Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya pada Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya pada Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

November, Erick Thohir Minta Holding UMi Berikan Kredit Bunga Murah

Senin, 13 September 2021 | 11:33 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, transformasi yang dilakukan BUMN adalah keharusan yang terus dikawal, dan dipastikan aksinya bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Terbentuknya Holding Ultra Mikro (UMi) diharapkan bisa memberikan pembiayaan atau kredit dengan suku bunga yang lebih murah.

Holding UMi yang merupakan kerja keras berbagai pihak untuk bisa membuktikan sesuai arahan Presiden Jokowi yang menginginkan porsi UMKM bisa 30% dari pada tahun 2024.

"Saya harap penggabungan ini ingin memastikan bahwa bisa terjadi keberpihakan bunga lebih murah untuk yang di bawah. Sesuai kesepakatan, November sudah benar-benar terjadi," kata Erick dalam Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham dalam Rangka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9).

Erick juga menjelaskan, perbedaan signifikan bagaimana ketika krisis tahun 1998 lebih pada finansial, hari ini dengan krisis Covid-19 memang sangat terdampak kepada ultra mikro, pihaknya melihat di lapangan pekerja PNM Mekaar, BRILink, Pegadaian sangat berdampak luar biasa terhadap pelaku usaha mikro dan kecil.

"Ini yang harus kita pastikan, keseimbangan ekonomi harus terjadi, tidak bisa yang besar makin besar, yang kecil makin kecil. Kita tidak mau hanya BUMN yang untung tapi UMKM pailit, tidak, keseimbangan ini hal utama," jelas Erick.

Pihaknya juga mengapresiasi ketiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM yang telah berbesar hati untuk menjalankan proses penggabungan ini.

"Yang terpenting saya ucapkan terima kasih kepada Pak Sunarso (Dirut BRI), Pak Arief (Dirut PNM), Pak Kus (Dirut Pegadaian) yang legowo menjadi satu-kesatuan bisa buktikan sesuai arahan Pak Presiden, yang ingin porsi UMKM 30%," tutur Erick.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN