Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdagangan obligasi di bursa

Perdagangan obligasi di bursa

17 Bank dan 4 Sekuritas ‘Berebut’ Sukuk Negara Rp 7 Triliun

Abdul Aziz, Rabu, 11 September 2019 | 09:00 WIB

JAKARTA, Investor.id- Sebanyak 17 bank dan empat perusahaan sekuritas bakal ‘berebut’ Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilelang pemerintah pada 17 September mendatang. SBSN yang dilelang dengan target indikatif Rp 7 triliun itu meliputi seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), 17 bank yang bakal mengikuti lelang SBSN pada 17 September 2019 terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Peserta lelang lainnya yaitu PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Selanjutnya Citibank NA, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, serta PT Bank BRISyariah Tbk.

Adapun empat perusahaan efek (sekuritas) yang akan ikut lelang meliputi PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Bahana Securities.

“SBSN tersebut dilelang untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2019,” demikian Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu dalam keterangannya, Selasa (10/9).

Menurut DJPPR Kemenkeu, seri SPN-S dan PBS yang akan dilelang terdiri atas SPN-S04032020, PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS005. Seri-seri SBSN tersebut bakal jatuh tempo masing-masing pada 4 Maret 2020, 15 Mei 2021, 15 September 2023, 15 November 2026, 15 April, 2034, dan 15 Juli 2043. Semuanya merupakan seri reopening (penjualan kembali seri yang diterbitkan sebelumnya).

DJPPR Kemenkeu menjelaskan, Seri SPN-S04032020 menawarkan imbalan diskonto, sedangkan PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS005 menawarkan imbalan masing-masing 6,50000%, 8,25000%, 8,50000%, 8,62500%, dan 6,75000%. Seluruhnya menggunakan underlying asset proyek atau kegiatan APBN 2019 dan barang milik negara. Lelang akan dilaksanakan pada 17 September 2019 dengan tanggal settlement 19 September 2019.

“Alokasi pembelian nonkompetitif untuk seri SPN-S04032020 adalah 50% dari jumlah yang dimenangi. Sedangkan seri-seri lainnya sebesar 30%,” demikian DJPPR Kemenkeu.

Akad Ijarah

Lelang SBSN tersebut, menurut Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu, akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

“Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun, dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kemenkeu,” papar DJPPR.

DJPPR Kemenkeu menyatakan, peserta lelang SBSN, BI, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dapat menyampaikan penawaran lelang SBSN dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 05/PMK08/2012 tentang Penerbitan dan Penjualan SBSN di Pasar Perdana Dalam Negeri dengan Cara Lelang, sebagaimana telah diubah dengan Permenkeu Nomor 20/PMK08/2017.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif, demikian DJPPR, akan membayar sesuai imbal hasil (yield) yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif bakal membayar sesuai yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

DJPPR Kemenkeu menegaskan, pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan. Lelang dibuka hari Selasa, 17 September 2019 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Settlement dilaksanakan pada 19 September 2019 atau dua hari kerja setelah pelaksanaan lelang (T+2).

SBSN seri SPN-S, menurut DJPPR, akan diterbitkan menggunakan akad ijarah sale and lease back berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 72/DSN-MUI/VI/2008. Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad ijarah asset to be leased berdasarkan fatwa DSN-MUI Nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

DJPPR Kemenkeu menambahkan, underlying asset penerbitan seri SPN-S menggunakan barang milik negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR dan telah memenuhi persyaratan.

Adapun underlying asset penerbitan seri PBS menggunakan proyek atau kegiatan APBN 2019 yang telah mendapat persetujuan DPR melalui UU Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN Tahun Anggaran 2019 dan sebagian lainnya berupa barang milik negara.

Baca juga:

Pemerintah Lelang Sukuk Rp 7 Triliun

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA