Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Bank Pembangunan Asia (ADB) terpampang di luar di luar kantor pusatnya di Manila, Filipina. (Foto: AFP / Ted Aljibe)

Logo Bank Pembangunan Asia (ADB) terpampang di luar di luar kantor pusatnya di Manila, Filipina. (Foto: AFP / Ted Aljibe)

ADB Beri RI Hibah US$ 3 Juta Demi Tangani Covid-19

Fajar Widhiyanto, Sabtu, 21 Maret 2020 | 14:12 WIB

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) sepakat memberikan hibah senilai US$ 3 juta  untuk mendukung Indonesia dalam mengatasi penyebaran wabah Virus Corona baru atau Covid-19.

"Bantuan ini akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk melakukan tes terhadap virus, menangani kasus, dan mengurangi risiko penularan di antara tenaga medis," demikian disampaikan Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam pernyataan di Jakarta, (21/3) seperti dilansir Antara.

Dikataan Asakawa, hibah ini akan membantu pendanaan pengadaan berbagai peralatan medis penting, termasuk ventilator dan alat pelindung diri seperti sarung tangan, apron, dan masker bagi para tenaga medis.

Pemberian hibah untuk menahan laju penyebaran virus di Indonesia ini, lanjut Asakawa, akan dibiayai melalui Asia-Pacific Disaster Response Fund.

"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai mitra untuk memberi solusi fleksibel yang membantu Indonesia meminimalkan dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi ini," ujarnya.

Seiring dengan penyebaran virus ini di Indonesia, pemerintah telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai darurat bencana dan mengambil langkah-langkah sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya pada Rabu (18/3), ADB telah mengumumkan paket awal senilai US$ 6,5 miliar untuk mengatasi kebutuhan anggota negara-negara berkembang dalam merespons pandemi Covid-19.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN