Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dewi Wiranti, President Director PT PBS Indonesia Sejahtera dan CEO Priority Banking School

Dewi Wiranti, President Director PT PBS Indonesia Sejahtera dan CEO Priority Banking School

Program Transformasi 4.0 Hadapi Era Digital

Dewi Wiranti, Rabu, 6 November 2019 | 14:46 WIB

Melihat revolusi industri 4.0 berkembang sangat cepat secara global, Indonesia memerlukan inisiatif pembaruan dan percepatan yang terintegrasi serta bersifat masif. Program transformasi 4.0 menjawab tantangan tersebut.

Selamat datang di perkembangan global yang diwarnai dengan proses serba digital yang membuat berbagai urusan dimudahkan, didekatkan, serta semakin efektif dan efisien. Setidaknya begitulah fakta di mana kita sebagai pribadi, organisasi, lembaga atau negara tidak bisa menghindari era revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata.

Dalam berbagai kesempatan Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa dalam revolusi industri 4.0 ada proses industri dengan kecepatan yang sangat tinggi, artificial intelligence, big data dan serba advance robotic. Sejalan beriringnya waktu diyakini bahwa bangsa kita dapat menuju revolusi industri 4.0 dengan persiapan pembangunan sumber daya manusia.

Apakah bangsa Indonesia benar-benar siap untuk aktif dan bersaing di era 4.0 ini? Harus disadari bahwa tantangan peningkatan daya saing SDM dewasa ini lebih besar. Di bidang ketenagakerjaan, pesaing untuk mendapatkan pekerjaan bukan hanya dari lokal melainkan juga dari luar negeri.

Persaingan tenaga kerja dengan negara-negara tetangga terdekat ditandai dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak awal tahun 2016. Kemudian, melalui Mutual Recognition Arrangements (MRA) telah disepakati 8 profesi yang dibuka untuk pergerakan tenaga kerja di Asean, yaitu insinyur, arsitek, surveyor, dokter umum, dokter gigi, perawat, jasa pariwisata, dan akuntan.

Sementara itu, menurut penelitian Institute for Management Development (IMD), daya saing tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara Asean seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Perlu dicermati juga bahwa data Badan Pusat Statistik per Februari 2019 menunjukkan, pengangguran dari lulusan diploma meningkat sebesar 8,5% dan dari lulusan S1 meningkat sebesar 25%.

Melihat jangkauan NKRI yang begitu luas dan berdasarkan data lemahnya daya saing tenaga kerja Indonesia, diperlukan suatu inisiatif pembaruan dan percepatan (transformasi) yang terintegrasi dan bersifat masif melalui dukungan digital learning.

Program SDM Unggul Indonesia Maju
Program SDM Unggul Indonesia Maju

Transformasi 4.0, sebuah program percepatan perubahan di tiga bidang, yaitu digitalisasi, pengembangan SDM, dan penajaman budaya, sangat dibutuhkan sebagai persiapan memasuki industri 4.0.

Fokus utama program di bidang digitalisasi adalah tata kelola keuangan, manajemen dan proses melalui solusi digital. Digital campus, digital process, digital facilities & services dan digital learning menjadi bagian program ini. Sedangkan di bidang peningkatan kompetensi SDM meliputi pengusaha kecil, vocation training dan kewirausahaan untuk para pekerja di berbagai bidang usaha.

Di bidang penajaman budaya diperkuat pola pikir yang positif, disiplin & cermat (disciplinity & agility), semangat & tangguh (self drive & self endurance), serta penajaman pemahaman akan anti-radikalisme/de-radikalisme. Dilengkapi dengan field-study bagi siswa dan mahasiswa serta program magang di perusahaan dan industri, selanjutnya para peserta menjadi role-model yang membawa pengaruh positif di lingkungan dan masyarakat.

Menghadapi era digitalisasi, selain mempersiapkan infrastruktur, peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM melalui vocational training dan vocational school, pemerintah perlu menyiapkan dana untuk memenuhi kebutuhan penyediaan peralatan (digital engine) serta pemenuhan pengajar (digital coach) dan penyediaan tempat pelatihan (digital learning dan offline class-room). Sehingga transformasi bisa berjalan dengan cepat dan efektif serta produktif.

Inisiatif menjalankan Transformasi 4.0 tersebut di atas harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan semua pihak dalam ekosistem pilar perekonomian negara. Di sini peran konsultan sangatlah penting sebagai pendamping pemerintah untuk menggerakkan dan menjalankan inisiatif transformasi tersebut dan memberikan benchmark untuk mencapai keberhasilan.

PBS Indonesia Sejahtera (PBS) memprakarsai program transformasi 4.0 berdasarkan pengalaman perusahaan mendampingi berbagai korporasi di Indonesia dengan didukung oleh tenaga ahli dari berbagai industri yang sudah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan transformasi di beberapa negara.

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi manajemen dan pelatihan SDM, PBS telah memulai program transformasi 4.0 bekerja sama dengan beberapa universitas dan lembaga pendidikan dasar dan menengah. Implementasi program transformasi 4.0 ini melibatkan para guru yang dilatih sebagai vocational trainer dan akan didampingi oleh para vocational coach. Adapun vocational coach terdiri atas berbagai tenaga ahli dari berbagai bidang yang sudah mendapatkan sertifikasi sebagai vocational coach dari PBS.

Target penerima manfaat dari program ini adalah semua yang terlibat dalam ekosistem pilar perekonomian NKRI, mulai dari dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha dan industri, sampai dengan pemerintah.

Pembaruan Digital Learning dan Education For All

Target dari program ini adalah dapat memberikan kontribusi yang nyata dengan jangkauan seluruh NKRI dalam menciptakan talent SDM Indonesia yang unggul dan memiliki daya saing. Pemahaman “Education for All” adalah bahwa pendidikan dan pelatihan yang berkualitas itu bukan hanya milik masyarakat di kota-kota besar dan bukan hanya untuk masyarakat kaya. Bukan hanya kesempatan yang perlu dibukakan tetapi juga ketepatan waktu serta kecepatan implementasinya.

Pada digital learning, PBS memprakarsai pembaruan “Digital Distance Learning” dan “Mobile Apps based” sehingga tujuan Education for All bisa tercapai dengan cepat, tepat, terstruktur serta berkesinambungan.

Dalam mencanangkan program transformasi 4.0 tersebut, PBS membentuk konsorsium dengan menggandeng salah satu perusahaan digital terbesar di Tanah Air dan TUJ Foundation. PBS Konsorsium telah menjalin kerja sama dengan berbagai universitas, lembaga pendidikan, perusahaan jasa keuangan dan industri, serta pemuka agama dan masyarakat.

Semua pemangku kepentingan, yaitu masyarakat umum, perusahaan/industri swasta, BUMN serta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, layak menjadi mitra dari program “transformasi 4.0” guna membuka peluang jangkauan yang lebih luas dengan hasil yang lebih maksimal. Sehingga SDM Indonesia dapat memenangkan persaingan di level regional maupun global.

Dewi Wiranti, President Director PT PBS Indonesia Sejahtera dan CEO Priority Banking School

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA