Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi dari lembaga - lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN pada Rabu (11/1) malam, di Jakarta. Pada kesempatan yang diberi tema

Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi dari lembaga - lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN pada Rabu (11/1) malam, di Jakarta. Pada kesempatan yang diberi tema "Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Sistem" ini,

Erick Thohir Ingatkan 41 Direksi Dana Pensiun BUMN Wariskan Kebaikan, Bukan Masalah

Kamis, 12 Jan 2023 | 13:24 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi lembaga-lembaga dana pensiun BUMN pada Rabu, (11/1) malam, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut diminta direksi dana pensiun untuk mewariskan kebaikan.

Erick mengingatkan, para direksi lembaga dana pensiun BUMN diharakan untuk mewarisi kebaikan, bukan malah meninggalkan masalah, seperti yang telah terjadi dengan ASABRI dan Jiwasraya. "Sebagai profesional, dengan amanah Merah Putih, kami wajib jaga legacy ini," ujar Erick dalam pertemuan dengan tema Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Sistem.

Baca juga: Erick Thohir: Konser Salam Satu Jiwa Cermin Solidaritas bagi Korban Tragedi Kanjuruhan

Dalam pertemuan tersebut hadir juga Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan.

Advertisement

Mengutip Pahala, Erick kembali menegaskan bahwa pencegahan korupsi yang terbaik, harus terbaik dimulai dari orang dalam. "Dari awal, saya memiliki kesepakatan dengan KPK. Dan kita juga memproses hukum di Kejaksaan," katanya.

Erick merasa, para direksi penting untuk datang karena ia ingin menekankan pada mereka dua hal, yaitu pertama adalah pencegahan korupsi dan kedua perbaikan sistem.

Baca juga: Survei: Masyarakat Inginkan Program Pembangunan Presiden Jokowi Diteruskan Ganjar-Erick

Kedua hal ini, terang dia, perlu untuk memperkuat transformasi BUMN yang dalam tiga tahun terakhir terbukti membawa BUMN ke jalan yang lebih baik. Perbaikan positif ini terlihat dari beberapa indikator seperti pertumbuhan aset, ekuitas, pendapatan usaha, dan laba bersih yang terus meningkat.

"Insya Allah dengan sistem yang baik dan insan BUMN yang bertanggung jawab, BUMN bisa terus memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat dan berkontribusi untuk negara," kata Erick.

Erick –yang akrab disapa ET—mengingatkan, saat ini dana pensiun BUMN tidak dapat lagi dikelola seperti dulu yang cenderung tidak transparan, akuntabel dan sering bocor.

"Track record sudah ada. Ada aset yang hilang, investasi yang dimainkan ata dana yang dikorupsi. Sekarang saya bekerjasama dengan BPKP untuk menyusun blacklist, siapa saja direksi yang korup, akan masuk daftar ini. Dan yang bisa mencabut dari blacklist hanya Presiden Republik Indonesia. Kita baru selesai dengan ASABRI dan Jiwasraya," tegas Erick.

Baca juga: Tingkat Kepuasan Terhadap Jokowi, Dongkrak Elektabilitas Ganjar-Erick

Pria kelahiran Jakarta ini juga menekankan perlunya direksi yang hadir untuk sadar bahwa Indonesia sedang berusaha menarik kepercayaan investor.

Belum lama ini, Erick sempat menyampaikan, laporan yang dia terima terkait dana pensiun BUMN. Berdasarkan laporan yang diterimanya sebesar 65% dana pensiun di perusahaan pelat merah bermasalah. Hanya 35% saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik. "Saya mau bersih-bersih, mumpung masih ada waktu," tuturnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com