Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edy Purwo Saputro, Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Edy Purwo Saputro, Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Optimisme Pasar Jelang Pemilu

Edy Purwo Saputro, Rabu, 17 April 2019 | 12:48 WIB

Pesta demokrasi kali ini tampaknya tidak dibayangi kecemasan publik. Mungkin hanya para calon wakil rakyat dan kandidat presiden yang cemas terkait apakah targetnya berhasil atau tidak. Namun, reaksi pasar terhadap pesta demokrasi kali ini justru menunjukkan sinyal positif dan harus diapresiasi karena terkait dengan keyakinan makro ekonomi untuk lima tahun ke depan. Fakta berupa respons positif pelaku usaha terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 menjadi peluang untuk memacu roda ekonomi lebih baik lagi.

Pascapemilu lah yang akan menjadi tantangan yang tidak mudah, entah siapapun pemenangnya. Kalkulasi secara matematis terkait sentimen pasar sebenarnya dapat dilihat dari berbagai aspek. Salah satunya adalah perilaku investor di pasar modal. Tidak dapat dimungkiri bahwa pasar modal merupakan transaksi bisnis yang sangat rentan terhadap berbagai isu. Artinya, investor di pasar modal sangat cermat menganalisis berbagai isu dan rumor yang berkembang.

Oleh karena itu, momentum pesta demokrasi tentu menjadi pembahasan krusial bagi para pelaku pasar modal. Hal ini tentu sangat wajar karena pesta demokrasi menjadi roh terhadap kontinuitas ekonomi bisnis, setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Terkait hal ini, kalangan investor pelaku pasar modal tampaknya sangat yakin terhadap kelancaran pesta demokrasi tahun ini. Optimisme ini menjadi modal yang sangat baik untuk menapak perekonomian dan bisnis pascapesta demokrasi.

Faktor Makro

Jika dicermati setidaknya ada tiga hal yang mendukung terhadap kepercayaan investor pelaku pasar modal terkait pesta demokrasi kali ini. Pertama, pencapresan Joko Widodo (Jokowi) menjadi faktor di balik keyakinan investor pelaku pasar modal. Banyak analisis sepakat bahwa efek Jokowi ampuh mereduksi sentimen negatif terkait pemilihan presiden (pilpres) yang bersamaan dengan pemilihan legislatif (pileg). Artinya, pesta demokrasi kali ini tidak banyak memberikan pengaruh terhadap sentimen negatif kepada pasar.

Pasar dan pelaku usaha juga jeli mencermati bahwa sebenarnya pertarungan pesta demokrasi kali ini hanyalah rematch antara Jokowi vs Prabowo Subianto yang menjadi pemanis di pesta demokrasi lima tahunan ini. Yang justru menjadi persoalan adalah siapa calon wakil presiden (cawapres) terkuatnya. Artinya, cawapres juga berpengaruh terhadap simpati publik.

Harus dibedakan antara simpati publik dan simpati versi pelaku pasar modal, karena persepsi dan kepentingan keduanya sangatlah berbeda. Oleh karena itu, respons positif investor dan pelaku bisnis harus dipelihara agar tidak berubah menjadi sikap wait and see, apalagi bisa berubah menjadi wait and worry, terutama pascapilpres 17 April 2019.

Mengacu data di pasar modal, laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pileg 1999 berpengaruh positif, yaitu pada pra dan pascapesta demokrai berubah dari 5,42% menjadi 8,72%. Pada pileg 2009 sentimen positif pasar modal juga semakin menguat yaitu pra dan pascapesta demokrasi dari 13,92% menjadi 27%. Fakta ini terus berlanjut pada pilpres 2009, yaitu tren kenaikan dari 0,21% pada pra dan menjadi 12,7% pasca pelaksanaan pesta demokrasi.

Dari tren data itu, maka dapat dipastikan bahwa pesta demokrasi kali ini, baik pileg atau pilpres akan diikuti kenaikan IHSG. Apalagi investor pasar modal sepakat merespons positif, begitu juga yang dilakukan oleh pelaku bisnis. Artinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hajatan pemilu terhadap siapapun yang menjadi wakil rakyat dan presiden. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memprediksi IHSG di level 7.000 sampai akhir tahun 2019.

Kedua, keyakinan positif terhadap pesta demokrasi kali ini juga didukung oleh fakta riil tentang minimnya konflik sosial politik (sospol) dalam setahun terakhir, termasuk selama musim kampanye pilpres. Artinya, meskipun ada insiden surat suara tercoblos di Malaysia, hal itu tidak memberikan pengaruh makro terhadap isu stabilitas sospol secara nasional.

Jika dicermati sebenarnya kondisi ini semua imbas kepercayaan investor pasar modal dan pelaku bisnis di semua strata. Meski rumor tentang politik uang kian marak dan saling sindir selama kampanye, hal itu tidak memicu efek negatif terhadap kepercayaan pasar. Oleh karena itu, iklim positif dan kondusif ini harus tetap dijaga sampai akhir pesta demokrasi. Jika ini berhasil, akan menjadi modal penting terhadap keberhasilan pelaksanaan pesta demokrasi untuk tahapan berikutnya.

Ketiga, faktor lain yang juga sangat penting bagi indikator pelaksanaan pesta demokrasi adalah harga barang. Artinya, jika harga barang cenderung stagnan, bisa dipastikan bahwa respons pasar sangat kuat. Sebaliknya, jika harga barang melonjak, dapat dipastikan bahwa pelaku usaha cenderung bersikap wait and see dan mereka berperilaku rasional dengan menahan jumlah barang yang beredar. Laju inflasi selama tiga bulan pertama yang terkendali menjadi pertanda bahwa pasokan barang di pasar cenderung normal dan tidak ada penimbunan yang dilakukan pelaku bisnis. Intinya, pelaku bisnis tidak khawatir dengan pemilu 2019 dan yakin dengan kepastian iklim usaha.

Oleh karenanya, beralasan jika inflasi Maret 2019 sebesar 0,11% yang dipicu oleh harga tiket pesawat, sehingga pada triwulan I-2019 laju inflasi sebesar 0,35%. Semua berharap agar sentimen positif ini terus berlanjut sampai akhir pesta demokrasi untuk membawa perubahan dan perbaikan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.

Edy Purwo Saputro, Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA