Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tri Raharjo, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia. Foto: waralaba.com

Tri Raharjo, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia. Foto: waralaba.com

Mengelola Bisnis Waralaba Saat Pandemi

Minggu, 29 Maret 2020 | 11:01 WIB
Tri Raharjo *)

Dalam situasi sulit sebagai dampak dari bencana pandemic Covid-19, pelaku bisnis waralaba perlu menjalankan langkah strategis. Seperti apa? Pemerintah menetapkan status Bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020.

Kebijakan ini tentu harus menjadi perhatian dan antisipasi oleh pelaku usaha di Indonesia. Bencana Covid-19 berdampak terhadap dunia usaha, termasuk bisnis waralaba juga terkena imbasnya. Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor bisnis waralaba.

Dalam berbagai diskusi dengan pelaku bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan di Indonesia, omzet pelaku usaha waralaba sudah ada yang turun hingga 50%, bahkan sebagian sudah menutup outletnya untuk menyikapi keamanan karyawan dan pelanggan guna menerapkan social distancing.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat bencana Covid-19 ini? Pelaku usaha waralaba harus menyikapi dengan bijak. Apa upaya yang perlu dilakukan franchisor dan franchisee agar bisnisnya tetap bertahan dalam kondisi bencana pandemic Covid-19? Seyogianya, kita tidak menyerah dan terus melangkah mencari solusi terbaik.

Menurut hemat saya, bisnis waralaba memerlukan rencana jangka pendek tiga bulan ke depan dan rencana hingga akhir tahun 2020. Tujuannya supaya bisnis waralaba dapat bertahan, baik franchisor maupun jaringan bisnisnya yang dimiliki franchisee atau mitra.

Dalam tulisan ini saya akan memberikan tips sederhana yang bisa diaplikasikan oleh pelaku bisnis di Indonesia, terlebih di sektor bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan. Menurut pandangan saya, ketika kita akan melangkah dalam situasi sulit kala pandemi Covid-19, pelaku bisnis memerlukan data yang akurat untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai dasar dalam menjalankan dan mengelola bisnis waralaba dalam krisis.

Berikut halhal yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha waralaba di Indonesia.

Aspek Keuangan

Dari sisi aspek keuangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, berapa posisi saldo saat ini dan berapa dana cadangan operasional yang dimiliki hingga tiga bulan mendatang (Maret, April, Mei). Karena pemerintah mengumumkan status bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Kedua, lakukan perhitungan berapa biaya total pengeluaran operasional yang rutin, baik yang sifatnya tetap atau variabel.

Sebagai catatan, bulan Mei akan ada dana keluar untuk THR karyawan. Ketiga, lakukan perhitungan proyeksi pendapatan dari berbagai sumber pendapatan, seperti franchise fee, royalty fee, bahan baku, dll. Hitung dengan cermat dan lihat tren penurunan omzet yang terjadi dari jaringan outlet mitra dan own outlet. Adakah potensi pendapatan lainnya yang bisa didapat, misalkan dari penjualan online, dll?

Keempat, lakukan pengeluaran dengan bijak, biaya-biaya yang penting didahulukan dan yang sifatnya tidak mendesak sementara ditangguhkan jika memungkinkan. Kelima, yang tidak kalah penting adalah kontrol biaya bahan baku karena di saat terjadi krisis cenderung biaya bahan baku akan mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Perlu diperhatikan, pasokan bahan baku aman dikirim ke jaringan bisnis Anda.

Lalu bagaimana dari sisi aspek pelanggan dan marketing yang harus diperhatikan?

Aspek Pelanggan dan Marketing

Pertama, memastikan keselamatan pelanggan dengan standar gerai yang bersih dan aman. Contoh dengan pengecekan suhu tubuh pelanggan yang akan masuk, menyiapkan hand sanitizer di seluruh jaringan waralaba, dan jika ada area cuci tangan maka pastikan bersih dan berfungsi. Buatkan SOP khusus menghadapi bencana pandemic Covid-19, sebagai petunjuk untuk seluruh jaringan waralaba, untuk keamanan karyawan dan pelanggan.

Kedua, lakukan program marketing in crisis, buat program penjualan yang menarik sehingga dapat meningkatkan penjualan dan cashflow walaupun profitnya “tipis-tipis” dengan pembatasan waktu tertentu.

Ketiga, sampaikan program marketing yang simpatik akan bencana wabah Covid-19. Misalkan dengan mengeluarkan program khusus delivery yang memudahkan pelanggan yang bekerja, sekolah dan beribadah di rumah tetap dapat terlayani dengan baik.

Keempat, sampaikan aktivitas program marketing in crisis melalui sarana digital seperti website, sosial media, media digital, aplikasi chating, poster dan spanduk di masing- masing gerai, dengan content marketing yang simpatik.

Kelima, kontrol dan meeting penjualan secara harian, baik langsung atau melalui sarana komunikasi lainnya, untuk memastikan pendapatan perusahaan sesuai dengan rencana. Lakukan perbaikan program marketing secara cepat jika diperlukan.

Aspek SDM

Untuk SDM, lakukan yang pertama, edukasi terhadap karyawan akan pencegahan penularan Virus Korona, dan timbulkan rasa tanggung jawab dan empati akan krisis yang sedang terjadi, serta sampaikan langkah-langkah penyelamatan bisnis menghadapi krisis akibat Covid-19.

Kedua, lakukan tindakan secara baik dan bijak, jangan timbulkan kecemasan terhadap karyawan. Jika situasi tidak memungkinkan, lakukan opsi bekerja dari rumah.

Ketiga, gunakan sarana teknologi untuk memberikan laporan kerja, meeting online dan report lainnya untuk mempermudah komunikasi antarkaryawan dan manajemen. Keempat, jika terpaksa bekerja dari rumah, buat petunjuk teknis secara rinci supaya kinerja karyawan tetap terjaga dan Key Performance Indicators (KPI) tercapai.

Kelima, selalu berdoa meminta perlindungan dari Tuhan YME, sebelum aktivitas dimulai secara harian, dengan tujuan agar jalannya usaha dimudahkan dan mendapatkan solusi keluar dari krisis. Semoga langkah strategis dan tips bisnis di atas dapat bermanfaat bagi para pelaku usaha waralaba, kemitraan dan lisensi di seluruh wilayah Indonesia. Saya doakan semoga bisnis waralaba, lisensi dan kemitraan di Indonesia mampu melawati krisis ini secara baik.

*) Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN