Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Muhamad Hanan Rahmadi,  Analis Kebijakan Ahli Madya pada Staf Ahli Bidang Administrasi Negara, Kementerian PANRB.

Muhamad Hanan Rahmadi, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Staf Ahli Bidang Administrasi Negara, Kementerian PANRB.

Manajemen Talenta, Strategi Mewujudkan ASN Berkualitas

Rabu, 15 September 2021 | 22:53 WIB
Muhamad Hanan Rahmadi *)

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) telah mempersiapkan strategi Smart ASN sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor publik.

Konsep Smart ASN merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja dan kualitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN), serta merupakansuatu persiapan bagi ASN untuk menghadapi era digital agar mampu menghadapi arus globalisasi.

Strategi yang diambil pemerintah untuk mewujudkan Smart ASN adalah penerapan talent ma nagement atau manajemen talenta. Pengembangan manajemen talenta harus didukung oleh penerapan sistem merit yang optimal guna menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki potensi sesuai posisi yang akan diduduki.

Saat ini manajemen talenta sudah diterapkan di instansi pemerintah dan memiliki proses yang jelas. Meskipun telah diatur dalam peraturan, proses dan pengembangan manajemen talenta di sektor publik masih memiliki hambatan.

Proses perencanaan ASN yang buruk mengakibatkan komposisi ASN kurang baik. Hal ini didasarkan pada data BKN tahun 2017 yang mana disebutkan bahwa komposisi ASN masih belum proporsional antara tenaga administrasi dan tenaga fungsional, seperti tenaga kesehatan, serta unit lini dan supporting yang tidak proprosional pula.

Selanjutnya, pengembangan talenta ASN juga belum dapat dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan masih adanya budaya birokrasi yang jauh dari persaingan, rendahnya orientasi kinerja dan kedisiplinan.

Selain itu, merujuk pada Krissetyanti dalam jurnalnya yang berjudul “Penerapan Strategi Manajemen Talenta dalam Pengembangan PNS” (2013), dikemukakan bahwa pelaksanaan manajemen talenta membutuhkan peran pimpinan sebagai mentor dan pelatih. Namun dikarenakan padatnya aktivitas pimpinan, pimpinan tersebut tidak bisa menjadi pelatih dan mentor bagi pegawai yang membutuhkan. Berdasarkan laporan dari IMD Business School tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 45 dunia dalam The World Talent Ranking.

Dengan posisi tersebut, pemerintah sebaiknya perlu belajar dari negara -negara yang memiliki peringkat lebih tinggi dalam penerapan manajemen talenta dalam sektor publik, seperti Inggris dan Malaysia. Terdapat pula kekurangan pada struktur dan sistem kepegawaian ASN.

Berdasarkan temuan BKN tahun 2020, tercatatat bahwa baru 35% instansi pemerintah yang menerapkan manajemen kinerja.Evaluasi ini dilakukan menggunakan enam indikator, yakni perencanaan kinerja, pelaksanaan kinerja, evaluasi penilaian kinerja dan perilaku, pemanfaatan kinerja, ketersediaan aplikasi kinerja, serta pelaporan penilaian prestasi kinerja.

Masih rendahnya penerapan sistem manajemen kinerja ini tentu akan berefek terhadap rendahnya kualitas ASN. Berdasarkan laporan dari IMD Business School tahun 2018, Inggris berada pada peringkat 23 dunia The World Talent Ranking. Manajemen talenta di Inggris merupakan bagian dari program reformasi pelayanan publik yang dikelola oleh sekretariat kabinet.

Terdapat tiga prinsip yang diterapkan di Inggris terkait dengan manajemen talenta, yaitu sistem merit, kesetaraan, dan keberagaman. Malaysia juga telah menerapkan manajemen talenta di sektor publik. Berdasarkan The World Talent Ranking 2018, Malaysia berada di posisi 22 dunia.

Manajemen talenta di Malaysia dikembangkan melalui rencana Malaysia 11 Plan (2016- 2020). Upaya yang dilakukan di an ta ranya merekrut karyawan dengan didasari pada kontrak agar dapat menemukan karyawan yang kompeten, fleksibilitas jad wal kerja, memberdayakan kementerian untuk menyesuaikan bakat pengelolaan, kompetensi dan pelatihan dengan pendekatan kon temporer.

Mewujudkan Smart ASN bukanlah sebuah kemustahilan. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk menerapkan manajemen talenta. Pertama adalah pemerintah harus mengidentifikasi posisi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk para fresh graduate dan melakukan pemetaan terhadap lulusan baru berdasarkan kompetensi dan prestasinya. Kedua adalah tantang an untuk menghadapi generasi milenial. Sebab berdasarkan survei oleh jobstreet.com pada tahun 2015, 65,8% milenial kerap berpindah kerja setelah satu tahun bekerja.

Oleh karena itu dibutuhkan rencana tersistematis untuk mempertahankan pekerja milenial. Ketiga adalah pemerintah dapat memberdayakan lulusan luar negeri. Hal ini diharapkan bahwa lulusan luar negeri dapat memberikan inovasi-inovasi baru yang didapatkannya dari berkuliah di luar negeri.

*) Analis Kebijakan Ahli Madya pada Staf Ahli Bidang Administrasi Negara, Kementerian PANRB

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN