Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Liang Ying Shun, Manufacturing Technical Lead, Asia Pacific South, Dassault Syst

Liang Ying Shun, Manufacturing Technical Lead, Asia Pacific South, Dassault Syst

Pentingnya UKM Bertransisi ke Pabrik Masa Depan

Senin, 13 September 2021 | 20:08 WIB
Liang Ying Shun *)

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah tulang punggung perekonomian di banyak negara Asia Pasifik. Segmen UKM telah menciptakan banyak lapangan kerja, memotivasi pengembangan produk dan layanan baru, memacu pertumbuhan tingkat konsumsi, dan memainkan peranan yang penting dalam mendorong kompetisi di industri.

UKM memainkan peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebagai salah satu perekonomian terbesar di Asia Tenggara. UKM berperan menurunkan angka kemiskinan dan inklusi sosial. UKM juga menyediakan lapangan pekerjaan terbesar, mencapai 97% dari pekerjaan di dalam negeri dan menarik 56% investasi bisnis di Indonesia.

Saat ini, UKM berkontribusi sebanyak 60% dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut riset McKinsey, dengan mengadopsi teknologi digital, UKM di Indonesia dapat berkontribusi hingga US$$140 miliar terhadap PDB dalam satu dekade ke depan. 

UKM yang bergerak di bidang manufaktur di seluruh Indonesia perlu meninggalkan paradigma bisnis tradisional dan mempercepat adopsi teknologi digital agar dapat bersaing di pasar yang terus berubah saat ini.

Transformasi digital akan membuka berbagai peluang baru, sehingga memungkinkan mereka untuk terlibat dalam inovasi produk dan layanan yang lebih bagus lagi, untuk melayani pelanggan mereka dengan lebih baik, menciptakan sumber nilai yang baru dan pada akhirnya meningkatkan daya saing dan ketahanan atau resiliensi mereka di pasar dalam negeri dan global.

Berikut ini beberapa rekomendasi untuk beberapa pertanyaan yang umum diajukan dari UKM manufaktur, tentang bagaimana teknologi digital dapat membantu mereka mencapai produktivitas, agility, dan daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Kebutuhan pelanggan terus berubah - mereka mengharapkan hasil yang lebih cepat dan sering mengubah permintaan mereka. Itulah mengapa kolaborasi tim sangat penting saat ini. Sistem engineering berbasis model memungkinkan tim untuk bekerja sama secara kolaboratif pada satu model, menghilangkan semua kendala yang ada.

UKM perlu mencari platform kolaboratif yang dapat menawarkan database terpadu. Artinya, hanya ada satu sumber informasi terpusat bagi siapapun untuk berkolaborasi, memberdayakan bisnis dan sumber daya manusia untuk berinovasi dengan cara yang benar-benar baru serta menciptakan produk dan layanan.

Desainer cetakan (mold) misalnya, akan memiliki akses ke fitur seperti simulasi injeksi plastik dalam satu proses yang terintegrasi. UKM juga dapat memanfaatkan fitur yang lebih canggih seperti otomatisasi desain untuk menghemat lebih banyak waktu. Untuk memastikan data terlindungi dengan baik, UKM dapat menentukan kelompok pengguna mana yang diizinkan mengakses data, bahkan hingga ke tingkat individu.

Memiliki pengetahuan yang memadai sangat penting jika Anda ingin mempercepat proyek Anda atau melakukan kustomisasi. Data dapat diimpor dari proyek sebelumnya, seperti tipe-tipe aksesoris, konfigurasi, atau kode mesin NC yang telah digunakan untuk produk serupa. Untuk perubahan desain, karena kita bekerja dengan model digital tunggal, informasi akan mengalir secara mulai mulai dari fase desain sampai dengan fase produksi.

Tim produksi akan menerima notifikasi, dan dengan mudah mereka akan memberikan update berdasarkan geometri baru. Dengan rangkaian aplikasi yang terintegrasi untuk menentukan tool path, mensimulasikan pemindahan material dan pergerakan mesin, UKM tidak perlu berurusan dengan kerumitan penggunaan berbagai tool dan format data untuk melakukan validasi operasional mereka.

Dengan platform yang kolaboratif, UKM dapat melakukan pemrograman dan simulasi robotika secara cepat dan akurat. Mereka memiliki akses ke katalog robot, atau dapat membuat robot kustom sendiri. Dengan solusi pemrograman robotik UKM dapat mensimulasikan dan memvalidasi tugas-tugas robot mereka, serta melakukan pemrograman secara offline. Dengan kemampuan ini UKM dapat  mengoptimalkan dan meningkatkan produktivitas operasional robot mereka.

UKM dapat memanfaatkan lingkungan virtual untuk membuat layout dan mensimulasikan lingkungan manufaktur 3D serta memvalidasi opsi terbaik yang mereka punya. Artinya, mereka tak perlu mengeluarkan investasi pada peralatan terlebih dahulu untuk merealisasikan hasil yang diharapkan.

Berbagai simulasi di pabrik, termasuk Automated Guided Vehicles (AGVs), pada skala satu jalur saja atau pada keseluruhan pabrik, dapat dilakukan. Simulasi virtual twin akan membantu UKM mengidentifikasi setup yang paling optimal, hingga berbagai detail yang sangat terperinci.

Selanjutnya, UKM dapat memvalidasi konsep produksi mereka, mengurangi waktu siklus, mengidentifikasi bottleneck, atau semakin memahami bagaimana cara memanfaatkan sumber daya, di samping meningkatkan semua aspek sistem robot.

Supaya tetap kompetitif di era sekarang, pendekatan tradisional dalam mengelola operasional sudah tidak memadai lagi. Solusi Manufacturing Operations Management (MOM) akan mengintegrasikan semua sumber data yang tersedia ke dalam sebuah tablet, sehingga UKM akan memiliki visibilitas dan manajemen yang mendekati real-time di pabrik mereka.

Melalui sistem seperti itu, UKM memiliki informasi yang penting seperti status mesin, kemajuan work order, pemanfaatan sumber daya, metrik seperti Overall Equipment Effectiveness (OEE), dan data lain yang diperlukan untuk memantau dan mengambil keputusan.

Dilengkapi dengan informasi yang real-time seperti itu, UKM akan semakin agile dan dapat bereaksi dengan cepat terhadap peristiwa yang tidak terduga dan perubahan kebutuhan pelanggan.

Kemampuan manajemen kualitas sudah terintegrasi di dalam solusi MOM. Dashboard memberikan ringkasan terhadap produk-produk yang telah melalui uji fungsional mana yang lolos dan mana yang gagal. Quality inspector dapat memilih produk yang relevan dan melakukan pengukuran di sistem secara langsung tanpa kertas (paperless).

Jika ada masalah, laporan non-conformance dapat disusun untuk ditindaklanjuti oleh manajer QA. Manajer QA dapat mempelajari, menganalisis, dan mendorong perbaikan berdasarkan laporan itu. Adanya alert dengan kode-kode kerusakan dapat diurutkan sesuai dengan tingkat prioritas, sehingga berbagai masalah itu dapat diselesaikan secara tepat waktu dan sistematis.

Untuk pemeriksaan visual, sebuah representasi kembaran virtual (virtual twin) dari produk dapat dibuat sehingga dapat menjelaskan kerusakan-kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat diperbaiki dengan cepat dan digunakan untuk analisis yang lebih mendalam dengan tujuan mendorong terjadinya perbaikan.

Statistical Process Control (SPC) juga dapat digunakan untuk melacak kualitas produk dan prosesnya. Hal ini memungkinkan UKM untuk melacak proses dari waktu ke waktu, memeriksa apakah proses ini stabil, dan mengidentifikasi masalah sebelum terjadinya kerusakan di jalur produksi.

Menurut Asean SME Transformation Study 2020 oleh UOB, Accenture and Dun & Bradstreet, sebanyak 65% UKM di Indonesia menempatkan investasi teknologi sebagai prioritas utama mereka.

Dengan berbagai solusi ini, UKM Indonesia dapat melakukan digitalisasi pada seluruh proses manufaktur mereka, mulai dari desain hingga produksi, sehingga mereka bisa menikmati keunggulan manufaktur yang luar biasa, dan bertransisi menjadi pabrikan masa depan.


*) Manufacturing Technical Lead, Asia Pacific South, Dassault Systèmes

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN