Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

Salah satu pedagang UMKM. Foto ilustrasi: ukmindonesia.id

Holding Ultramikro Ciptakan Knowledge Transfer

Senin, 7 Juni 2021 | 16:45 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pembentukan holding BUMN untuk sektor ultramikro dinilai akan menciptakan knowledge transfer (transfer teknologi) yang dapat memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) mengingat segmen ultramikro sarat pendampingan.

Hal itu disampaikan Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch. Amin Nurdin. Dia menyampaikan transfer pengetahuan diproyeksikan menjadi salah satu kunci penting untuk kesuksesan proses penyelarasan misi holding ultramikro ke depan.

"Saya rasa mentransfer pengetahuan ini yang akan menjadi tahap utama dan yang paling penting dalam tahap awal operasional holding," ujar Amin melalui keterangan tertulis Senin (7/6).

Pemerintah akan mengintegrasikan tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM ke dalam holding ultramikro. Integrasi ekosistem ultramikro dari tiga entitas saat ini terus dipersiapkan dan ditargetkan terbentuk dalam tahun ini.

Dia menjelaskan BRI memiliki kemampuan pembiayaan dan aplikasi digitalisasi yang kuat dalam menggarap segmen mikro. Di sisi lain, segmen ultra mikro memiliki karakteristik yang sangat berbeda yang saat ini digarap oleh Pegadaian dan PNM.

"Berbagi dan transfer pengetahuan ini lah yang akan membuat semua lembaga jasa keuangan tersebut belajar kelebihan masing-masing," imbuh dia.

Selanjutnya, Amin berpendapat upaya mentransfer pengetahuan tersebut dapat lebih optimal lagi dengan adanya standarisasi sumber daya manusia (SDM). Terlebih, BRI saat ini sudah memiliki berbagai macam saluran pengembangan dan standarisasi SDM yang kedepannya bisa diaplikasikan pada Pegadaian dan PNM.

"Dan ini akan membuat karier SDM di holding ultramikro ini menjadi lebih jelas dan berkualitas," sebut Amin.

Kemandirian Usaha

Di sisi lain, sinergi ekosistem ultramikro dipandang akan sangat efektif untuk mendorong masyarakat untuk membuka usaha demi kemandirian dan keberlangsungan ekonomi nasional.

Ekonom Senior Indef Aviliani mengatakan, saat ini minat masyarakat untuk membangun usaha sendiri semakin besar. Hanya saja, ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan yang tersedia saat ini masih belum terintegrasi secara baik.

Menurut Aviliani, negara harus mampu menyediakan wadah jasa keuangan yang andal agar mampu merawat dan menumbuhkembangkan usaha masyarakat kelas bawah. "Holding ultramikro ini akan mampu menjadi entry point seseorang yang menjadi wirausaha sehingga harus dirawat dan didukung," ujar Aviliani.

Dia mengatakan, model bisnis di ekosistem ultramikro tak sekadar pembiayaan tetapi juga pemberdayaan. BRI, Pegadaian, dan PNM mampu berbagi tugas lebih baik dalam merawat kinerja pelaku ultramikro.

PNM akan tetap fokus melaksanakan tugas pemberdayaan, sedangkan BRI akan mampu mendukung pembiayaannya dengan cost of fund yang sudah sangat rendah. Sementara itu, Pegadaian akan mampu mendukung pelaku ultramikro pada saat kebutuhan pengembangan usaha mulai meningkat.

"Ketika proses ini berjalan lancar, maka Indonesia akan mampu mencetak wirausahawan baru dalam jumlah besar," kata dia.

Hal ini, lanjut Aviliani, akan mampu merubah pola pikir masyarakat yang saat ini masih sangat tergantung pada penyerapan tenaga kerja pelaku usaha besar. "Pola pikir masyarakat pun akan berubah dari mencari pekerjaan menjadi penyedia lapangan kerja. Ini sangat relevan di tengah lonjakan pengangguran akibat pandemi," kata Aviliani.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN