Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peter Tandean selaku CEO sekaligus pendiri GIC-Trade saat penyerahan hadiah bagi para pemenang Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Peter Tandean selaku CEO sekaligus pendiri GIC-Trade saat penyerahan hadiah bagi para pemenang Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Gugah Kesadaran Investasi Masyarakat, GIC Trade Gelar Trading Competition Live 2019

Oleh Mashud Toarik, Jumat, 5 Juli 2019 | 07:56 WIB

Jakarta, investor.id - Perusahaan investasi derivatif, Global Investa Capital (GIC) Trade menggelar Trading Competition Live 2019. Kegiatan itu merupakan upaya membangun gairah dan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi.

"Trading Competition Live akan membangun awareness masyarakat dalam berinvestasi. Bagaimana agar masyarakat lebih melek terhadap investasi di Indonesia," ujar Peter Tandean CEO sekaligus pendiri GIC-Trade saat penyerahan hadiah bagi para pemenang Trading Competition Live 2019 Babak Pertama di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Peter menjelaskan, Trading Competition Live 2019 ini sudah dimulai sejak 15 Mei 2019. Kompetisi dibagi dalam enam babak, tediri atas lima babak umum, ditambah satu babak final yang akan mempertemukan para pemenang dari lima babak sebelumnya.

Hingga saat ini, lanjut Peter, kompetisi babak pertama telah selesai dan kini babak kedua masih berlangsung, dimana tiap-tiap babak memiliki waktu pertandingan sekitar 50 hari.

"Bermodal 500 GICT, masyarakat dapat ikut berlomba dan berkesempatan meraih hadiah-hadiah yang totalnya mencapai 500,000 GICT, setara sekitar Rp7 miliar," jelas Peter.

Dengan pengalaman mengikuti Trading Competition Live 2019 ini, kata Peter, masyarakat akan menyadari bahwa berinvestasi itu sebuah keharusan untuk meningkatkan nilai lindung terhadap aset dari inflasi, bahkan investasi akan melipat gandakan uang sehingga kebebasan secara finansial dapat segera terwujud.

"Kontribusi masyarakat pada sektor perekonomian negara juga menjadi nyata. Dengan memiliki kebebasan finansial, otomatis di masa tuanya, masyarakat dapat menikmati pensiun dari segala aktifitas rutin pekerjaannya," lanjut Peter.

Lebih jauh Peter mengatakan, Trading Competition Live 2019 juga membangun keyakinan para investor agar menanamkan modalnya di dalam negeri, melalui perusahaan derivatif yang berani berinovasi secara revolusioner, kompetitif, serta punya legalitas.

Terkait legalitas, Peter menuturkan bahwa GIC Trade sejak awal sudah berkerjasama dengan PT. Trijaya Pratama Futures. Kerjasama ini terjalin untuk memenuhi segala prasyarat supaya GIC Trade bisa beroperasl sesuai ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan oleh lembaga pemerintahan yang bertugas meyelenggarakan dan mengawasi sistem perdagangan berjangka.

"Nasabah-nasabah yang akan bergabung menggunakan platform GIC Trade, sudah pasti akan di veriflkasi datanya oleh pihak Compliance dari PT. Trijaya Pratama Futures," jelas Peter.

Setelah proses verifikasi dari pihak Compliance PT. Trijaya Pratama Futures selesai, maka para trader dapat langsung ikut berpartisipasi penuh pada Trading Competition Live 2019 -GIC Trade, secara kompetitif memperebutkan hadiah yang sudah disediakan.

Pada kesempatan sama, Juara I Trading Competition Live 2019 babak pertama, Rudy Setyo Eko Putro menyampaikan bahwa GIC-Trade telah memberi kesempatan berinvestasi sekaligus menjadi trader, bukan hanya bagi investor lama namun juga bagi para pemula.

Sebagai catatan, GIC-Trade menggunakan teknologi blockchain yang mampu meminimalisir berbagai kecurangan yang dapat terjadi dalam investasi secara online. GIC-Trade juga mengklaim menyediakan transparansi dan bebas biaya kepada para penggunanya.

GIC-Trade sendiri melakukan transaksi secara back to back dan tercatat di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) yang semuanya di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN