Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Agus Wantoro

Ketua Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Agus Wantoro

Strategi Industri Konstruksi Era Normal Baru

Sabtu, 25 Juli 2020 | 23:46 WIB
Agus Wantoro *)

Indonesia perlu memberikan perhatian khusus dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan menerapkan kebijakan yang tepat dan cepat. Lihatlah, korban angka penderita infeksi Covid-19 terus menanjak tinggi. Per 24 Juli 2020, total jumlah penderita yang terinfeksi Covid-19 mencapai 95.418 jiwa, dengan angka kesembuhan 53.954 jiwa, dan meninggal 4.665 jiwa.

Pandemi Covid-19 juga telah memukul sektor riil. Industri konstruksi di Indonesia, misalnya, juga terkena dampak pandemi Covid-19 karena penghentian sementara proyek yang sedang berjalan.

Selain itu, sebagian pelaksanaan tender baru ditunda dan rencana pengalihan anggaran konstruksi untuk membantu penanggulangan pandemi ini.

Dampak lainnya adalah penurunan aktivitas pada proyek yang masih berjalan. Para anggota Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) juga mengalami kesulitan dalampengadaan material bahan baku.

Tentu saja yang sangat signifikan adalah kesulitan arus kas pada beberapa proyek berjalan. Upaya AP3I untuk mempercepat pulihnya bisnis ini adalah meminta anggota agar membentuk satgas pencegahan Covid-19, menyediakan fasilitas pencegahan, mengedukasi seluruh anggota untuk menjaga diri, mengukur suhu tubuh setiap pagi, siang, dan sore.

Langkah strategis yang dijalankan yakni menjalin kerja sama penanganan suspect Covid-19 dengan rumah sakit dan puskesmas. Anggota AP3I juga menghentikan sementara pekerjaan jika ada tenaga kerja yang terindikasi terpapar Covid-19.

Selanjutnya adalah isolasi maupun penyemprotan sarana dan prasarana baik di kantor maupun di lokasi proyek. Para anggota AP3I mesti disiplin dalam menjalankan protokol Covid-19 di tempat kerja. Mulai dari penggunaan masker, pengaturan penerimaan tamu, penyediaan tempat karantina atau isolasi mandiri, dan penerapan higienis dan sanitasi di lingkungan kerja.

Langkah pencegahan penularan adalah jaga jarak, penyemprotan disinfektan pada tempat ibadah, tempat makan dan kantin, toilet umum, maupun penyediaan parkir yang memadai hingga pemantauan kesehatan secara rutin.

Konstruksi Tumbuh

Dalam kondisi wabah Covid-19, diproyeksikan ekonomi nasional akan tumbuh negatif sampai triwulan III, dan baru ada peluang naik pada triwulan IV-2020.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, sebenarnya sektor konstruksi sudah memberikan kontribusi yang jelas terhadap perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sumbangan sektor konstruksi terhadap produk domestic bruto (PDB) berkisar 11,26% dari nilai PDB pada triwulan IV-2019. Sektor konstruksi pun memberikan kontribusi yang cukup besar dalam penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang diserap sektor konstruksi berkaitan erat dengan besaran nilai proyek, jenis teknologi yang digunakan, dan target waktu penyelesaian konstruksi.

Tenaga kerja konstruksi dilihat dari dua indikator, yaitu Indeks Pekerja Tetap dan Indeks Hari Orang. Indeks Pekerja Tetap pada triwulan IV-2019 mengalami pertumbuhan sebesar 0,76% disbanding triwulan IV-2018. Sedangkan Indeks Hari Orang tumbuh sebesar 3,42% dibanding 2018.

Sambut Normal Baru

Seiring dengan komitmen pemerintah yang akan melanjutkan proyek infrastruktur, membuat permintaan akan material konstruksi terus bertumbuh, tak terkecuali beton pracetak atau precast. Sebagai pendukung utama industri konstruksi, perusahaan pracetak dan prategang menyusun strategi bisnis dengan menciptakan inovasi dan meningkatkan kualitas SDM untuk menyambut era kenormalan baru sehingga mampu mengembalikan utilitas produksi kembali menjadi 80%.

Di tengah pandemi Covid-19 memang utilitas produksi perusahaan anggota AP3I mengalami penurunan hingga 30%. Namun kami optimistis bahwa proyek dapat berjalan normal dan serapan produk dari anggota asosiasi kembali optimal.

Kapasitas Produksi Meningkat

Kapasitas produksi perusahaan anggota AP3I dalam 5 tahun terakhir, terus mengalami peningkatan, Jika pada 2014 sebesar 24,5 juta ton, kemudian naik jadi 25,32 juta ton pada 2015. Selanjutnya produksi terus naik menjadi 26,78 juta ton (2016), 34,42 juta ton (2017), dan 36,76 juta ton pada 2018. Kenaikan yang siginfikan terjadi pada tahun lalu yang tercatat mencapai 42,6 juta ton.

Jumlah pabrik pun setiap tahun meningkat. Pada 2014 hanya terdapat 57 pabrik milik anggota AP3I, namun pada tahun lalu meningkat menjadi 82 pabrik yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Produksi dan distribusi produk pracetak tersebar dari Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Distribusi untuk Kalimantan, Maluku, dan Papua dilakukan oleh pabrik yang terdekat. AP3I menargetkan kapasitas produksi anggotanya pada 2024 mengalami kenaikan 5% per tahun.

Setiap kenaikan kapasitas 1 juta ton membutuhkan dana investasi sebesar Rp 400 miliar. Kapasitas pada 2024 tergantung pada rencana proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BUMN, dan proyek swasta. Untuk mengoptimalkan rencana itu, diperlukan dukungan pemerintah. Ini penting karena pemerintah memiliki peran besar bersifat ganda yaitu sebagai regulator dan klien.

Terkait dengan regulasi, pemerintah diharapkan melakukan upaya penyelarasan peraturan dan standar serta proses perizinan yang lebih efektif sehingga membuka peluang bagi perusahaan konstruksi. Di tingkat transformasi perusahaan, ada empat aspek utama yang harus menjadi perhatian.

Tentu saja dimulai dari pemilihan bahan baku, proses operasional, hingga strategi untuk menciptakan inovasi. Hal lain yang penting dalam trans formasi perusahaan adalah kemitraan yang akan melahirkan sinergi, dan membuat bisnis lebih efisien. Efisiensi ini lahir dari capital expenditure yang lebih kecil karena ditanggung bersama mitra. Mitra bisnis juga bermanfaat untuk melakukan transfer teknologi secara berimbang.

Semua itu perlu dukungan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Itulah sebabnya AP3I menggelar bimbingan teknik secara rutin kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan kemampuan SDM sehingga makin siap menyongsong era kenormalan baru. Ketika seluruh unsur itu terpenuhi, tentunya kepuasan pelanggan akan tercapai.

*) Ketua Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN