sisi lain bisa menjadi target untuk peretas.

"Sekarang ini, kita hidup di dunia yang sangat terhubung/hyper connected, ini juga terjadi di dunia bisnis dan perdagangan sudah tidak bisa di hindari," tambahnya.

Sementara dunia yang hyper connected tersebut membuka banyak peluang bagi konsumen, pedagang, bank dan juga penjahat dunia maya. Penjahat dunia maya akan selalu mencari kerentanan di jaringan digital untuk mendapatkan uang.

Garda pertahanan terdepan perusahaan untuk menjaga risiko di atas adalah Sumber Daya Manusianya (SDM). Sekarang ini yang dihadapi dunia industri adalah kekurangan talent di siber sekuriti, serta jenjang karier dan juga apresiasi yang masih kurang dari manajemen.

“Teknologi sangat cepat sekali berkembang jika mereka bisa sejak awal bisa mempelajarinya langsung di industri, tentu akan dengan sendirinya memperkecil skill gap,” ujar Eva.

Menurut Eva, kesenjangan keterampilan yang perlu dilihat adalah bagaimana membuat lulusan dari universitas atau sekolah lebih banyak dan lebih siap pakai di dunia industri, agar persoalan keamanan siber menjadi lebih kuat. Untuk menjadi siap itu adalah memungkinkan siswa untuk keluar dari ruang kelas dan memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman langsung sejak awal dari sebuah industri dan permasalahan teknis di lapangan.

“Pekerjaan rumahnya banyak tetapi pemerintah sudah mulai membenahi step by step dengan adanya peta okupasi keamanan informasi langkah awal yang bagus sekali, dan Xynexis dengan Program Born To Protect dalam pencarian bakat di dunia siber sekuriti akan mulai lagi pencahariannya pada tahun depan,” ujar Eva Noor.

Sumber : Suara Pembaruan

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA