Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Duan Akelyaman, Chief Marketing Officer DreamHub

Duan Akelyaman, Chief Marketing Officer DreamHub

Coworking Space, Bisnis Penuh Risiko

Selasa, 10 Desember 2019 | 20:05 WIB
Duan Akelyaman

Startup asal Amerika, WeWork gagal melakukan initial public offering (IPO) beberapa waktu lalu, dan hal ini menjadi bukti bahwa sulitnya mendapatkan keuntungan bersih dalam bisnis coworking space. Hal ini merupakan dampak dari salahnya bisnis model yang digunakan.

WeWork berkembang terlalu cepat sehingga bisnis modelnya menjadi tidak berkelanjutan dan hanya mengandalkan suntikan dana investor. Pertumbuhan yang terlalu cepat akan membunuh industri coworking space karena ada grace period yang perlu diperhitungkan.

Bisnis coworking space yang berkelanjutan sebaiknya mampu menemukan klien terlebih dahulu yang menginginkan sebuah area tertentu sebelum membuka tempat baru agar pendapatan sebuah lokasi dapat diprediksi dan menjadi acuan dalam mengembangkan bisnis ke depannya.

Kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pemain coworking space adalah menyewa sebuah tempat untuk kembali disewakan sehingga menambah beban finansial setiap bulannya. Oleh karena itu, konsep joint venture atau sharing revenue dengan landlord merupakan sebuah cara alternatif dalam membuka sebuah lokasi coworking space baru.

Saat ini, banyak pelaku coworking space yang telah kehilangan nilai dan fungsinya; dari penyedia tempat kerja menjadi fokus kepada bisnis properti dan melupakan esensi utamanya sebagai wadah utama dalam mendukung perkembangan ekosistem startup.

Idealnya, coworking space harus mampu menjadi lebih dari sekadar penyedia ruang kerja, yaitu sebagai one stop solution platform bagi startup untuk berkembang dan sukses. Hal ini yang belum banyak dilakukan oleh pemain coworking space, padahal merupakan salah satu daya tarik yang membedakan dengan perkantoran.

Saat ini, memang banyak perkantoran yang mengadopsi suasana ‘segar’ serupa dengan coworking space untuk mendukung produktivitas dan menghilangkan kejenuhan dalam bekerja. Namun hal tersebut tidak dapat menyamakan dengan coworking space karena tidak mempunyai elemen networking.

Nilai dan daya tarik coworking space juga terletak pada hubungan antarkomunitas yang ada di dalam ekosistemnya dan dapat membuka berbagai peluang berkolaborasi untuk menciptakan sebuah karya. Hal tersebut merupakan nilai yang tidak didapatkan pada ruang perkantoran biasa.

Salah satu keunikan lain yang dapat ditawarkan oleh coworking space adalah koneksi internet yang cepat dan stabil. Meskipun terdengar sepele, banyak orang yang lebih memilih coworking space daripada menyewa ruang perkantoran biasa dengan kualitas koneksi internet yang berbeda jauh di bawah kualitasnya.

Pertimbangan harga juga menjadi salah satu kekuatan dari coworking space karena tergolong lebih murah dibandingkan menyewa ruang perkantoran; mayoritas publik lebih menyukai menyewa per bulan maupun minggu, beda dengan perkantoran yang mengharuskan menyewa lebih dari satu tahun.

Fleksibilitas, networking, tempat yang strategis, dan kenyamanan merupakan faktor utama yang membuat industri coworking space akan bertahan dan tetap diminati di Indonesia. Hanya saja pelaku usaha coworking space harus berhati-hati dalam mengembangkan usahanya dan tidak terlalu ekspansionis agar mempunyai bisnis model yang berkelanjutan.

Hal tersebut juga didukung oleh karakteristik startup yang tidak ingin repot memikirkan tempat, bagi mereka yang terpenting adalah menjalankan bisnisnya agar dapat bertahan, namun ingin memiliki tempat di area pusat bisnis untuk menunjang produktivitas maupun membangun kredibilitas.

Industri coworking space di Indonesia juga akan terus berkembang dan masih mempunyai potensi yang besar; menurut Asosiasi Coworking Indonesia, sejak 2017 hingga 2019 tercatat pertumbuhan sekitar 70%. Hal tersebut juga didukung pergeseran tren yang dilakukan oleh banyak perusahaan untuk berpindah ke coworking space dan karakteristik dari generasi milenial yang lebih suka bekerja pada lingkungan yang dinamis dan nyaman.

Ke depannya akan banyak pengelola gedung perkantoran yang berkolaborasi dengan coworking space untuk mengikuti permintaan pasar ataupun mengubah bisnis modelnya menjadi coworking space. Berdasarkan data dari Leads Property, hal tersebut juga sudah mulai terjadi saat ini, di mana sebagian besar area perkantoran di Jakarta sudah dikelola oleh pelaku coworking space.

Duan Akelyaman, Chief Marketing Officer DreamHub

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN