Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

UKM dan Akses Industri Pembayaran

Kamis, 21 Mei 2015 | 03:37 WIB
Oleh Achmad Deni Daruri

Masyarakat dunia terpukau dengan pembangunan ekonomi Tiongkok, tapi lupa akan kehebatan Taiwan. Negeri berjuluk Naga Kecil Asia ini sukses membangun perekonomiannya berbasis usaha kecil dan menengah yang didukung oleh sistem pembayaran nasional yang andal.


Pada 1962, Taiwan hanyalah sebuah negara miskin yang posisinya sejajar Kongo dan Zaire, dengan pendapatan nasional bruto per kapita sebesar US$ 170. Dengan pembangunan yang terfokus kepada usaha kecil dan menengah (UKM), kini perekonomian Taiwan mengalami metaformosis dengan semakin majunya sektor usaha kecil menegah mereka.


Penggabungan teknologi dan pembiayaan bank telah berhasil menggenjot produktivitas UKM di negeri itu. Dengan demikian, para pelaku usaha lebih bisa fokus untuk mengembangkan kualitas produk atau layanan jasa mereka, tanpa harus pusing memasarkan atau mencari pinjaman buat meningkatkan kapasitas usaha. Di Taiwan, transaksi UKM kini sudah mencapai US$ 200 miliar, menggunakan format all in one commerce marketing.


Setelah hampir lima dekade bekerja keras mengembangkan produk, Taiwan telah mengubah dirinya dari sebuah pulau yang terbelakang dan berpusat pada pertanian, menjadi kekuatan ekonomi yang memimpin dalam produksi barang teknologi-tinggi.


Produk-produk UKM Taiwan pun melaju dan dikenal berdaya saing tinggi serta berhasil merambah dunia. Itulah semua yang mampu mendongkrak pendapatan per kapita rakyat. Jika pada sekitar lima puluh tahun lalu pendapatan per kapita Taiwan masih sejajar dengan Kongo dan Zaire, US$ 170, kini negeri itu melejit masuk dalam barisan ekonomi terkuat dunia, dengan angka pendapatan per kapita US$ 30.100.


Teknologi Pembayaran

Sukses Taiwan dalam mengembangkan perekonomiannya, terutama UKM, tak lepas dari kejelian pemerintah/perencana ekonomi negeri itu dalam memprioritaskan sistem pembayaran retail dalam pembangunannya. Pemerintah Taiwan secara aktif membangun dan membantu perusahaan yang menghasilkan produk-produk terknologi terkait sistem pembayaran retail tersebut.


Pemerintah Taiwan sadar sepenuhnya, bahwa layaknya pembuluh-pembuluh kecil dan kompleks yang menghubungkan seluruh perekonomian, sistem pembayaran retail atau retail payment system akan memenuhi kebutuhan transaksi pembayaran sehari-hari, baik individu maupun perusahaan. Sistem ini mendukung berbagai jenis transaksi yang secara umum dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu : pembayaran rutin (recurring payments) dan nonrutin (non recurring payments).


Sistem pembayaran ini dapat mengefisienkan pelaksanaan setelemen transaksi-transksi yang bernilai kecil namun mempunyai volume transksi yang besar. Sistem ini juga diyakini mampu menangani berbagai jenis transaksi yang datang dari berbagai kalangan pelaku ekonomi.


Sistem setelmen yang biasanya diterapkan untuk sistem ini adalah multilateral net settlement. Jika pasarnya belum ada maka pemerintah Taiwan menciptakan pasar dari produk-produk teknologi tinggi tersebut, sehingga produkproduk teknologi tinggi tersebut dapat terus dihasilkan sekalipun pasar belum ada untuknya. Akibatnya produk-produk sistem pembayaran Taiwan menjadi produk-produk pioner di dunia.


Keberanian pemerintah Taiwan melakukan langkah strategi seperti ini harus segera ditiru jika Indonesia ingin mengembangkan sistem pembayaran retail dengan konten lokal. Perbaikan terhadap program pembayaran pemerintah yang mengarah ke tingkat efisiensi, keamanan dan transparansi yang lebih tinggi dapat berdampak signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan. Karena skala dan sifatnya, program pembayaran pemerintah juga dapat menjadi alat yang efektif dalam mengejar tujuan kebijakan publik lainnya, seperti modernisasi sistem pembayaran nasional atau untuk mempromosikan inklusi keuangan untuk segmen populasi tertentu.


Sempat jatuh akibat krisis utang yang tak terkelola dengan baik pada 2001, pemerintah akhirnya menerapkan aturan sistem pembayaran yang lebih baik lagi dengan membatasi akses kepada sistem pembayaran, memonitor kepatuhan untuk menjalankan standar risiko dan memberikan hukuman kepada mereka yang tak taat peraturan. Efeknya sangat luar biasa. Lanskap sistem pembayaran retail di Taiwan mengalami kemajuan yang luar biasa dengan kian pesatnya penggunaan instrumen pembayaran elektronik. Sektor usaha kecil dan menengah semakin akrab menggunakan internet dalam melakukan kegiatan bisnisnya sehari-hari.


Di sisi lain, regulator terus bekerja untuk mengamankan provider jasa internet agar pihak yang tak berwenang tidak dapat mengaksesnya. Ini adalah cara pemerintah Taiwan melindungi perusahan skala usaha kecil dan menengah agar tetap melangkah maju.


Bagi pemerintah Taiwan, kasus pembobolan sistem komputer Pay-Pal dan eBay di Amerika Serikat adalah sebuah kejadian buruk yang sangat mengganggu dan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen.


Karena itu, terciptanya sistem pembayaran yang menjamin keamanan dan kenyamanan pembayaran, adalah sangat penting, baik dari sisi pembeli maupun sebagai pemilik UKM. Itulah makanya kini penggunaan teknologi pembayaran kian menyebar di Taiwan. Sejak 2006-2007 para pemain UKM di Taiwan mulai memanfaatkan dunia digital, terlebih lagi dunia e-commerce untuk kemajuan usaha mereka. Kini mereka juga bisa membayar belanjaan atau karcis kereta, langsung dari ponsel mereka.


Meningkatnya penggunaan metode dan sistem pembayaran yang paling efisien ini tentu akan mengurangi biaya transaksi, tidak hanya untuk pemerintah, penerima pembayaran pemerintah dan pembayar pajak, tetapi untuk semua pengguna layanan pembayaran elektronik. Skala ekonomis tercipta sehingga biaya per unit menjadi semakin kecil. Program ini juga sangat mendukung strategi industrialisasi nasional.


Kontribusi Ekonomi Nasional

Taiwan terbukti mampu menjalankan program secara bersamaan yang menjadikannya sebagai negara industri walaupun mengandalkan kepada sektor usaha kecil dan menengah. Seharusnya Indonesia juga mengadopsi langkahlangkah yang diambil Taiwan untuk mengembangkan sistem pembayaran retail di kalangan UKM.


Dengan demikian perkembangan UKM lambat laun semakin pesat. Bukan hanya mampu memperbaiki taraf kualitas kehidupan secara personal si pemilik UKM, namun juga turut andil menambah jumlah tenaga kerja produktif. Saat ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bahwa sampai 2014 lalu jumlah UKM di Indonesia mencapai 57,9 juta. Jumlah tersebut naik 1,4 juta dari 2012 yang mencapai 56,5 juta unit usaha. Berbagai lahan usaha saat ini telah dimasuki oleh UKM. Bukan hanya di sisi retail, namun juga di sektor-sektor bisnis besar. Sayangnya, dari jumlah tersebut, lebih dari 90% masih bermain di ranah offline.


Saatnya UKM di Indonesia harus siap untuk naik satu level lebih tinggi. Bukan hanya masalah promosi, namun dengan memanfaatkan industri pembayaran yang kini kian canggih: aman, cepat, mudah terakses. Ini akan menciptakan efisiensi dan daya saing ekonomi yang baik. Dengan begitu, UKM akan terus tumbuh dan berkembang, serta berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional di masa depan.

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN