Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lani Darmawan. Foto: IST

Lani Darmawan. Foto: IST

Momentum Pengembangan QRIS di Tengah Pandemi

Rabu, 2 September 2020 | 10:00 WIB
Lani Darmawan *)

Sistem pembayaran nontunai dan nirsentuh (cashless dan contactless) dinilai memiliki kecenderungan yang meningkat di tengah kondisi pandemi Covid-19, karena dianggap lebih aman secara kesehatan, selain lebih efisien. Salah satu yang gencar dikampanyekan oleh pemerintah dan para Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) saat ini adalah Quick Response Code Indonesian Standard, atau dikenal dengan QRIS.

Kehadiran QRIS telah mengubah transaksi pembayaran menjadi lebih efisien, mempercepat inklusi keuangan, dan diharapkan dapat mendorong per tumbuhan ekonomi sejalan dengan semakin populer penggunaannya.

Tak berlebihan, jika QRIS disebut sedang merevolusi sistem pembayaran di Indonesia. Sejatinya QRIS dirancang oleh pemerintah, dalam hal ini Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) serta didukung oleh working group dari beberapa PJSP, sebagai ‘pemersatu’ untuk semua aplikasi pembayaran yang menggunakan QR.

Hal ini merupakan langkah tepat BI untuk merespons munculnya berbagai QR Code dari masing-masing PJSP yang memiliki standar berbeda. Apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini, seharusnya adaptasi masyarakat untuk menggunakan QRIS akan lebih cepat.

Kebijakan penyatuan QR menjadi QRIS disambut positif oleh market. Dalam kurun waktu satu tahun setelah diluncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS terus berkembang secara masif. Masyarakat pun diuntungkan karena dengan QRIS bisa melakukan transaksi finansial di mana saja dan kapan saja tanpa perlu membawa uang tunai.

Antusiasme masyarakat menggunakan QRIS merupakan momentumyang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat akselerasi QRIS. Karena itu, perbankan sebagai bagian dari PJSP perlu menangkap peluang ini.

Ada empat strategi yang bisa diterapkan agar bank berhasil mendorong pertumbuhan transaksi digital berbasis QRIS.

Pertama, memilih segmentasi yang sesuai. Perbankan dapat memperluas pasar dengan menambahkan fitur QRIS pada segmen merchant yang telah menjadi mitra. Selain itu, perbankan juga perlu masuk ke market yang lebih luas melalui akuisisi merchant baru dalam skala mikro maupun para pedagang kecil.

Kedua, menyasar merchant individu dan komunitas dalam melakukan akuisisi. Dengan masuk ke komunitas, bank dapat menjaring mitra-mitra baru sekaligus membukukan transaksi yang lebih besar.

Ketiga, mengembangkan model bisnis baru. Selama ini, pengembangan QRIS hanya fokus pada business to customer (B2C). Kini, PJSP juga bisa mengembangkan model bisnis baru yaitu business to business (B2B).

Ambil contoh, memfasilitasi perusahaan untuk supply chain dalam melakukan pembayaran atau penagihan dari agen di bawahnya.

Keempat, melakukan edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan merchant, baik secara langsung maupun melalui platform media massa, media sosial, serta email. PJSP juga telah dan akan terus melakukan kerja sama dengan merchant sekaligus edukasi dalam rangka Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan BI di berbagai kota di Indonesia.

Penerapan strategi tersebut tentunya perlu dibarengi sinergi yang kuat dengan pemerintah, serta pengembangan infrastruktur dari masing-masing PJSP. CIMB Niaga, misalnya, mempunyai infrastruktur digital banking yang ter-up-todate dan mumpuni, sehingga siap mengembangkan dan memfasilitasi pengguna QRIS di masa datang.

Beragam Manfaat QRIS

Pemerintah dan PJSP terus melakukan berbagai upaya untuk menggalakkan penggunaan QRIS. Di tengah situasi pandemi saat ini, QRIS diyakini menjadi solusi pembayaran yang tepat, sejalan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan jaga jarak fisik (physical distancing). Langkah penting yang harus dilakukan kedua elemen tersebut adalah edukasi publik secara konsisten me ngenai manfaat pengguna an QRIS.

Kehadiran QRIS memberi beragam manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Pertama, transaksi menjadi lebih sehat dan aman. Dengan QRIS, masyarakat tidak perlu lagi memberikan Kartu Kredit atau Kartu ATM ke kasir, tidak perlu memasukkan PIN ke Electronic Data Capture (EDC), apalagi harus mengeluarkan dan menerima uang tunai.

Semuanya bisa dilakukan melalui ponsel masing-masing tanpa perlu bersentuhan dengan benda lain.

Kedua, transaksi menjadi lebih simple, efisien dan fleksibel. Pengguna QRIS tidak dipusingkan lagi harus punya dompet digital yang berbeda-beda, karena QRIS bisa menerima pembayaran dari semua dompet digital di Indonesia. Nasabah CIMB Niaga, misalnya, dapat mengakses OCTO Mobile untuk melakukan pembayaran di semua merchant berlogo QRIS, baik QRIS CIMB Niaga maupun QRIS dari aplikasi uang elektronik lainnya.

Demikian juga sebaliknya, pengguna aplikasi uang elektronik lain bisa membayar di merchant-merchant yang menyediakan QRIS CIMB Niaga. Dan khususnya bagi nasabah CIMB Niaga, juga bisa memilih rekening mana yang digunakan dengan QRIS di mobile banking OCTO Mobile miliknya, apakah mau menggunakan rekening kartu kredit ataupun rekening tabungan.

Nyatanya, benefit QRIS juga turut dirasakan oleh merchant-merchant untuk menunjang kemajuan bisnis, di antaranya terhindar dari proses pembayaran secara tunai dan biaya pengelolaan uang tunai. Merchant juga semakin mudah dan efisien dalam melakukan proses administrasi karena setiap transaksi tercatat secara otomatis.

Selanjutnya, risiko yang rendah terhadap pencurian uang ataupun penerimaan uang palsu. QRIS juga dinilai dapat meningkatkan penjualan karena sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang serba digital, atau bahasa kerennya ‘kekinian’.

Dari aspek ekonomi, implementasi QRIS juga diharapkan dapat berkontribusi menyumbang devisa bagi negara, terutama dari segi pariwisata. Sistem pembayaran ini memudahkan wisatawan mancanegara bertransaksi di berbagai merchant yang menerima QRIS. Pada awal tahun ini, CIMB Niaga telah mengantongi izin dari BI sebagai bank pertama di Indonesia yang dapat menerima transaksi pembayaran dari dompet digital asal Tiongkok, WeChat Pay.

Sehingga, para pengguna WeChat Pay bisa melakukan pembayaran di merchant-merchant yang menerima transaksi pembayaran menggunakan QRIS CIMB Niaga.

Dengan semakin tersebarnya merchant yang menyediakan QRIS, termasuk di daerah wisata seperti Bali, Nusa Tenggara, Manado, DKI Jakarta, dan sejumlah bandara internasional, para turis dari dalam dan luar negeri dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan saat bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama berada di daerah wisata tersebut. QRIS dapat dipakai di semua lini, seperti hotel, restoran, tempat rekreasi, pusat oleh-oleh, hingga ke pedagang di pasar tradisional.

Sudah barang tentu, terobosan ini dapat mendukung pengembangan industri pariwisata di Indonesia. Kita semua berharap, QRIS bisa diterima masyarakat luas di Tanah Air, dan dapat mempercepat terwujudnya aspirasi dari pemerintah ke arah ‘cashless society’. Untuk itu, PJSP layak senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan QRIS melalui edukasi serta sosialisasi berkelanjutan, dan terus menambah merchant baru.

Saya meyakini, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat atas pentingnya digitalisasi metode pembayaran yang memberikan keuntungan lebih dibandingkan transaksi konvensional,

QRIS dapat diterima secara cepat dan memberikan manfaat maksimal, sesuai dengan semangat UNG GUL atau UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung.

*) Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk (Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili insti tusi di mana penulis bekerja 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN