Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Nirwono Joga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Infrastruktur Hijau dan Mitigasi Bencana

Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:38 WIB
Nirwono Joga *)

Setiap kali pascabencana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) hadir melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur kota/kawasan yang porak poranda dilanda bencana.

Gerak cepat menyangkut perbaikan jalan dan jembatan yang hancur, pembersihan reruntuhan bangunan, penyiapan posko pengungsian, penyediaan air bersih, serta pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.

Rekam jejak keberhasilan penanganan pascabencana terlihat mulai Banda Aceh, Padang, Yogyakarta, Lombok, Palu, Nabire. Kementerian PUPR bekerja ke ras merehabilitasi dan merekonstruksi Mamuju-Majene di Sulawesi Barat yang dilanda gempa. Saat bersamaan jalan tertutup longsor, jembatan terputus, tanggul sungai roboh, rumah hanyut terbawa arus, hingga kelangkaan pasokan air bersih di Kalimantan Selatan, Aceh, dan Jawa Barat yang dilanda banjir dan longsor juga tengah ditangani.

Di balik berbagai bencana tampak peran Kementerian PUPR lebih dibutuhkan saat pascabencana. Padahal Kementerian PUPR memiliki peran lebih besar dan penting dalam mencegah, mengantisipasi, dan memitigasi bencana. Kementerian PUPR memiliki lahan luas yang menjadi area pekerjaan infrastruktur ke-PUPR-an yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan dengan prioritas pembangunan yang strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Ada lima program prioritas PUPR 2020-2024, yakni pena taan lima kawasan strategis pariwisata, percepatan pembangunan jalan tol, padat karya tunai, pengembangan kawasan food estate, serta pengembangan sumber daya manusia.

Arahan Basuki Hadimuljono pada Hari Bakti PUPR (3/12/2020), Kementerian PUPR sudah saatnya mengedepankan pembangunan infrastruktur hijau sekaligus sebagai salah satu upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.

Jika pemerintah memiliki Geraka Menanam Sejuta Pohon, Kementerian PUPR dapat memulai Gerakan Menanam Semiliar Pohon yang dilakukan di seluruh aset infrastruktur ke-PUPR-an.

Gerakan Menanam Semiliar Pohon bertujuan meningkatkan perlindungan, pelestarian, serta menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya pohon dalam kehidupan kita. Relevansi bagi masyarakat menjadi semakin kuat mengingat kita tengah mengalami bencana alam (banjir, tanah longsor, gempa) dan nonalam (pandemic Covid-19) yang diiringi berbagai krisis (ekonomi) yang bisa berujung pada degradasi kualitas layanan alam akibat peningkatan eksploitasi kekayaan alam dengan berbagai motif.

Komitmen pembangunan infrastrukur hijau pada jalan memberikan hasil capaian pertumbuhan ekonomi secara merata, jalur pertahanan, jalur pemersatu bangsa, serta membangun identitas bangsa. Jejaring jalan tol telah membuka akses daerah ter isolasi, memberikan harapan ma syarakat di beranda terdepan, membangun kemandirian daerah, merentang kemakmuran yang lebih merata, serta menjembatani persatuan.

Infrastruktur jalan, jalan tol, hingga koridor Trans-Jawa (jalur pantai utara dan pantai selatan), Trans-Sumatera, Trans-Kali mantan, Trans-Sulawesi, dan Trans- Papua memberikan ruang panjang ribuan kilometer di jalur hijau tepi jalan tol untuk ditanami pepohonan. Filosofi mengelola berkah air, mengelola sumber daya air lestari, menjaga kedaulatan air, serta menjaga air bersama masyarakat, memberikan peluang membangun hutan ekowisata dan kebun raya pada infrasruktur sumber daya air.

Setidaknya ada 220 bendungan eksisting, 15 bendungan baru (2015-2019), hingga 50 bendungan yang tengah dalam tahap desain maupun konstruksi (2019-2024).

Selain itu masih ada situ, danau, embung, dan waduk yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara yang juga potensial ditanami pepohonan sekaligus untuk ruang terbuka hijau.

Pemilihan pohon khas lokal masing-masing wilayah (pulau, provinsi, kota/kabupaten) akan memberikan identitas daerah dan memperkuat jati diri bangsa. Mulai pohon cempaka (Magnolia champaca) di Aceh, kemenyan Sumatera (Styrax benzoin) di Sumatera, damar (Agathis dammara) di Lampung, asam jawa (Tamarindus indica) di Jawa, kayu besi/ulin (Eusideroxylon zwageri) di Kalimantan, kayu putih (Melaleuca leucadendra) dan melinjo (Gnetum gnemon) di Ambon.

Pembangunan lima destinasi wisata premium juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai hutan ekowisata atau kebun raya kelas dunia dengan kekhasan masing-masing. Pohon kemenyan Toba (Styrax sumatrana J.J.Sm) untuk kawasan Danau Toba; pohon bodi (Ficus reliogosa), keben atau kalpataru (Barringtonia asiatica), dan beringin (Ficus benjamina) di kawasan Candi Borobudur; pohon kenari (Canarium indicum), cendana (Santalum album), sukun (Artocarpus altilis), dan lontar/ siwalan (Borrassus flabellifer) untuk kawasan Mandalika dan kawasan Labuan Bajo; serta pohon langusei (Ficus minahassae) di kawasan Li kupang.

Berbekal filosofi dengan be kerja keras, bergerak cepat, dan bertindak tepat, Kementerian PUPR diharapkan selalu hadir dalam pembangunan infrastruktur hijau sebagai upaya mitigasi bencana di Tanah Air. Semoga.

*) Kepala Pusat Studi Perkotaan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN