Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dwi Mukti Wibowo, Perintis Lembaga Riset dan Kajian Ekonomi Kemanusiaan, DM Center)

Dwi Mukti Wibowo, Perintis Lembaga Riset dan Kajian Ekonomi Kemanusiaan, DM Center)

G20 dan Pemberdayaan UMKM Perempuan

Jumat, 7 Januari 2022 | 11:44 WIB
Dwi Mukti Wibowo *)

Beberapa bulan terakhir Indonesia disibukkan dengan hasil pertemuan G20, meskipun pada akhirnya berbuah manis: Indonesia memegang Presidensi G20 2022 (1 Desember 2021 - KTT G20 November 2022). Serah terima presidensi dari Italia dilakukan pada KTT G20 di Roma, Italia, 31 Oktober 2021 lalu.

Ini kali pertama Indonesia akan menakhodai forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara ekonomi besar dunia (19 negara serta 1 lembaga dari negara bagian Uni Eropa), sejak dibentuk tahun 1999.

Forum ini sangat strategis karena secara kolektif merepresentasikan 85% perekonomian dunia, 80% investasi global, 75% perdagangan internasional, dan 60% populasi penduduk du nia. Adapun agenda G20 kali ini fokusnya adalah isu finance track dan sherpa track.

Isu finance track membahas ekonomi dan keuangan (fokus kebijakan fiskal, moneter, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, serta perpajakan internasional).

Pelaksananya adalah menteri keuangan dan gubernur bank sentral masing-masing Negara anggota. Sedangkan isu Sherpa track (fokus pada geopolitik, antikorupsi, pembangunan, perdagangan, energi, perubahan iklim, dan kesetaraan gender). Yang bertanggung jawab adalah kementerian terkait yang ditunjuk masing-masing Negara anggotanya.

Pada 2022, presidensi G20 akan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Indonesia mendorong partisipasi seluruh negara untuk bersamasama mencapai pemulihan yang kuat dan berkelanjutan untuk misi menghadapi pandemi Covid- 19 serta pemulihan ekonomi nasional secara inklusif.

Ada beberapa manfaat presidensi G20, yaitu manfaat dalam bidang ekonomi, pembangunan sosial, serta dalam bidang politik.

Di sini akan khusus dibahas manfaat langsung di bidang ekonomi berupa peningkatan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp 7,4 triliun, serta keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyerapan tenaga kerja hampir 33 ribu di berbagai sektor.

Keberadaan UMKM menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional. Karena jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada ser ta dapat meng himpun sampai 60,4% dari total investasi.

Tingginya jumlah UMKM di Indonesia tidak terlepas dari tan tangan yang ada, yaitu pandemi. Pandemi telah mengubah pola konsumsi masyarakat, sehingga terjadi percepatan transformasi digital yang menyebabkan trafik internet meningkat 15-20%. Potensi ini didukung jumlah penduduk Indonesia ter besar ke-4 di dunia dengan penetrasi digitalisasi yang telah menjangkau setidaknya 196,7 ju ta orang.

Manfaat lainnya di bidang ekonomi adalah fokus pada peningkatan keterlibatan serta pemberdayaan UMKM yang menjadi salah satu pros pek yang menjanjikan bagi para pela ku UMKM itu sendiri. UMKM adalah sendi utama ekonomi In donesia.

Aksi nyata terhadap pemberdayaan UMKM ha rus dijalani dengan sungguh-sungguh melalui peningkatan inklusi keuangan UMKM karena indeks inklusif Indonesia telah mencapai sebesar 81% dari target 90% untuk tahun 2024. Untuk mencapai target, akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia harus terus diper kuat.

Saat ini, Indonesia telah mengalokasikan US$ 17,8 mi liar untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah juga menyiap kan program Produktif Usaha Mikro dengan mengucurkan dana US$ 1,1 miliar (telah diterima 63,5%). Hal ini relevan dengan tugas pe me rintah untuk memastikan pe mulihan dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Hal ini pun sejalan dengan tema G20 yang diusung yaitu “Recover Together, Recover Stronger”.

Selain itu, pemberdayaan para pelaku UMKM merupakan salah satu kebijakan sentral dalam mencapai akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Selain prospek UMKM yang menjanjikan sebagai pilar perekonomian nasional serta agenda presidensi G20, pemerintah juga harus memperhatikan para pelaku UMKM dalam menghadapi masa pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Perhatian yang dilakukan pemerintah ter kait ekonomi para pelaku UMKM yaitu dengan membantu UMKM beradaptasi selama masa pemulihan, antara lain: membantu akselerasi atau percepatan pemanfaatan digitalisasi sektor pemasaran, distribusi, dan produksi, digital payment.

Selain itu, membantu spesialisasi pengembangan produk baru dengan menyesuaikan kebutuhan pasar saat ini melalui strategi product development.

Kemudian, berkolaborasi melalui hubungan kemitraan sesuai kontrak kerja untuk menjaga supply chain dari hulu sampai hilir, mendorong implementasi standar keamanan produk yang telah sesuai dengan protokol kesehatan, dan mendukung pelaku UMKM melakukan diversifikasi target pasar dengan peluang keuntungan pada pasar yang tersedia. Sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, serta pemangku kepentingan lainnya agar mempercepat proses adaptasi UMKM, dan sekaligus mem bantu pemulihan perekonomian Indonesia.

Perhatian selanjutnya adalah pemberdayaan perempuan pada sektor UMKM. Pemberda yaan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskin an, memberikan peningkatan penghasilan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia serta menyiapkan komunitas perempuan menjadi komunitas yang ramah terhadap bank. Kita paham jika para pelaku UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa.

Ada 64 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi hingga 60% pada pendapatan domestik bruto (PDB) nasional. Dari jumlah itu, pelaku sektor UMKM didominasi oleh perempuan. Sehingga, memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan.

Ada beberapa langkah untuk memberdayakan perempuan. Aksi nyata pertama dengan meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Sekarang, indeks ke uangan inklusif Indonesia mencapai 81% dan targetnya bisa mencapai 90% tahun 2024.

Untuk mencapai target, akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia harus terus diperkuat. Indonesia telah mengalokasikan US$ 17,8 miliar untuk kredit usaha rakyat (KUR), dan lebih dari 2,4 juta pengusaha perempuan menerima bantuan itu. Indonesia juga telah meluncurkan US$ 1,1 miliar untuk Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5% di antaranya diterima pengusaha perempuan.

G20 dan UMKM Perempuan. Ilustrasi: Investor Daily
G20 dan UMKM Perempuan. Ilustrasi: Investor Daily

Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, pemerintah Indonesia mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekar).

Dalam Bahasa Inggris, Mekar berarti to grow, to blossom. Melambangkan semangat bagi tumbuh berkembangnya peran ekonomi perempuan.

Saat ini terdapat lebih dari 10,4 juta nasabah dengan total pembiayan US$ 1,48 miliar dan kasus kredit bermasalah (nonper forming loan) yang sangat rendah, cuma 0,1%. Hal tersebut membuktikan kemampuan para pengusaha perempuan yang mumpuni dalam mengelola dana.

Aksi nyata kedua, mendukung transformasi ekonomi UMKM. Digitalisasi adalah key enabler. E-commerce menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa pandemi dengan nilai yang akan mencapai US$ 24,8 miliar tahun 2021.

Selama pandemi, 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk bagi 54% UMKM perempuan. Keberpihakan G-20 harus nyata untuk digitalisasi UMKM dan perempuan. Dukungan tersebut berupa pembangunan infrastruktur digital dan kerja sama teknologi, perluasan konektivitas digital secara inklusif, serta peningkatkan literasi digital pelaku UMKM. Transformasi UMKM akan semakin kuat apabila didukung berbagai kebijakan strategis.

Konkretnya, dengan berbagai upaya mendukung UMKM, seperti kemitraan BUMN dengan UMKM, kemudahan izin usaha, dukungan inkubasi bisnis, penguatan koperasi, dan lainnya.

Berbagai langkah strategis tersebut membawa hasil nyata yakni ekonomi Indonesia tumbuh 7,07% (year on year) pa da triwulan II tahun 2021.

Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran mulai menurun dan nilai ekspor tumbuh 37,7%. Dengan terus membaiknya si tuasi pandemi Covid-19 di Indonesia, positivity rate di bawah 1%, cakupan vaksinasi dosis pertama sampai dengan 2 Januari 2022 sebanyak 80,1%, dan vaksinasi dosis kedua sebesar 55,01% dari target sasaran vaksinasi nasional sebanyak 208,265 juta, insyaAllah pemulih an ekonomi Indonesia akan berjalan baik.

Tugas kita, termasuk para perempuan UMKM Indonesia adalah ikut memastikan pemulihan ekonomi dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Recover together, recover stronger, and strong together. Dan tentunya, happy together. Selamat Hari Ibu, hari yang penuh momentum bagi para pelaku UMKM Perempuan.

*) Pemerhati Masalah Ekonomi dan Kemanusiaan, Pendiri Rumah Komunikasi Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN