Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director LPEI Dikdik Yustandi (kiri), Direktur Pelaksana LPEI Djoko Retnadi (kedua dari kiri), Ketua Dewan dan Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly (kedua dari kanan), dan Managing Director LPEI Raharjo Adisusanto melakukan media visit ke redaksi Berita Satu Media Holding, Kamis (11/7/2019). (Investor Daily/Nida Sahara)

Managing Director LPEI Dikdik Yustandi (kiri), Direktur Pelaksana LPEI Djoko Retnadi (kedua dari kiri), Ketua Dewan dan Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly (kedua dari kanan), dan Managing Director LPEI Raharjo Adisusanto melakukan media visit ke redaksi Berita Satu Media Holding, Kamis (11/7/2019). (Investor Daily/Nida Sahara)

Fokus Konsolidasi, LPEI Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp 111 Triliun

Nida Sahara, Kamis, 11 Juli 2019 | 18:28 WIB

JAKARTA, investor.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank tahun ini memasang target pembiayaan sebesar Rp 111 triliun. Target tersebut naik tipis 1,83% dibandingkan pembiayaan tahun lalu yang sebesar Rp 109 triliun.

Ketua Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly mengatakan, tahun ini pihaknya memang tidak memasang target agresif untuk pembiayaan. Pasalnya, kondisi ekonomi belum pulih, dan pihaknya sedang melakukan konsolidasi di internal Indonesia Eximbank.

"Tahun ini targetnya Rp 111 triliun, jadi bertambah Rp 2 triliun dari tahun lalu, karena tahun ini terlihat menantang. Kami juga melakukan konsolidasi pada tahun ini," jelas Sinthya di Gedung Berita Satu Plaza, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sepanjang tahun 2018 Indonesia Eximbank telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 109 triliun, yang disalurkan ke korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Jika dirinci, porsi pembiayaan yang disalurkan ke korporasi sebesar 85% dan 15% ke UKM.

"Sektornya macam-macam. Ada manufaktur, mining, smelter, perkebunan, perikanan. Paling banyak itu untuk perkebunan ya di kelapa sawit, mulai dari refinancing, CPO (crude palm oil), dan turunannya," papar Sinthya.

Di samping itu, pembiayaan diberikan ke sektor perikanan, tekstil, dan industri kayu. Porsi ke sektor perikanan masih kecil. Selain menyalurkan pembiayaan langsung ke korporasi, Indonesia Eximbank membiayai plasma. Dalam penyaluran pembiayaan, jelas Sinthya, pihaknya tidak memandang perusahaan dari BUMN atau swasta. Pihaknya juga akan meningkatkan pembiayaan UKM berorientasi ekspor.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA