Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kualitas Pelayanan Publik dan Investasi Daerah

Rabu, 2 Juli 2014 | 07:19 WIB
Oleh Rini Susanti Hartono

Sejak reformasi bergulir pada 1998 dan mulai diberlakukannya undang-undang otonomi daerah pada 1999, telah lahir ratusan kabupaten dan kota baru di seluruh Indonesia. Sekarang, di negara ini terdapat 538 daerah otonomi, terdiri atas 34 provinsi, 411 kabupaten, dan 93 kota.

Bertambahnya wilayah-wilayah otonomi baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik serta memacu pembangunan di daerah. Itu memang sudah menjadi salah satu amanat reformasi 1998, dimana semua kebijakan tak hanya datang dari satu arah, dari pemerintah pusat, tapi juga dari daerah sendiri.

Begitu pula otonomi tercipta dengan sebuah tujuan mulia, yakni mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, sayangnya, niat dan tujuan mulia tersebut terbukti belum kesampaian juga. Hingga sejauh ini tak banyak perubahan signifkan yang terjadi.

Malah banyak daerah baru yang mutu pelayanan publiknya terbilang buruk. Simak saja hasil penelitian Indonesia Governance Index (IGI) yang dilakukan terhadap 33 provinsi pada 2010 lalu. Di sana tergambar dengan jelas bahwa rata-rata nasional kinerja tata kelola pemerintahan provinsi hanya mencapai angka 5,70 dariskala 1-10.

Nilai tertinggi dipegang Provinsi DIY dengan nilai 6,80, diikuti secara berturut-turut Provinsi Jawa Timur (6,43), Jakarta (6,37), Jambi (6,24), dan Bali (6,23). Lima provinsi dengan nilai terendah ialah Maluku Utara (4,45), Papua Barat (4,48), Bengkulu (4,81), NTT (4,871), dan Papua (4,88). Masih banyak provinsi yang memperoleh nilai di bawah rata-rata, bahkan berkisaran pada nilai 4.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN