Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Cegah Korupsi, IFG Gelar Pelatihan untuk Direksi dan Karyawan

Jumat, 19 Februari 2021 | 09:36 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - BUMN holding perasuransian dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) menggelar pendidikan anti korupsi bagi seluruh karyawannya. Kegiatan yang dilakukan secara online ini melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah mengatakan, pendidikan tersebut merupakan inisiatif dalam rangka meningkatkan integritas di lingkungan IFG karena juga beririsan dengan core value di BUMN yaitu AKHLAK. Sebuah akronim dari  Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. ”Dalam hal ini yang paling beririsan adalah Amanah.

Diharapkan dari materi yang disampaikan bisa tertanam pemahaman dan kesadaran (awareness) pentingnya menjauhkan diri dari celah korupsi. “Apalagi pendidikan ini juga diikuti oleh semua insan di IFG yang sebagian besar dari mereka adalah para generasi muda, calon pimpinan di masa mendatang,” kata Rizal.

Rizal berharap kegiatan ini juga menjadi langkah awal bagi IFG dan KPK untuk terus bersinergi di masa mendatang. Sebab Perseroan juga memiliki Corporate University yang salah satunya menekankan pendidikan tentang bagaimana menghindari perilaku koruptif.

“Semoga ke depan kita bisa terus bersinergi. Bukan hanya kerja sama kurikulum saja tetapi juga staf pengajar,” ujarnya.

Rizal menekankan dan mengajak semua insan IFG beserta seluruh anak usaha di bawahnya untuk benar-benar menghindari perilaku dan segala celah korupsi. Sebab dengan begitu maka akan terhindari dari risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko finansial.

Sementara (Plt) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana pada paparan materinya mengatakan gratifikasi merupakan salah satu celah paling berbahaya selain suap dan pemerasan. Sebab gratifikasi seringkali menjadi pintu masuk yang tidak disadari potensi negatifnya di kemudian hari.

”Kunci utama mencegah gratifikasi adalah dengan integritas. Integritas bisa terwujud dengan cara taat dan patuh kepada nilai-nilai dan etika yang sudah disusun dalam organisasi,” Wawan mengungkapkan.

Integritas seseorang diibaratkan Wawan seperti keimanan. Bergerak fluktuatif. Terkadang naik dan terkadang turun.

”Maka sebaiknya integritas bukan hanya pada diri individu organisasi saja tetapi juga perlu membangun integritas organisasinya itu sendiri. Integritas organisasi ini akan menciptakan lingkungan positif sehingga bisa tetap menjaga integritas diri yang sedang turun supaya tidak terlalu merosot,” ulasnya.

Selain itu, Wawan juga mengingatkan pentingnya memahami tentang konflik kepentingan. Sebab hal tersebut juga bisa menjadi celah terjadinya perilaku koruptif.

Adapun Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Arief Rahman Hakim yang juga menjadi pembicara di acara yang digelar pada 17 Februari 2021 itu menekankan bahwa integritas memang poin utama tegaknya perilaku anti korupsi. ”Integritas adalah meleburnya diri kita ke dalam nilai-nilai baik itu yang sudah diatur agama maupun nilai dan etika perusahaan. Jadi itu melekat dalam diri kita,” tegasnya.

Pendidikan online IFG bersama KPK ini ditujukan untuk membentuk mindset dan perilaku karyawan baik di level holding maupun anggota holding agar senantiasa mencerminkan perilaku antikorupsi dalam kegiatan sehari-hari. Dalam kegiatan pekerjaan maupun di luar jam kerja.

Kegiatan edukasi antikorupsi bersama KPK ini diikuti oleh seluruh jajaran direksi IFG holding dan seluruh direksi anggota holding terdiri atas; PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tata Utama dan PT Bahana Kapital Investa.

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN