Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Achmad Yurianto.

Achmad Yurianto.

BPJS Kesehatan akan Kerja Lebih Keras

Selasa, 23 Februari 2021 | 09:44 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id) ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id –   Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto menegaskan, pihaknya akan bekerja lebih keras untuk menghadapi tantangan ke depan.

“Tugas berat harus segera kami jalankan karena BPJS Kesehatan adalah bagian dari upaya pemerintah membangun sistem kesehatan dan kesehatan secara nasional. Tentunya kami harus bekerja lebih keras lagi karena tantangan ke depan tidak semakin ringan, tetapi semakin kompleks,” ujar dia  setelah resmi dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/2).

Direksi BPJS Kesehatan
Direksi BPJS Kesehatan

Tantangan yang semakin kompleks, menurut Yuri, bukan saja terkait dengan pandemic Covid-19 yang sedang dihadapi, tetapi juga permasalahan kesehatan secara mendasar.

“Untuk itu, kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat dan kami terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik, dan saran agar pekerjaan ke depan lebih baik,” tutur mantan Juru Bicara Pemerintah Bidang Penanganan Covid-19 tersebut.

Tak Rugikan Pekerja

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati meminta dana pekerja di BPJS Ketenagakerjaan tersimpan dengan baik dan jangan sampai ada tindakan yang merugikan hak para pekerja terkait dana tersebut.

“Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang baru wajib menjaga dana para pekerja yang diberikan ke BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BPJS Kesehatan, dan Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BP Jamsostek,
Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BPJS Kesehatan, dan Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direksi BP Jamsostek,

Kurniasih mengingatkan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan per Desember 2020 mencapai 50,72 juta pekerja. Sedangkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari pekerja migran Indonesia pada 2017-2020 mencapai 747 ribu peserta.

Dari jumlah itu, menurut dia, peserta BPJS Ketenagakerjaan dari pekerja migran Indonesia yang aktif pada 2020 sebanyak 389 ribu orang.

“Ada lebih dari 50 juta pekerja yang dananya dititipkan di BPJS Ketenagakerjaan. Para pekerjalah yang saat ini paling cemas atas nasib dana investasi BPJS Ketenagakerjaan,” tandas dia.

Direksi BP Jamsostek
Direksi BP Jamsostek

Untuk itu, kata Kurniasih, tindak lanjut penyidikan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai dugaan kasus investasi BPJS Ketenagakerjaan yang sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung perlu segera diumumkan secara terbuka dan apa adanya.

Kurniasih Mufidayati menjelaskan, ada sekitar 29,12 juta pekerja yang terdampak pandemi, dengan rincian 24,03 juta orang mengalami pengurangan jam kerja akibat Covid-19, 2,56 juta orang kehilangan pekerjaan atau menganggur, 1,77 juta orang tidak bekerja sementara, dan 760 ribu orang masuk dalam bukan angkatan kerja sebagai dampak pandemi.

“Banyak pula pekerja migran Indonesia yang harus kembali pulang ke Tanah Air. Jangan sampai menambah beban masalah, korbannya adalah para pekerja,” tegas dia. (ant)

Baca juga

https://investor.id/finance/bp-jamsostek-dan-bpjs-kesehatan-tingkatkan-layanan-dan-tata-kelola

https://investor.id/finance/bpjs-kesehatan-akan-terapkan-inovasi-teknologi

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN