Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Aset Meningkat, IKNB Syariah Diharapkan Menumbuhkembangkan Ekonomi Syariah

Selasa, 15 September 2020 | 05:01 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Total aset industri keuangan non bank (IKNB) syariah meningkat 8,70% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 105,56 triliun pada 2019. Kinerja positif itu diharapkan bisa membuat IKNB Syariah turut menumbuhkembangkan perekonomian syariah di Indonesia.

Berdasarkan laporan perkembangan keuangan syariah Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pekan lalu menyatakan, bahwa industri keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi untuk terus bertumbuh dan memiliki kemanfaatan yang besar bagi perekonomian nasional. Selain perbankan syariah dan pasar modal syariah, juga terdapat industri keuangan syariah lainnya yang memiliki keragaman pada pelaku usahanya, yaitu Industri IKNB syariah.

"Dengan terus bertumbuhnya aset serta jumlah entitas IKNB Syariah, diharapkan IKNB Syariah dapat menjadi salah satu pilar kekuatan dalam menumbuhkembangkan perekonomian syariah di Indonesia," tulis laporan tersebut, dikutip Investor Daily, Senin (14/9).

Wimboh Santoso. Foto: IST
Wimboh Santoso. Foto: IST

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, industri keuangan syariah Indonesia telah mewarnai industri keuangan nasional lebih dari dua dekade melewati berbagai dinamika perekonomian nasional. Patut disyukuri, industri keuangan syariah secara konsisten tetap mencatatkan pertumbuhan positif.

"Sampai dengan Desember 2019, aset keuangan syariah Indonesia telah mencapai Rp 1.468,07 triliun dengan pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 9,01% dari aset keuangan nasional," kata dia dalam sambutan di laporan itu.

Wimboh memaparkan, Indonesia juga semakin mengukuhkan posisinya dalam ekonomi dan keuangan syariah global. Indonesia meraih peringkat pertama dalam Global Islamic Finance Report 2019, naik lima peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di lingkup ekonomi syariah, Indonesia menduduki peringkat kelima dalam State of the Global Islamic Economy Report 2019/2020. Pengembangan keuangan syariah nilai.menjadi salah satu faktor pendorong naiknya peringkat Indonesia.

Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil dari dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, baik dari pemerintah, otoritas, pelaku jasa keuangan syariah, industri halal, dana sosial Islam, maupun sektor religius. Sinergi dan integrasi semua elemen dalam  ekosistem ini sangat diperlukan dalam mendukung akselerasi pengembangan keuangan syariah.

Sementara itu, dalam rincian laporan tersebut, setidaknya sembilan dari 12 aset industri industri IKNB syariah pada akhir tahun 2019 mencatatkan pertumbuhan positif. Porsi aset terbesar disumbangkan aset dari industri perasuransian syariah mencapai Rp 45,45 triliun, tumbuh sebesar 8,32% (yoy). Nilai tersebut mencakup pertubuhan positif dari perusahaan asuransi jiwa syariah, asuransi umum syariah, dan reasuransi syariah. Selain aset, pertumbuhan juga diikuti total investasi dan kontribusi bruto asuransi syariah.

Kemudian, perusahaan modal ventura syariah juga tercatat melonjak 114,09% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,73 triliun. Catatan positif itu diikuti penurunan biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) sebesar 6,3% dari tahun sebelumnya. Capaian positif turut dicatatkan aset perusahaan pembiayaan infrastruktur syariah turut naik sebesar 93,22% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,44 triliun.

Begitu juga pertumbuhan positif sebesar 17,26% (yoy) yang dicatatkan aset perusahaan dana pensiun syariah menjadi Rp 3,97 triliun. Hal itu dipengaruhi penambahan entitas baru hasil konversi dari Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) konvensional, menjadi DPPK syariah. Serta penambahan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang melanjutkan paket investasi syariah.

Selanjutnya, aset perusahaan penjaminan syariah pun tumbuh 61,70% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,22 triliun. Adapun perusahaan pergadaian syariah secara nominal tumbuh cukup signifikan sebesar 44,58% (yoy), atau menjadi Rp 11,25 triliun. Pertubuhan juga ditorehkan lembaga keuangan mikro syariah sebesar 44,96% (yoy) menjadi Rp 403 miliar.

Adapun penurunan aset dicatatkan oleh perusahaan pembiayaan syariah sebesar 9,75% (yoy) menjadi RP 20,01 triliun. Penurunan itu dipengaruhi piutang pembiayaan yang mengalami kontraksi sebesar 17,15% (yoy) di 2019.

"Seiring dengan terus menurunnya jumlah entitas perusahaan pembiayaan syariah dalam empat tahun terakhir, terbatasnya pendanaan, dan kurang berkembangnya variasi produk perusahaan pembiayaan syariah," lanjut laporan tersebut.

Penurunan aset juga ditorehkan aset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) syariah yang terkontraksi sebesar 8,71% (yoy) menjadi Rp 13,38 triliun. Sedangkan aset perusahaan pembiayaan sekunder perumahan syariah turut menurun 12,43% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,67 triliun.

Dengan total aset sebesar Rp 105 triliun, IKNB syariah memiliki pangsa pasar sebesar 4,15%. Adapun total aset IKNB mencapai Rp 2.542,72 triliun.

Selain mengalami kenaikan aset, IKNB syariah juga mengalami kenaikan jumlah entitas pelaku usaha secara keseluruhan.

Di akhir tahun 2019 tercatat jumlah entitas IKNB Syariah sebanyak 197 institusi, yang terdiri dari 105 perusahaan yang beroperasi dengan prinsip syariah secara penuh (full fledged) dan 92 unit usaha syariah. Penambahan jumlah entitas terbanyak pada industri LKM Syariah dari yang awalnya berjumlah 59 lembaga di tahun 2018 menjadi 75 lembaga di tahun 2019.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN