Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, beberapa waktu lalu Foto ilustrasi: . Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, beberapa waktu lalu Foto ilustrasi: . Investor Daily/David Gita Roza

Anggota DK OJK Jilid III Harus Solutif dan Inovatif

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:26 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jilid III atau periode 2022-2027 dinilai harus solutif dan inovatif. DK OJK dengan kategori tersebut memungkinkan lahir dengan panitia seleksi (pansel) yang menjaga independensinya.

Mantan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2012-2017 Firdaus Djaelani menyampaikan, anggota DK OJK jilid III ini harus benar-benar memahami fungsi, tugas, dan wewenang OJK. Lalu memahami benar kondisi terkini industri jasa keuangan dan persoalannya ke depan yang dihadapi.

“Kalau orang yang tidak mengerti dan masuk ke OJK, orang jadi (masuk OJK) kan bisa banyak faktor, ada barang titipan, maka tidak bisa langsung bekerja. Jadi harus mengerti kondisi sekarang dan tantangan ke depan. Jadi dia boleh datang dari regulator maupun industri. Makin banyak pilihan makin bagus,” kata Firdaus pada webinar bertajuk Mengawal Pansel OJK, Mengawal Pengawasan Industri Jasa Keuangan, Selasa (25/1).

Anggota Dewan Komisioner OJK/ Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani,
memberikan speech saat acara Majalah Investor Award Best Syariah 2016 di Jakarta, Rabu (10/8). FOTO: INVESTOR DAILY/DAVID GITA ROSA
 Firdaus Djaelani  FOTO: INVESTOR DAILY/DAVID GITA ROSA

Dia memperkirakan, pelamar DK OJK jilid III ini lebih banyak dibandingkan dua jilid sebelumnya. Faktor yang mempengaruhi adalah karena OJK yang sudah semakin dikenal dan banyak orang yang sedang mencari pekerjaan (job seeker) akibat pandemi. Namun demikian, fenomena tersebut tidak menjadi masalah karena secara alamiah tereliminasi pada tahap seleksi administratif.

Tahapan berikutnya yang perlu disorot adalah ketika proses penilaian. Tahap ini rentan akan subjektivitas dari pansel, apalagi dengan melihat track record bakal calon.

“Saya bilang ke teman-teman pansel, kalau memang ada calon yang potensial tapi ada masukan dari masukan dari masyarakat yang negatif, tolong diklarifikasi. Karena kalau tidak, ini akan hanya menjadi unsur fitnah. Jangan sampai dia gugur,” imbuh Firdaus.

Kemudian tidak banyak isu mengenai tahap kesehatan, Firdaus percaya tahap itu dapat dilaksanakan secara profesional. Dia kembali menyorot adanya unsur subjektivitas pada tahap terakhir yakni wawancara. “Tapi tolonglah, kalian (pansel) ini harus independen, kita ingin mencari anggota DK OJK Jilid III yang sangat bagus. Pansel harus bertindak independen,” kata dia.

Karena menurut Firdaus, industri jasa keuangan membutuhkan sosok yang tidak hanya mengerti kondisi saat ini, tapi solutif dan inovatif. Apalagi jika melihat sejumlah permasalahan di masa lalu dan tantangan di masa mendatang di sektor jasa keuangan.

Saat ini, sambung dia, kesehatan dari perbankan dan beberapa sektor di IKNB itu masih ditunjang dari kebijakan restrukturisasi kredit yang berlaku sampai tahun 2023. Dikhawatirkan ketika kebijakan ini dicabut lebih cepat, lembaga jasa keuangan yang saat ini terlihat sehat, akan jatuh karena tidak melakukan pencadangan yang cukup.

Tantangan lainnya adalah, pengawasan terintegrasi di OJK yang masih kurang. Kasus Jiwasraya menjadi gambaran adanya celah pengawasan yang kurang terintegrasi.

“Pengawasan terintegrasi ini harus terbentuk. Apalagi pengawasan terhadap konglomerasi yang punya bank, asuransi, dan investasi di pasar saham. Ini baru bisa diawasi dengan pengawasan yang terintegrasi di OJK dah harus dijalankan secara penuh,” kata dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN