Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hemat Dwi Nuryanto

Hemat Dwi Nuryanto

Inovasi Alih Wahana Sastra

Rabu, 16 September 2020 | 20:52 WIB
Hemat Dwi Nuryanto *)

Langkah pemerintah mengalih- wahanakan karya sastra ke dalam format audio siniar (podcast) dan siar merupakan kebijakan strategis untuk memajukan budaya serta pariwisata dan ekonomikratif. Alih wahana bisa menggairahkan entitas budaya dan media hiburan selama pandemi Covid-19.

Dibutuhkan platform digital karya anak bangsa untuk alih wahana yang multifungsi, baik sebagai wahana siniar, media penyiaran, sekaligus forum pertemuan atau kolaborasi virtual.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Kebudayaan menginisiasi alih wahana untuk sandiwara sastra guna mendekatkan khazanah sastra kepada publik.

Di masa lalu, sandiwara audio yang disiarkan lewat radio sangat populer. Ketika muncul media audio-visual dan media sosial, bentuk ini mulai memudar popularitasnya. Tapi belakangan ada kebangkitan media audio seperti podcast. Selain aspek pemajuan budaya dan parekraf, Kemendikbud juga menjadikan siniar_ _ atau podcast sebagai bentuk inovasi dan bagian dari program belajar dari rumah pada masa pandemi Covid-19. Alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam media audio ini ditujukan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karyakarya sastra Indonesia.

Secara teknis siniar adalah serangkaian file audio digital kata yang diucapkan secara episodic yang dapat diunduh pengguna ke perangkat pribadi agar mudah didengarkan. Aplikasi streaming dan layanan siniar menyediakan cara yang nyaman dan terintegrasi untuk mengelola antrean konsumsi pribadi di banyak sumber podcast dan perangkat pemutaran.

Pada saat ini konten siniar yang ditawarkan cukup beragam. Perlu gerakan dan insentif untuk mendorong para siniar dan praktisi radio agar mempromosikan keanekaragaman seni dan budaya lokal dengan cara memproduksi berbagai konten yang berkualitas sebanyak-banyaknya dalam era pandemi saat ini.

Konten ini meliputi beragam info lokal dan pertunjukan seni dan budaya, aneka cerita dan dongeng, sandiwara sastra, informasi wisata dan kuliner, dan berbagai kreativitas promosi berbasis audio dari seluruh pelosok Nusantara.

Para pelaku siniar dan praktisi radio perlu didorong untuk memproduksi konten-konten yang menimbulkan gelora optimisme bangsa dan menjunjung jurnalisme positif. Ser ta memiliki kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan atas keanekaragaman seni dan budaya lokal yang menjunjung nilai Bhineka Tunggal Ika.

Untuk mewujudkan hal di atas butuh platform yang tepat. Untuk itulah PT Svara Inovasi Indonesia yang merupakan startup atau usaha rintisan yang bergerak dalam bidang broadcasting dan media platform meluncurkan inisiatif untuk mewujudkan alih wahana sastra dan konten lainnya.

Juga mewujudkan demokratisasi teknologi di Tanah Air dengan cara transformasi radio digital. Start up perancang platform SVARA diproyeksikan menjadi Unicorn Startup pada tahun 2025. PT Svara Inovasi Indonesia telah merilis layanan radio, musik, dan podcast berbasis internet pada 2019.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyatakan bahwa semakin banyak orang membaca dan mendengarkan karya sastra, semakin banyak juga orang yang menemukan nilai-nilai kehidupan dan pengaruh sastra bagi kehidupan.

Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa. Karya sastra pada hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri. Pengalaman, pengamatan, serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah dalam karya sastra merupakan bentuk penguatan karakter.

Melalui tokoh-tokoh dalam karya sastra, masyarakat dapat mengenal lebih dekat sifat kemanusiaan. Seperti momentum saat ini, pandemic Covid-19 memberi waktu bagi kita memetik hikmah dan terus belajar menjadi manusia tangguh yang mampu mengendalikan semangat zaman.

Karya sastra terkenal yang telah alih wahana siniar dalam bentuk sandiwara sastra antara lain cerita pendek (cerpen) Kemerdekaan karya Putu Wijaya; cerpen Menunggu Herman kar ya Dee

Lestari; cerpen Berita dari Kebayoran kar ya Promoedya Ananta Toer; novel Lalita karya Ayu Utami; cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam; novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana._ Ada dua aspek penting yang terkait dengan alih wahana konten kebudayaan dan seni. Yakni bagaimana meneguhkan industri budaya dan melaksanakan tata kelola indigenous sebaik-baiknya.

Industri budaya atau industri kreatif menurut teori Marshallian industrial districts yang digagas oleh Alfred Marshall membutuhkan proses clustering yang sistemik.

Dalam konteks teknologi informasi dan komunikasi (TIK) proses tersebut bisa berupa wahana konten agregasi yang berbasis lokalitas. Indigenous yang merupakan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal juga harus terkelola secara baik dengan teknologi terkini. Dua aspek di atas bisa diperankan secara baik lewat platform karya anak bangsa yakni SVARA.

Era kenormalan baru sebaiknya dikonkretkan dengan usaha untuk meneguhkan industri budaya dan tata kelola indigenous. Alih wahana sastra dengan platform siniar bisa menyelamatkan dan menghidupkan kembali Taman Budaya yang eksistensinya telah tersebar hampir di seluruh daerah.

Taman Budaya hampir mati akibat pandemi Covid-19, kini bisa beraktivitas kembali. Sehingga bisa menjadi sarana untuk membangkitkan ekonomika budaya yang berbasis seni pertunjukan tradisi, seni kontemporer, apresiasi sastra, sandiwara, kritik seni, hingga promosi kerajinan lokal.

Hampir semua kota dan kabupaten di Tanah Air memiliki Taman Budaya. Saat ini butuh platform yang praktis dan kolaboratif untuk menunjang proses kreatif, proses produksi dan pemasaran. Platform itu sangat membantu budayawan, karena dirinya bisa lebih fokus melakukan proses kreatif dan inovatif._

*) Lulusan Universite de Toulouse Prancis.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN