Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

Jumat, 3 September 2021 | 15:00 WIB
Fauzi Aziz *)

Motto di judul tersebut sangat menarik, singkat, mudah diingat, dan bisa dianggap sebagai bahasa visi. Tapi ini hanya “tebak manggis” apakah Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh adalah sebuah visi baru pemerintah menuju normal baru atau hanya jargon penyemangat setelah Indonesia merdeka 76 tahun.

Tangguh seperti apa konsepnya dan tumbuh seperti apa pula maknanya, bisa saja menimbulkan banyak versi pemahamannya.

Supaya tidak menimbulkan bias pemahaman di ruang publik, sebaiknya jargon semacam itu tidak menjadi tema semusim. Subjektivitas pemahaman bisa saja terjadi, dan oleh sebab itu sebaiknya ada penjelasan dari pemerintah mak na yang tersirat di balik itu.

Penting tidak penting sih jika halhal semacam itu dibahas. Bagi perencana pembangunan, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa saja dianggap sebagai bahasa visi pembangunan. Bagi motivator pembangunan mungkin teks semacam itu hanyalah jargon penyemangat semusim.

Boleh jadi bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa kita sebut sebagai the political economy of policy making yang berarti dapat dimaknai sebagai satu visi pembangunan yang akan kita wujudkan. Jika kita kemas sebagai bagian dari sistem perencanaan nasional sebagai kerangka kerja besar pembangunan nasional yang bersifat makro, maka visi tersebut harus dielaborasi lebih lanjut dalam bahasa misi, strategi, kebijakan, program dan anggaran.

Dalam hubungan ini, Negara membutuhkan juga dukungan kerangka kerja makro ekonomi yang tidak sekadar pro pasar, tapi lebih besar dari itu dapat menstimulasi investasi modal dari sumber dalam negeri agar Indonesia dapat bebas dari utang luar negeri untuk membiayai pem bangunan ekonomi.

Singkat kata, bahwa mewujudkan Indonesia Tangguh, dan Indonesia Tumbuh butuh proses dan konsistensi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh memerlukan perencanaan, kerangka kerja kelembagaan yang efektif, efisien dan menjamin kepastian hukum.

Tangguh dan Tumbuh yang berdimensi luas dalam perspektif geopolitik, geoekonomi, dan geobudaya dalam rangka melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan ke adilan sosial.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara, maka untuk mewu judkan Indonesia Tangguh, Menuju Indonesia Emas tahun 2045, bangsa ini butuh panduan Rencana Pembangunan Jangka Panjang atau kelak akan berupa GBHN jika konsensus politik nasional menghendakinya.

Apapun bentuknya, membangun dan menggagas masa depan Indonesia harus ada perencanaannya tanpa harus menggugat masa lalu. Pancasila dan UUD 1945 hakikatnya adalah sumber dari segala sumber hukum untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Periode 2020-2024 adalah periode akhir RPJP 2005- 2025. Berarti bahwa pemerintah bersama MPR/DPR/DPD harus mulai bekerja menyusun RPJP atau “GBHN” tahun 2025-2045 untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

Catatan terpentingnya adalah bahwa pe riode 2020-2025 merupakan periode kunci dan menentukan dalam melaksanakan tahapan pembangunan. Periode ini adalah tahap krusial bagi posisi Indonesia menjadi sebuah negara yang mampu keluar dari jebakan berpendapatan menengah ke bawah.

Tidak hanya itu, Indonesia juga harus bisa segera keluar dari jebakan pandemi Covid-19. Catatan dari penulis untuk bidang ekonomi, sistem perencanaan di bidang ekonomi harus bisa menjawab kebutuhan masa depan yaitu Inovation based economy yang mampu co-creating unique value with customers, yang oleh CK Prahalad disebut se bagai the future of competition.

Dalam konteks konstitusi, per ekonomian nasional diselengga rakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keber samaan, efisiensi berkeadilan, ber kelanjutan, berwawasan ling kungan, kemandirian, serta de ngan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Berarti bahwa Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh harus diselenggarakan sesuai dengan prinsip demokrasi tersebut. Salam sehat, semoga tangguh dan tumbuh.

*) Pemerhati Ekonomi dan Industri

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN