Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andreas Diantoro. Foto: IST

Andreas Diantoro. Foto: IST

Peran Inovasi untuk Industri 4.0

Andreas Diantoro, Kamis, 28 Maret 2019 | 09:29 WIB

Revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan yang sangat dramatis terhadap lanskap industri. Kemajuan dalam teknologi, konektivitas dan manufaktur telah mengubah cara dunia usaha beroperasi dan berkompetisi, serta memotivasi para pemimpin bisnis untuk mendesain ulang perusahaan mereka.

Perkembangan model bisnis hingga metode produksi terus berlangsung, dan proses ini mengakibatkan terjadinya perubahan pada seluruh industri. Di Indonesia, perubahan ini turut memengaruhi bisnis tradisional yang ada, sekaligus melahirkan jenis bisnis yang baru. Sebut saja Go-Jek atau Grab. Beberapa tahun yang lalu sebelum kemunculan mereka, masyarakat Indonesia belum bisa merasakan kenyamanan memesan makanan atau transportasi secara online, hanya dengan sentuhan jari di smart phone.

Selama puluhan tahun yang akan datang, industri 4.0 diyakini akan secara fundamental mengubah wajah korporasi dan seluruh sektor usaha. Apakah para pemimpin bisnis siap menghadapi tantangan ke depan dan mampu menciptakan perusahaan cerdas (intelligent enterprise) yang sanggup menghadapi perubahan secara efektif?

Indonesia mempersiapkan diri dengan serius dalam menyambut industri 4.0, salah satunya melalui program pemerintah bernama “Making Indonesia 4.0” sebagai langkah inisiatif untuk menyokong sektor manufaktur. Di saat yang sama, semakin banyak perusahaan start-up baru yang bermunculan. Mereka mengawinkan teknologi dengan kebutuhan konsumen, guna melahirkan produk-produk dan pelayanan baru untuk ditawarkan.

Dalam situasi yang berubah cepat ini, para pemimpin bisnis harus dapat memastikan organisasinya siap menyambut industri 4.0, karena jika tidak, maka dapat menimbulkan risiko terganggunya keberlanjutan usaha. Demikian juga dalam ekonomi internet yang berkembang pesat, para pemimpin bisnis harus mampu mempercepat laju inovasi dan meningkatkan pengalaman konsumen.

Tentu saja bukan merupakan hal yang mudah untuk memulai sebuah inovasi dan menjaganya terus berkelanjutan, sambil tetap mempertahankan operasional bisnis agar senantiasa berjalan. Tantangan utama bagi para pemimpin bisnis adalah mempersiapkan diri untuk menyongsong industri 4.0. Apa maksudnya?

Menurut sebuah studi berjudul “Planning for Prosperity: Assessing the Future Readiness of Family Businesses” oleh The Economist Intelligence Unit, yang disponsori SAP, 40% dari perusahaan-perusahaan keluarga di Indonesia memandang perkembangan pesat teknologi sebagai sebuah ancaman bagi bisnis mereka. Namun di sisi lain, perusahaanperusahaan keluarga di Indonesia sangat optimistis akan penggunaan teknologi.

Kelompok responden ini menjadi yang paling positif di Asia Tenggara dalam kemampuan memanfaatkan teknologi, seperti untuk data analytics (nilai 8,5 dari skala 10, dengan nilai 10 sebagai paling optimis); cloud computing (8,3) dan otomatisasi (8,2).

Para pelaku usaha keluarga di Indonesia juga sangat optimistis dengan kemampuan karyawan mereka dalam menggunakan teknologi digital (8,4), pengembangan keterampilan baru (8,4), serta kemampuan merekrut dan mempertahankan karyawan (8,3).

Sangat jelas bahwa perusahaanperusahaan di Indonesia dan para pemimpin bisnisnya telah siap beradaptasi dengan industri 4.0, dan dalam pandangan kami, kunci untuk dapat bertahan dan sukses menghadapi revolusi industri keempat adalah dengan mempersiapkan diri menjadi perusahaan cerdas (intelligent enterprise).

Hal ini menuntut adanya perubahan cara berpikir dan kemauan untuk mentransformasi organisasi agar perusahaan dapat mencapai lebih banyak hasil melalui upaya yang lebih efisien, mampu memberikan pengalamanpengalaman baru yang dapat memukau konsumen, serta sanggup menantang para kompetitor dengan model bisnis yang baru.

Kita semua pernah mendengar tentang teknologi baru, seperti AI, Machine Learning dan Blockchain. Tetapi hanya sedikit dari kita yang memahami cara pemanfaatan teknologi agar dapat menghasilkan perubahan yang memberikan dampak, menciptakan manfaat bagi masyarakat luas, dan secara bersamaan juga meningkatkan kinerja korporasi.

SAP akan menggelar The Asian Innovators Summit –suatu ajang bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk memimpin arah dan menciptakan model bisnis baru melalui revolusi industri 4.0. Acara ini akan diselenggarakan di lima negara, dan dibuka di Jakarta pada tanggal 2 April 2019, di mana diyakini bahwa Indonesia merupakan ekonomi kunci untuk perubahan.

Tema tahun ini adalah “Together #OurGrowth- Story”, dan akan menghadirkan para inovator ternama di Indonesia berbagi pengalaman mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk mencapai sukses ekonomi digital. Para pemimpin bisnis di Indonesia dan di seluruh dunia harus siap menyongsong perubahan besar yang akan segera datang.

Melihat pertumbuhan ekonomi yang dicapai saat ini, Indonesia ditargetkan dapat sampai pada ekonomi yang tumbuh maju di tahun 2045, demikian menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah Indonesia memerlukan perusahaan-perusahaan cerdas (intelligent enterprises) yang mampu mengoptimalkan manfaat dari industri 4.0.

Andreas Diantoro, Managing Director PT SAP Indonesia

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA