Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Tunai.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Uang Tunai. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Rosa

Cukup untuk 6 Bulan, BI Siapkan Uang Tunai Rp 450 Triliun

Nida Sahara, Kamis, 26 Maret 2020 | 14:30 WIB

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mengaku telah bekerja sama lebih dari dua pekan dengan industri perbankan dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyediakan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

BI telah menyiapkan uang tunai untuk mencukupi kebutuhan masyarakat lebih dari 6 bulan ke depan sebesar Rp 450 triliun yang akan diedarkan melalui ATM  kerja sama dengan perbankan.

"Kami terima kasih pada perbankan dan asosiasi, kami juga sudah ganti uang di ATM dengan uang baru, mengkarantina uang yang disetor perbankan. Kami siapkan uang tunai lebih dari cukup untuk lebih dari 6 bulan sebesar Rp 450 triliun, kami punya stok cukup dan kerja sama erat dengan perbankan," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo melalui teleconference di Jakarta, Kamis (26/3).

Perry menyebut, sejak awal Maret 2020 ketika ditetapkan sebagai masa darurat akibat Virus Korona hingga 29 Mei 2020, bank sentral telah melakukan karantina uang tunai yang disetorkan dari perbankan ke Bank Indonesia selama 14 hari, dan mengganti dengan uang cetakan baru untuk mengurangi penyebaran Covid-19 melalui uang tunai.

Setidaknya, terdapat 46 bank yang diajak bekerja sama untuk mendistribusikan uang tunai di ATM baik di pusat maupun di daerah-daerah.

Perbankan Nasional
Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perry juga mengungkapkan, telah mengikuti seruan pemerintah pusat dan daerah dengan mengurangi jam operasional bank untuk mencegah wabah Covid-19. Namun, BI juga tetap berkomitmen untuk memastikan semua transaksi keuangan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Oleh karena itu, kami kerja sama dengan perbankan dan asosiasi untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di ATM sudah dilakukan front loading. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai likuiditas pada saat ini, kami juga minta masyarakat menggunakan uang nontunai," tutur Perry.

Meskipun bank sentral telah menyiapkan uang tunai yang cukup hingga 6 bulan ke depan, Perry tetap mengimbau kepada masyarakat untuk bertransaksi menggunakan nontunai. Hal tersebut dapat meminimalisir penyebaran Virus Korona melalui uang tunai.

"Masyarakat, mari kita gunakan nontunai, karena lebih murah, cepat, efisien. Gunakan mobile banking, internet banking, dan juga gunakan QR kita QRIS yang sudah kami kampanyekan, sehingga tidak perlu keluar rumah," tegas Perry.

Selain meminimalisir dampak penyebaran Virus Korona melalui uang tunai, bertransaksi non tunai juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa harus keluar rumah.

"Industri juga mendukung dengan perpanjang masa berlaku MDR (merchant discount rate) dari Mei sampai dengan Desember. Selain itu kami juga sudah menurunkan biaya transfer kliring, transaksi nontunai jauh lebih mudah dan murah," papar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN