Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini.   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Adrian Panggabean: Rupiah Masih Berpotensi Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020 | 09:58 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah hari ini (13/10/2020) berpotensi akan sedikit menguat.

“Karena sejak seminggu terakhir kalau kita lihat kebijakan mata uang dunia itu cenderung mengalami perubahan. Dollar index terus menurun, ChineseYuan terus menguatke bawah 6,8 per 6,75 per US dollar. Euro cenderung stabil tapi cenderung menguat, juga poundsterling dan yen. Jadi ini memang fenomena dollar weakness yang dipicu oleh upaya untuk menginjeksi lebih besar kagi  stimulus di Amerika Serikat,” katanya dalam perbimcangannya dengan BeritaSatu TV, di Program IDXOpening Bell, Selasa 13/10/2020).

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Adapun kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi menguat 5 poin atau 0,03% menjadi Rp14.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.700 per dolar AS.

Adrian mengatakan bahwa tema besar di pasar keuangan adalah rotasi perubahan di dalam perimbangan mata uang global.  Menurut dia, pengumuman suku bunga acuan hasil rapat Dewan Gubernur siang ini tentu akan berpengaruh terhadap rupiah.

“Mungkin 2/3 mengantisipasi bahwa BI sebaiknya tidak memangkas suku bunga tetapi ada 1/3 dari pasar yang masih berpikirBI sebaiknya menurunkan suku bunga acuan. Karena indikasi-indikasi di pasar keuangan menngarah bahwa BI punya ruang untuk menurunkan suku bunga,” jelasnya.

Namun, soal demo ia menilai sentimennya tidak begitu berpengaruh terhadap rupiah. “Kalaupun ada kecil sekali,” tambahnya.

Adrian memprediksikan rupiah akan tetap  bergerak di kisaran 14.740 plus minus ke atas dan ke bawah 75 bps.  “Central tendency-nya ada di 14.700,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN