Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Ini Tips Investasi OJK

Rabu, 16 September 2020 | 20:21 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Literasi keuangan telah menjadi essential life skill yang mesti dimiliki setiap orang, termasuk milenial. Dengan begitu, barulah seseorang bisa mencapai kemerdekaan secara finansial (financial freedom).

Demikian dikemukakan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara saat menjadi keynote speaker dalam diskusi Literasi Keuangan Goes to Campus bertajuk “Merencanakan Financial Freedom untuk Milenial” di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Diskusi yang juga didukung BeritaSatu TV dan Majalah Investor itu menghadirkan pula pembicara Direktur Pemasaran BRI Life Anik Hidayati, Pj Dekan FEB Universitas Indonesia Beta Yulianita Gitaharie, Executive Vice President Wealth Management Division BRI Tina Meilina, serta Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB Universitas Indonesia Budi Frensidy.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

News Director BSMH Primus Dorimulu memandu acara Literasi Keuangan Goes to Campuss, dengan narasumber : ( Ki-ka atas), Executive VIce President Wealth Management Division PT BRI Tbk Tina Meilina, Direktur Pemasaran PT BRI Life, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara. ( ki-ka bawah) : Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr Beta Yulianita Gitaharie, dan Dosen dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Dr Budi Frensidy.
News Director BSMH Primus Dorimulu memandu acara Literasi Keuangan Goes to Campuss, dengan narasumber : ( Ki-ka atas), Executive VIce President Wealth Management Division PT BRI Tbk Tina Meilina, Direktur Pemasaran PT BRI Life, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara. ( ki-ka bawah) : Pejabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr Beta Yulianita Gitaharie, dan Dosen dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Prof Dr Budi Frensidy.

Untuk itu ada sejumlah tips mencapai kemerdekaan secara keuangan versi OJK. Ini di antaranya adalah lebih dulu memahami kondisi keuangan pribadi dengan mengecek kesehatan keuangan.

“Langkah yang perlu ditempuh seperti mengukur kewajiban seperti utang atau cicilan, dengan membandingkan likuiditas yang dimiliki. Di samping itu, pastikan aset atau investasi likuid telah dimiliki untuk mengantisipasi risiko di masa mendatang,” paparnya.

Kemudian, lanjut Tirta, menentukan tujuan keuangan lewat proses perencanaan. Karena perencanaan yang baik, akan membuka peluang sukseslebih besar.

“Jika Anda gagal dalam membuat rencana, maka Anda berencana untuk gagal. Ini mengutip perkataan tokoh revolusioner Amerika Benjamin Franklin,” ucap Tirta.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara

Selanjutnya, menabung dan mencapai sumber pendapatan pasif lain dengan berinvestasi. Ini diikuti dengan melunasi utang atau kewajiban.

“Usahakan tidak berutang dan jangan pernah berutang kepada rentenir karena akan berbuntut penyesalan. Terakhir, persiapkanlah dana darurat, hal itu salah satunya juga bisa dilakukan dengan ber asuransi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Tirta juga mengatakan, tidak semua investasi yang ada di pasaran itu legal dan tentu saja tidak selalu memberikan keun tungan besar. Satgas Waspada Investasi dalam laporannya per 3 Juli 2020 telah menutup 792 investasi ilegal, sebanyak 2.588 entitas fintech P2P lending ilegal, serta 93 gadai ilegal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN