Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Achmad Deni Daruri

Achmad Deni Daruri

Covid-19 dan Arah Sustainability Finance System di Industri Perbankan

Rabu, 30 September 2020 | 23:14 WIB
Achmad Deni Daruri *)

Covid-19 membuat arah sustainability finance system (fee based) di industri perbankan semakin rancu. Hal ini karena kurangnya sosialisasi dan peningkatan pemahaman dari pemangku kepentingan terkait fee based income pada industri perbankan yang tahan terhadap perubahan iklim dan pencapaian maksimal Sustainable Development Goals (SDGs) secara terukur, akurat, kredibel, dan objektif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selayaknya lebih memaknai konteks ini, sehingga sistem keuangan yang berkelanjutan bagi perbankan yang pendapatannya berasal dari aktivitas pembayaran masuk dalam upaya pencapaian secara maksimal untuk mencapai target SDGs.

OJK seyogianya juga berupaya mendukung pencapaian SGDs. Peraturan yang diciptakannya mesti lebih merefleksikan keterukuran, keterakuratan, kredibilitas dan objektivitas dalam mencapai hasil SGDs yang maksimal.

Perbedaan itu tercermin pada pasar saham Indonesia yang mengalami koreksi sangat tajam pada Kamis 11 September 2020, sementara pasar saham di negara- negara lain termasuk pasar saham negara-negara Eropa tidak ada yang terkoreksi setajam pasar saham di Indonesia. Bahkan mayoritas pasar saham di negara lain, termasuk Eropa, justru mengalami kinerja yang positif.

Tidak dimungkiri bahwa ada sesuatu yang sangat berbeda antara kondisi Indonesia dengan negara-negara lain tersebut. Regulator keuangan di Eropa, misalnya, telah menurunkan metric SGDs ini dalam peraturan perbankan mereka, sehingga upaya pencapaian SGDs perbankan benar -benar terukur, akurat, kredibel dan objektif. Hal ini dapat dilihat dari program industrialisasi di Eropa, di mana regulator menggunakan momentum perang melawan Covid-19 dalam strategi industrialisasi jangka panjang mereka dengan menjadikan program ini sebagai program jangka panjang.

Misalnya, program penanganan Covid-19 berjalan sejalan dengan industrialisasi yang pro lingkungan hidup, seperti sektor electric vehicle dan energi baru berbasis matahari, angin dan air. Perbankan sebagai bagian penting dari pembiayaan pembangunan didesain oleh regulator perbankan Eropa untuk berpihak terhadap upaya mitigasi perubahan iklim  dari sisi operasi kelembagaannya sendiri, produsen listrik dan dari sisi pemberian kreditnya.

OJK masih terpusat kepada sisi pemberian kredit semata dan belum kepada produsen listrik, di mana pusat data perbankan mendapatkan aliran listriknya. OJK masih luput untuk memberikan kebijakan yang tepat bagi perbankan yang berorientasi kepada fungsi pembayaran.

Padahal, fungsi pembayaran lebih strategis ketimbang fungsi pemberian kredit, di mana fungsi pembayaran masih meleka  kepada fungsi bank sentral sebagai kembaran dua sisi mata uang yang sama dengan kebijakan moneter. Kebijakan moneter dengan model moneter apapun tidak akan efektif tanpa efektifnya sistem pembayaran.

Tanpa berjalannya fungsi pembayaran maka masyarakat akan kesulitan melakukan transaksi sehari-harinya sekalipun kebijakan moneter diterapkan dengan baik. Apalagi dalam kondisi akibat Covid-19 seperti saat ini maka perbankan yang menjalankan fungsi pembayaran dengan menerapkan teknologi pembayaran seperti ATM dan digital banking akan sangat efektif untuk mengurangi penyebaran penularan wabah Covid-19.

Bukan hanya itu, perbankan yang menjalankan fungsi pembayaran ketimbang alokasi kredit, dengan keuntungan yang sama (cateris paribus) juga menghasilkan efisiensi penggunaan energi yang jauh lebih baik ketimbang perbankan yang berorientasi kredit.

*) President Director Center for Banking Crisis

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN