Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

IIF dan BNI (BBNI) Beri Pinjaman Sindikasi untuk Proyek Pelabuhan KPBU Brownfield Pertama di RI

Rabu, 27 Juli 2022 | 08:43 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melakukan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi bersama dengan PT Bank Negara Indonesia Persero (BNI) untuk pengembangan Pelabuhan Anggrek - Gorontalo senilai Rp 500 miliar dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Kantor Kementerian Perhubungan, baru-baru ini.

Penandatanganan kerjasama ini disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, dan Dirjen Perhubungan Laut Hendro Sugiatno. Dalam perjanjian pinjaman ini, IIF dan BNI masing-masing pihak memberikan kontribusi yang sama yakni sebesar Rp 250 miliar. Secara keseluruhan, pengembangan pelabuhan ini memerlukan dana sekitar Rp 1,4 triliun.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, diperolehnya pembiayaan ini membuktikan bahwa dalam semangat idealis yang tinggi, investor tetap mampu mendapat kepercayaan dari perbankan. Ini juga sangat berarti dalam mengurangi beban keuangan negara dalam membiayai pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur pelabuhan di kawasan Timur.

Baca juga: SMI dan IIF Perkuat Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan Dalam Presidensi G20

Presiden Direktur IIF Reynaldi Hermansjah mengungkapkan, pihaknya berharap dengan adanya proyek Pelabuhan Anggrek-Gorontalo yang merupakan proyek pelabuhan KPBU brownfield pertama di Indonesia, dapat mendukung kegiatan industri, perdagangan, distribusi dan produksi serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo.

“Komitmen kami mendukung pengembangan Infrastruktur di Indonesia, dan semoga Proyek ini bisa berjalan secara efektif dan efisien, agar bisa meningkatkan konektivitas logistik Gorontalo, menciptakan daya saing Indonesia dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Gorontalo dan sekitarnya,” ujar Direktur Pelaksana dan Investasi IIF Idhan Harahap dalam keterangan resmi dikutip Rabu (27/7/2022).

Pembangunan infrastruktur Pelabuhan Anggrek yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo merupakan Proyek pelabuhan KPBU brownfield pertama di Indonesia, karena Pelabuhan Anggrek - Gorontalo telah beroperasi sejak tahun 2000 di bawah Kantor Kantor Unit Penyelenggara Kelas II Pelabuhan Anggrek Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Sejak 28 September 2021 pengelolaan pelabuhan Anggrek resmi diserah terimakan ke PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal (AGIT), sebagai  Badan Usaha Pelaksana sebagai tindak lanjut hasil lelang proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pelabuhan Anggrek Provinsi Gorontalo.

Baca juga: IF Kucurkan Rp 500 Miliar Biayai Proyek Satelit Nusantara 1

Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel menyampaikan bahwa pengembangan Pelabuhan Anggrek sudah sangat lama menjadi dambaan masyarakat, karena kapasitas yang ada selama ini sudah tidak mendukung, sehingga arus barang ke Gorontalo menjadi tidak lancar, yang pada gilirannya membuat inflasi relatif tinggi dan membebani perekonomian,  serta menurunkan daya saing Gorontalo.

“Proyek ini akan memperkuat ekosistem pembangunan ekonomi bagi masyarakat Gorontalo. Tinggal bagaimana, semua stake holder mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi bersinergi untuk terus mengembangkan ekosistem perekonomian Gorontalo sehingga bisa menjadi tujuan investasi yang menguntungkan,” kata Rachmat.

Pembiayaan proyek ini tidak lepas dari Social and Environmental Due Diligence sebagaimana IIF selalu terapkan pada setiap proyek yang dibiayai, sehingga proyek ini telah diakui kekhalayakan sosial dan lingkungannya. Harapan dari pembiayaan pelabuhan ini dapat meningkatkan aktifitas ekonomi di Gorontalo sehingga mengembangkan daerah yang termasuk terdepan, terpencil dan terluar.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN