Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zeti Arina, Founder & CEO Artha Raya Consultant. Foto: Investor Daily/DOK PRIBADI

Zeti Arina, Founder & CEO Artha Raya Consultant. Foto: Investor Daily/DOK PRIBADI

Sukses Hanya Datang kepada Orang Bodoh

Happy Amanda Amalia, Selasa, 5 Februari 2019 | 12:46 WIB

Dunia perpajakan memang terkesan rumit, bahkan ‘menakutkan’. Apalagi bagi yang tidak memahami seluk-beluk perpajakan. Tak mengherankan jika ada anekdot bahwa di dunia ini hanya ada dua perkara yang tidak bisa dihindari, yaitu pajak dan kematian, tetapi dua-duanya sangat tidak disukai semua orang.

“Padahal, kalau sudah tahu tidak bisa menghindar, harusnya kita mempersiapkan diri sebaik-baiknya supaya tidak menyesal di kemudian hari,” kata Zeti Arina.

Di situlah peran konsultan pajak dibutuhkan. Tidak sekadar memberikan konsultansi untuk menyelesaikan masalah pajak, melainkan juga mengajak wajib pajak (WP) agar melek pajak supaya tak terkena sanksi pajak.

Peran-peran itu pula yang dijalankan Zeti Arina sebagai konsultan pajak sekaligus pendiri (founder) dan chief executive officer (CEO) Artha Raya Consultant. Keseharian perempuan kelahiran Blitar, 28 Mei 1967, ini banyak tersita jadwal yang sangat padat untuk mendampingi klien, termasuk dalam menghadapi pemeriksaan, keberatan, dan banding di Pengadilan Pajak.

“Sengketa pajak banyak terjadi akibat beda persepsi tentang aturan yang begitu banyak dan cepat berubah. Tugas saya adalah mendampingi WP untuk mencari keadilan,” ujar Zeti kepada wartawati Investor Daily Happy Amanda Amalia di Jakarta, baru-baru ini.

Tentu saja menjadi konsultan pajak bukanlah pekerjaan mudah. Selain harus cerdas, tahu perkembangan, dan paham luar-dalam tentang ilmu, aturan, serta praktik perpajakan, seorang konsultan pajak harus memiliki ketelitian, kesabaran, dan ketangguhan ekstra.

Nilai-nilai itulah yang selalu menjadi pegangan ibu satu anak ini. Dalam soal kesabaran dan ketangguhan, Zeti bahkan punya prinsip bahwa jika sabar dan tangguh, niscaya seseorang akan menuai hasil yang diidamidamkannya.

“Berusahalah untuk selalu melakukan yang terbaik. Bila hasilnya tidak sesuai keinginan, jangan pernah mengeluh. Yakinlah bahwa itu rencana indah dari Tuhan. Semua akan indah pada waktunya,” tutur Zeti Arina.

Bagi Zeti, ketangguhan, kesabaran, dan semangat baja mutlak dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan. “Bila kita mengalami kegagalan, jangan pernah menyerah. Evaluasi diri, jangan mencari-cari alasan. Optimislah dan jadilah pembelajar sejati,” tegas eksekutif yang gemar travelling dan membaca ini.

Dalam soal belajar, Zeti punya filosofi bahwa seseorang yang ingin mencapai kesuksesan harus tetap merasa bodoh. “Kalau sudah merasa pintar, nanti kita tidak mau belajar lagi dan akan merasa paling wah, dan akhirnya malah stuck,” tandas dia. Berikut penuturan lengkapnya:

 

Apa yang membuat Anda tertarik menjadi konsultan pajak?

Profesi ini awalnya tidak banyak disukai orang, sehingga saya berpendapat kalau peminatnya sedikit berarti pesaing saya sedikit. Itu artinya peluang yang sangat bagus. Karier saya sebagai konsultan juga tidak sengaja.

Orang tua saya awalnya menghendaki saya menjadi guru. Tapi karena saya tidak ingin menjadi PNS (pegawai negeri sipil), saya harus berpikir bagaimana agar bisa menjawab keraguan orang tua, salah satunya dengan memiliki bisnis sendiri.

Sekarang orang tua saya justru merasa bangga dengan pilihan saya dan memang pada akhirnya mereka menyadari juga. Orang tua itu kan biasanya akan mengarahkan anak berdasarkan kemampuan dan zaman orang tua saat itu. Seperti sekarang, anak-anak milenial kan keinginannya sudah berbeda dengan zaman saya dulu.

Jadi, saya juga tidak memaksa anak saya untuk mengikuti jejak saya. Dia diberi pilihan dan informasi yang luas. Ibaratnya semua bisa dipelajari karena ilmu itu kelihatan, kecuali ilmu gaib yang susah dipelajari, ha, ha, ha...

 

Alasan Anda mendirikan Artha Raya Consultant?

Saat itu masih banyak konsultan liar dan justru banyak yang membenci hal-hal yang berkaitan dengan pajak. Saya ingin benar-benar profesional menjalani profesi ini. Saya memperoleh izin konsultan pajak pertama kali pada 2005 dan mulai meresmikan kantor baru saya pada 2007. Sekarang saya memiliki tiga kantor konsultan, yaitu di Jakarta, Surabaya, dan Banyuwangi.

 

Visi dan misi Artha Raya Consultant?

Visi perusahaan kami adalah menjadi konsultan kelas dunia. Misinya adalah berkomitmen memberi pelayanan yang profesional kepada klien, memberikan solusi yang kreatif, terpercaya atas segala kesulitan klien, serta menyiapkan tim profesional, terlatih, dan ramah dalam memberi pelayanan kepada klien.

 

Bagaimana Anda menyelaraskan visi-misi tersebut untuk go international?

Bersinergi dan berkolaborasi dengan konsultan asing, misalnya. Kami juga selalu berupaya meningkatkan profesionalisme tanpa henti dengan selalu mengupgrade pengetahuan lewat event-event nasional maupun internasional.

 

Apa suka-dukanya menjadi konsultan pajak?

Setiap pekerjaan pasti ada sukadukanya. Tetapi kalau kita sangat mencintai profesi kita, dengan sepenuh hati, pekerjaan akan menjadi sangat menyenangkan.

 

Tantangan terberat Anda ketika menghadapi klien?

Yang berat tuh kalau klien tidak memahami peran konsultan pajak. Bahkan, ada klien yang menganggap tugas konsultan adalah mengurangi pajak yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, perlu dijelaskan cara kerja dan fungsi konsultan pajak yang baik dan benar.

Perpajakan di Indonesia menganut sistem self assessment yang artinya WP disuruh menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri kewajiban pajaknya. Jadi, WP diberi kepercayaan penuh untuk membayar pajak sesuai hitungannya secara jujur. Tetapi suatu saat akan dicek apakah ia sudah membayar pajaknya secara benar. Kalau tidak benar, tentu ditagih kekurangannya dan ditambah sanksi bunga maupun denda

 

Berdasarkan pengalaman Anda, apa penyebab utama salah bayar pajak?

Banyak yang melakukan kesalahan fatal karena ketidaktahuan aturan yang sepele. Contohnya ada seorang janda ditinggal suami yang tidak bertanggung jawab dengan tiga anak yang ikut ibunya. Dengan sisa-sisa kesedihannya, ia berniat bangkit dari keterpurukan sambil mengawasi anak-anaknya di rumah, membuka gerai handphone dan penjualan pulsa.

Karena ketelatenannya, bisnis penjualan pulsanya mencapai omzet Rp 6 miliar setahun. Walau untungnya cuma 1% lumayan untuk menambah penghasilan setahun sehingga setiap tahun mendapatkan keuntungan Rp 60 juta. Tiba-tiba ia diimbau oleh Kantor Pajak untuk segera mengajukan diri menjadi pengusaha kena pajak (PKP) karena omzet penjualannya sudah di atas Rp 4,8 miliar dan setiap penjualannya harus dipungut pajak pertambahan nilai (PPN). Omzetnya itu diketahui dari data transaksi distributor pulsa.

Si ibu merasa tidak mungkin menjadi PKP dan merasa belum pantas membayar pajak, apalagi dipungut PPN. Bagaimana mungkin untung cuma 1% kok disuruh membayar PPN 10%? Belum lagi membayar pajak penghasilan (PPh). Tapi saya yakin penolakan si ibu itu hanya karena ia tidak paham aturan pajak. Padahal, kalau dilaporkan dengan benar, tentu kewajibannya tidak sebesar yang ia bayangkan. PPN yang harus dibayarnya kan sebesar 10% dari untungnya saja, yaitu Rp 6 juta.

Tetapi ia harus melalui mekanisme PKP dan memperoleh pajak masukan, kemudian di offset dengan pajak keluaran. Pajak penghasilannya hanya sekitar Rp 1,48 juta, tetapi kalau tidak PKP maka PPN-nya saja menjadi Rp 600 juta karena tidak bisa mengkreditkan pajak masukan.

Belum dendanya, miris bukan?  Karena ketidaktahuannya, si ibu tersebut bisa bangkrut. Sebagai investor juga harus melek pajak. Sebab, kalau salah berinvestasi, ia akan membayar pajak lebih boros. Bagi WP orang pribadi, pemilihan investasi sangat penting. Apabila tidak mau ribet dengan pelaporan pajaknya, berinvestasilah pada instrum yang pajaknya final, misalnya tabungan, deposito, jual-beli atau sewa tanah dan bangunan, investasi saham di bursa efek, atau bahkan yang bukan objek pajak, misalnya asuransi.

Perusahaan-perusahaan bonafid dan perusahaan asing sudah taat pajak, sehingga mereka mendapatkan keuntungan sangat banyak dari negeri kita tercinta ini secara aman. Lalu kenapa warga negara Indonesia (WNI) yang memulai bisnis dengan susah payah malah bangkrut gara-gara tidak paham pajak?

Ini yang tidak boleh dibiarkan. Para wirausahawan harus diedukasi secara benar. Masyarakat awam juga harus tahu bahwa fasilitas umum yang ia nikmati, semua dibiayai dari pajak. Masyarakat miskin pun harus diberdayakan agar keluar dari segala kekurangan.

 

Strategi Anda menjaring Klien?

Selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi klien secara profesional. Kalau klien puas, saya akan direferensikan ke perusahaan lain. Kemudian saya juga selalu berupaya untuk bersinergi dengan berbagai pihak, dengan akuntan, dengan lawyer, dan lainlain, sehingga kami akan saling mereferensikan.

Saya pun menjadi pembicara seminar, mengajar di berbagai tempat, sering memberi presentasi kepada nasabah prioritas perbankan, dan lain-lain. Sekarang banyak perusahaan besar dan perusahaan asing menjadi klien saya.

Strategi Anda menghadapi tantangan digital atau disrupsi teknologi di industri jasa perpajakan?

Selalu upgrade dan update pengetahuan. Dengan adanya digitalisasi, pelaporan pajak semakin mudah. Maka arah jasanya bukan lagi membuat SPT (surat pemberitahuan) masa atau SPT tahunan, tetapi lebih berperan sebagai advisor dan me-review laporan klien.

 

Hal terbaik yang Ada dapatkan selama memimpin Artha Raya?

Hal terbaiknya bila calon klien datang dengan permasalahan yang berat, lalu kami bisa membantu menyelesaikan di tingkat keberatan atau banding. Keseharian saya, selain mengedukasi para WP, saya juga dipenuhi jadwal yang sangat padat untuk mendampingi klien, baik dalam menghadapi pemeriksaan pajak, keberatan, maupun banding di Pengadilan Pajak, khususnya untuk memenangkan sengketa klien saya.

Setiap ada sengketa tak berarti WP melakukan kesalahan. Belum tentu. Banyak sengketa karena beda persepsi tentang aturan yang begitu banyak dan cepat berubah. Tugas saya adalah mendampingi WP untuk mencari keadilan.

 

Anda tipe pemimpin seperti apa?

Saya pemimpin yang demokratis dan optimistis atas semua tindakan saya. Saya tidak takut mendelegasikan tugas untuk memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anggota tim. Terkadang kalau orang merasa masih mampu akan khawatir.

Maka mendelegasikan sesuatu itu perlu keberanian, perlu kepercayaan, trust. Kalau tidak pernah memercayai orang atau merasa one man show, pasti akan susah mendelegasikan. Padahal, nantinya itu memberatkan kita juga. Jika dalam proses delegasi ada yang kurang smooth, itu bagian dari risiko yang harus kita lalui.

 

Siapa sosok yang menginspirasi perjalanan karier Anda?

Margaret Thatcher, wanita tangguh yang sukses.

 

Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga?

Kualitas lebih penting dari kuantitas. Keluarga tetap nomor satu. Suami saya di Surabaya, sementara anak saya di Jakarta. Kalau di Surabaya, saya akan memanfaatkan kebersamaan yang berkualitas dengan suami. Bila di Jakarta, saya akan bercengkerama dengan anak semata wayang saya. Sesibuk apa pun, saya punya komitmen bahwa saya selalu punya waktu saat diperlukan. Untuk apa sukses secara materi tetapi tidak bahagia?

 

Filosofi hidup Anda?

Bekerja, beribadah, berbagi, semua itu harus seimbang. Filosofi ini mengajarkan jangan sampai kita lupa diri. Karena merasa sudah sukses, kemudian ibadahnya jadi kurang rajin. Atau sebaliknya, sudah sukses lalu sibuk terus sampai tidak punya waktu untuk keluarga. Dalam hidup harus seimbang, jangan sampai seolaholah mementingkan satu sisi, tapi mengabaikan sisi lain.

 

Cara Anda bangkit dari kegagalan?

Evaluasi diri dan segera bangkit kembali, percaya atas semua yang terjadi sebagai rencana indah dari Tuhan. Yakinlan Tuhan pasti punya rencana lebih baik yang belum kita ketahui. Akan indah pada waktunya.

 

Bagaimana Anda memandang kehidupan ini?

Lakukan sesuatu yang bermakna dan jadi pembelajar sejati. Menurut saya, akan sangat berbahaya kalau kita merasa sudah sukses. Sebab, di luar itu kan selalu berkembang. Makanya saya selalu katakan agar selalu melakukan yang bermakna dan jadi pembelajar sejati.

Ibaratnya, kita harus tetap merasa bodoh. Kalau nggak, nanti kita tidak mau belajar lagi dan akan merasa paling wah, dan akhirnya malah stuck. Kita harus selalu ingat bahwa perubahan selalu ada dan kita harus selalu berubah. Kalau tidak berubah, kita akan tersingkir atau mati. Kita harus menjadi bagian dari perubahan, harus fleksibel, jangan merasa paling hebat.

 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN