Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nirwono Joga. Sumber: BSTV

Nirwono Joga. Sumber: BSTV

Ketahanan Keluarga Kala Pandemi

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:29 WIB
Nirwono Joga *)

Rumah adalah kebutuhan dasar semua orang, sekaligus benteng pertahanan pertama melawan berbagai risiko kesehatan, termasuk kala pandemic Covid-19. Demikian kata Presiden Joko Widodo pada sambutan virtual peringatan puncak Hari Habitat Dunia, 5 Oktober 2020, yang mengusung tema ’Housing For All: A Better Urban Future’.

Rumah harus layak dan sehat. Rumah harus dikembalikan maknanya sebagai tempat hunian manusia yang bermartabat, beradab, sehat, dan hidup bermukim dalam satu komunitas. Urusan perumahan rakyat bukan sekadar soal rumah (house), melainkan hunian (home). Jika hunian menjadi dasar, ukuran rumah adalah kenyamanan, keterjangkauan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan.

Makna ini semakin penting di kala pandemi virus corona jeis baru saat ini, di mana rumah menjadi pusat kegiatan kehidupan sehari-hari. Aturan untuk tetap bekerja, belanja, belajar, hingga beribadah di rumah saja di masa pandemi, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat/total, PSBB transisi (adaptasi/pola kebiasaanbaru), hingga memasuki kenormalan baru, menempatkan rumah pada posisi sangat strategis dan penting.

Rumah harus sehat dengan menyediakan bukaan yang banyak untuk kelancaran udara segar dan cahaya mentari menerangi ruangan. Ruang dapur dan ruang makan bersih dan kamar mandi kering dan higienis. Ruangan dalam tertata rapi, lantai dan dinding rumah bersih, serta beberapa pot tanaman akan menghadirkan ruang sehat yang nyaman untuk anak-anak belajar atau orang tua bekerja di rumah.

Lingkungan perumahan juga harus bersih dan sehat, saluran air tidak ada yang mampet dan bebas sampah. Perumahan menyediakan jaringan air bersih, sanitasi higienis, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu (kompleks perumahan, perkantoran, kawasan terpadu) maupun komunal (untuk pemukiman padat). Tempat pengolahan sampah terpadu, optimalisasi bank sampah untuk membuka lapangan kerja mandiri, mengolah sampah menjadi berkah (bernilai ekonomi).

Untuk membangun rumah yang layak dan sehat, serta membudayakan pola hidup sehat dan bersih, peranan keluarga sangat penting, karena semua bermula dari keluarga. Keluarga berperan besar memberikan pengaruh dalam segala aktivitas kehidupan kita.

Kepuasan keluarga memengaruhi secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Pekerja cenderung lebih produktif jika mereka dapat menyeimbangkan peran kerja dan keluarga.

Di kala pandemi, kita membutuhkan keluarga yang tangguh. Keluarga tangguh adalah keluarga yang saling mencintai dan saling peduli satu sama lain, keluarga yang saling terhubung dan tergantung satu dengan yang lain, memiliki waktu berkualitas bersama keluarga, memiliki komitmen yang kuat, serta saling memberikan apresiasi dan afeksi.

Tidak semua keluarga kuat, tetapi semua keluarga memiliki kekuatan. Keluarga yang kuat merupakan penentu pengembangan komunitas yang kuat. Keluarga yang kuat cenderung menghasilkan generasi yang kuat. Tempat terbaik untuk menemukan anak-anak yang hebat adalah dalam keluarga yang kuat. Jika kita besar di dalam keluarga yang kuat, akan lebih mudah bagi kita untuk membentuk keluarga yang kuat.

Untuk membangun ketahanan keluarga agar tetap kuat dimulai dari visi dan misi yang jelas dan terukur. Keberhasilan membangun keluarga (di dunia) akan menjadi jembatan kokohnya keluarga hingga di surga (QS at-Thur (52): 21).

Visi keluarga itu adalah terwujudnya keluarga surga di dunia dan surga di akhirat (QS al-Baqarah (2): 201). Misi keluarga adalah membangun dan mengembangkan eksistensi manusia (QS an-Nisa (4): 1), adanya fungsi tarbiyah (pendidikan) (QS at-Tahrim (66): 6), dan menjalankan peran dakwah dan kepemimpinan umat (QS al-Furqon (25): 74).

Pembangunan ketahanan keluarga yang kuat dibangun di atas landasan ibadah kepada Allah, internalisasi nilai-nilai Islam secara menyeluruh, keteladanan nyata diterapkan, sesuai hak dan kewajiban bagi setiap anggota keluarga secara tepat dan manusiawi, serta membiasakan ta’awun (kerja sama) menegakkan adab Islam dalam keluarga.

Ketahanan keluarga di kala pandemic adalah menerapkan pola hidup sehat dan bersih di tatanan normal baru. Pola hidup sehat dan bersih di rumah didukung dengan makan makanan yang bergizi dan higienis, melakukan olah raga secara rutin, istirahat yang cukup dan tidak tidur larut malam, serta selalu menjaga kebersihan.

Warga didorong membuat kebun sayuran, apotek hidup, dan taman di lingkungan rumah. Warga didorong untuk lebih banyak beraktivitas di taman, berolah raga, melakukan relaksasi dan refleksi. Warga didorong berjalan kaki atau bersepeda dalam jarak dekat dari rumah, sambil olah tubuh agar selalu sehat dan bugar dalam belajar, bekerja, dan berkarya.

Kita wajib memakai masker ketika keluar rumah, selalu menjaga jarak fisik (1,5-2 meter), rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumuman atau keramaian, serta langsung mandi membersihkan badan saat tiba di rumah dan memisahkan sandal/sepatu di tempat terpisah.

Membangun ketahanan keluarga yang kuat di kala pandemi Covid bukan hanya diamini tetapi juga harus diimani.

*) Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN