Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristrianti Puji Rahayu dan Fitri Estiwardani dari perwakilan Yayasan Allianz Peduli dalam webinar Youth Talks dengan judul Earn Hard, Plan Hard. ( Foto: Istimewa )

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristrianti Puji Rahayu dan Fitri Estiwardani dari perwakilan Yayasan Allianz Peduli dalam webinar Youth Talks dengan judul Earn Hard, Plan Hard. ( Foto: Istimewa )

Allianz Indonesia Dukung Remaja Jadi 'Entrepreneur'

Sabtu, 3 April 2021 | 10:42 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pandemi Covid-19 telah mengubah semua tatanan kehidupan, termasuk remaja yang ikut merasakan dampak dari kondisi tersebut. Meski demikian, sebagai remaja yang kreatif dan penuh inovasi, mereka masih bisa mengubah keadaan finansial. Salah satunya dengan pintar mengatur keuangan atau menjadi wirausahawan/entrepreneur muda.

Berangkat dari hal tersebut, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bekerja sama dengan BTPN Jenius, CewekBanget.id dan HAI Online baru-baru ini menyelenggarakan webinar Youth Talks dengan judul Earn Hard, Plan Hard. Kegiatan ini sekaligus merupakan rangkaian acara tahunan Global Money Week, yang diperingati setiap Maret (22 – 28 Maret 2021), dan pelaksanaan tahun ini mengusung tema “Take Care of Yourself, Take Care of Your Money”. Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli secara aktif dan konsisten mendukung penuh program tahunan ini sejak 2013.

“Dukungan Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli untuk 'Global Money Week' merupakan bagian dari komitmen besar kami untuk terus melakukan literasi keuangan ke masyarakat luas, khususnya kepada para generasi muda agar cerdas mengelola keuangan mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi untuk menciptakan generasi yang cerdas secara finansial serta mampu mengasah bakat entrepreneurship, sehingga dalam tujuan jangka panjang mampu membantu menciptakan perekonomian negara yang lebih baik,” ujar Fitri Estiwardani dari perwakilan Yayasan Allianz Peduli, dalam siaran pers, Jumat (2/4).

Menurut Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kristrianti Puji Rahayu, milenial sebagai generasi yang adaptif terhadap teknologi digital diharapkan bisa mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam berwirausaha sehingga dapat tercipta millenial-preneur baru yang dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan peran untuk membangkitkan sektor UMKM dengan transformasi digital.

“Dalam rangka mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan serta memperkuat UMKM, milenial sebagai agent of change dapat menjadi duta literasi dan mengakses berbagai inovasi produk keuangan untuk mengembangkan bisnisnya,” kata dia.

Sementara itu, Digital and Growth Consultant Jonathan End menyebutkan pentingnya saving dan proteksi keuangan bagi diri. Mencari pemasukan itu penting, tapi jangan lupa juga mengelola keuangan dengan baik agar uangnya tidak habis. Tingkatkan pemasukan kamu dari side hustle dan bisnis kecil-kecilan, jangan lupa persiapkan dulu dana darurat dan asuransi buat jaga-jaga, sehingga kita bisa lebih nyaman menabung dan investasi,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Jonathan, proteksi dan saving yang merupakan dari mengatur keuangan, dapat mengantarkan kita menjadi seorang entrepreneur muda. Sebab, entrepreneur harus memiliki kemampuan pengaturan keuangan yang baik. Dengan kata lain, mulai atur keuangan sebelum menjadi seorang entrepreneur.

Sedangkan Wirda Mansyur, salah satu pebisnis muda, mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang perlu disiapkan jika ingin menjadi entrepreneur muda. “Menjadi seorang pengusaha itu sebenarnya tentang mindset, jadi harus mempunyai mindset yang seluas luasnya, seterbuka terbukanya, mau belajar terus dan willing untuk melakukan perubahan dan pantang mundur jadi semangat terus kedepan, pikirannya tentang kedepannya terus,” katanya.

Berbicara mengenai entrepreneurship, sejak 2018, Allianz memfasilitasi generasi milenial yang ingin membangun kemampuan entrepreneurship melalui program rekrutmen “LifeChanger.” Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi dan mengoptimalkan pertumbuhan pasar di masa depan.

Salah satu perwakilan Allianz LifeChanger, Haffi Achdiputra, mengingatkan kaum muda untuk tidak berhenti belajar khususnya soal literasi keuangan. “Banyak pembelajaran soal literasi keuangan yang kita dapati di LifeChanger. Kita enggak bisa sukses sendiri, jadi saya harus mengajak teman-teman yang lain untuk bisa sukses bersama. Setiap orang punya preferensi masing-masing, jadi kenali diri kita dulu dan bisa manage keuangan itu wajib hukumnya,” ujar Haffi.

Business Development for Millennials Allianz Indonesia, Ratna Juwita Hasibuan mengatakan, di masa pandemi ini, semua orang menghadapi berbagai tantangan baru dalam kehidupan, tak terkecuali generasi milenial dalam hal kesempatan berkarir. Melalui program LifeChanger para generasi muda tidak hanya dapat mengembangkan potensi diri sendiri sebagai seorang entrepreneur, tapi juga membawa perubahan yang baik untuk orang lain.

Satu hal lagi yang tidak boleh remaja lewatkan adalah pentingnya menabung sejak dini. Jenius, solusi life finance dari Bank BTPN, juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi finansial generasi muda Indonesia melalui platform Jenius Co.Create.

“Kami percaya bahwa kebiasaan mengelola finansial perlu dibentuk sejak dini. Melalui platform Jenius Co.Create, masyarakat digital savvy termasuk remaja, dapat bergabung dan mengikuti beragam kelas untuk mengembangkan diri, menyuarakan pendapat dan ide, serta membangun networking. Jenius Co.Create mengadakan kelas dan workshop secara reguler dengan topik keuangan, teknologi, dan kreativitas. Kelas dan workshop tersebut diisi oleh narasumber, antara lain dari kalangan pakar, business coach, serta praktisi,” demikian penjelasan Digital Banking Business Product Head Bank BTPN Waasi B. Sumintardja, yang turut mendukung rangkaian acara "Global Money Week 2021".

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN