Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia di Surabaya, Rabu (6/11).

Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia di Surabaya, Rabu (6/11).

PERLU TAMBAHAN STIMULUS USAHA

BI: Indikator Positif Makroekonomi Tak Cukup untuk Yakinkan Pelaku Usaha

Nasori, Kamis, 7 November 2019 | 08:51 WIB

SURABAYA, investor.id – Bank Indonesia (BI) berpendapat, dalam kondisi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, paparan angka ataupun indikator makroekonomi yang positif tidak lagi cukup untuk meyakinkan dan memberikan gambaran optimisme bagi pelaku usaha. Saat perlambatan ekonomi sudah semakin nyata, yang diperlukan adalah pendekatan yang lebih aktif dan persuasif serta stimulus usaha untuk menjaga ketahanan serta confidence level pelaku usaha.

"Ini khususnya (diperlukan) bagi kalangan pelaku industri di Pulau Jawa agar mampu memenuhi performa yang diharapkan," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam sambutannya saat membuka Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Indonesia yang mengambil tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Indonesia” di Surabaya, Rabu (6/11) malam.

Selain itu, ia melanjutkan, upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, melalui pengembangan sektor–sektor potensial yang dapat mendukung penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru, perlu terus digalakkan. Salah satunya adalah melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Dody, pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa tren pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kini tidak hanya menjadi konsumsi negara–negara dengan mayoritas penduduk muslim. Ia mencontohkan Thailand yang memiliki visi sebagai pemasok makanan halal dunia dan Tiongkok yang merupakan pengekspor busana muslim terbesar dunia

"(Juga) Australia dan Brazil yang menjadi pemasok 10 daging halal terbesar dunia, dan Inggris yang sudah lama dikenal sebagai pusat keuangan syariah dunia," papar Dody yang memberikan sambutan mewakili Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Meski tidak cukup untuk meyakinkan para pelaku usaha, menurut dia, data pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaru tetap perlu disyukuri. Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2019 tumbuh 5,02% (yoy), atau relatif sama dengan capaian triwulan sebelumnya yang sebesar 5,05% (yoy).

Pencapaian ini, kata dia, didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan Kinerja sektor eksternal yang menguat, di tengah permintaan dan harga komoditas global yang masih menghadapi tekanan.

"Ini menunjukkan jika momentum pertumbuhan didalam negeri ternyata bisa tetap terjaga dan cukup kuat di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang makin melambat," pungkas Dody.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA