Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengurus Dekopin melakukan pertemuan dengan Federasi Koperasi Pertanian (NACF) Korea Selatan di Seoul, Selasa (28/1/2020).

Pengurus Dekopin melakukan pertemuan dengan Federasi Koperasi Pertanian (NACF) Korea Selatan di Seoul, Selasa (28/1/2020).

Jajaki Peluang Kerja Sama, Pengurus Dekopin Kunjungi Koperasi Pertanian Modern Korsel

Rabu, 29 Januari 2020 | 10:40 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Seoul, investor.id – Sebanyak 30 Pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang dipimpin Ketua Umum Nurdin Halid mengadakan pertemuan dengan Federasi Koperasi Pertanian NACF Korea Selatan atau NAFC.

Pertemuan ini merupakan upaya menjajaki kerja sama di bidang perbankan, asuransi, dan peralatan pertanian modern antara Dekopin dengan koperasi pertanian modern Korea Selatan. Acara berlangsung di kantor pusat National Agriculture Cooperative Federation (NACF) di Seoul, Korea Selatan, Selasa (28/1).

Delegasi Dekopin yang hadir pada pertemuan tersebut termasuk empat wakil Ketua Umum dan 21 Dekopin Wilayah (Dekopinwil) dari seluruh Indonesia. Sementara pihak NAFC terdiri dari Wakil Presiden, Heo Sik dan jajaran petinggi NACF.

Nurdin Halid mengatakan, Korea Selatan dipilih karena memiliki tradisi pertanian yang kuat. Mayoritas petani atau lebih dari 2,4 juta petani di sana berhimpun dalam 1.165 Koperasi Pertanian yang menyatu dalam Federasi Koperasi Pertanian Korea (NACF).

“Reputasi NACF (National Agriculture Cooperative Federation) sudah mendunia. Sepakterjangnya tidak hanya dikenal di kalangan orang koperasi saja. Branding NACF pun diakui oleh para pebisnis dan perusahaan besar dunia. Betapa tidak, raksasa koperasi pertanian Korea ini merupakan pemilik Bank Nong Hyup (NH Bank), Bank Terbesar di Korea Selatan. Produk-produk pertanian mereka berkualitas dunia dan merambah pasar global seperti Hansamin, Red Ginseng, Nonghyup Insam, dan Nangwoo Bio,”paparnya sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Dekopin pada, Rabu (29/1/2020).

Lebih jauh dikatakan, mencatatkan total perputaran bisnisnya yang mencapai US$ 38,8 miliar, atau setara dengan Rp 450 triliun, telah menempatkan NACF sebagai 10 Koperasi terbesar dunia. Tak heran volume sebesar itu dibukukan karena NACF saat ini memiliki 35 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari perbankan, produksi pertanian hingga sarana pertanian, termasuk pupuk.

“Saya memang sengaja mengajak pengurus Dekopin yang baru mengunjungi koperasi pertanian modern dengan reputasi dunia di Korsel ini. Kami ingin belajar banyak di sini karena mayoritas Pengurus Dekopin adalah orang-orang gerakan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya belajar, kami juga sepakat untuk menjalin kerja sama di beberapa bidang seperti keuangan, asuransi, dan peralatan pertanian modern,” ujar Nurdin

Sementara Direktur Luar Negeri Dekopin, Ilham Nasa yang juga ikut dalam rombongan mengatakan pertemuan ini langsung dimanfaatkan oleh Pengurus Dekopin melakukan pembicaraan serius tentang peluang kerjasama koperasi Indonesia dan Korea.

Bank Pertanian

Ilham Nasai menambahkan, Indonesia di mata NACF merupakan partner yang potensial. Sejak tahun 1996, NACF telah berusaha menjalin kerjasama bisnis dengan mitra dari Indonesia. Saat ini, ada dua perusahaan NACF di Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan, dan satunya lagi di bidang investasi keuangan dan sekuritas.

Perusahaan ini mencari dan memproduksi komoditas yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan pasar anggotanya di Korea. “Misalnya saja, tapioka dan limbah kelapa sawit,” tambah Ilham.

Atas dasar fakta itulah, Nurdin Halid optimis bahwa kerjasama Dekopin dan NACF akan terjalin dengan baik dan lancar. Sebab, kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama dalam memajukan sektor pertanian berbasis koperasi. Pemerintah Indonesia sendiri, kata Nurdin Halid, berkomitmen untuk memajukan sektor pertanian menuju swasembada pangan.

“Ada beberapa poin penting yang dicapai dalam pertemuan tadi. Ada potensi kerjasama yang konkrit antara Dekopin dan NACF,” tutur Nurdin Halid yang saat ini menduduki posisi sebagai salah satu Anggota Komite Eksekutif ICA (International Cooperative Alliance) Asia Pasifik.

Semntara Vice President NACF Heo Sik mengapresiasi komitmen Nurdin Halid memajukan koperasi Indonesia. Ia pun berjanji untuk meningkatkan kerjasama yang konkrit dengan Dekopin di masa datang.

"Sewaktu Presiden NACF berkunjung ke Dekopin tiga tahun lalu di Jakarta, beliau terkesan dengan potensi besar koperasi di Indonesia. Meskipun NACF akan memiliki Presiden baru akhir Januari ini, saya yakin kerja sama dengan Dekopin di Indonesia tetap bisa dilanjutkan. Apalagi kita sesama anggota dari ICA (International Cooperative Alliance), tentu harus mewujudkan kerjasama antar koperasi,” papar Heo Sik.

Adapun Nurdin mengatakan Dekopin akan fokus dan serius melakukan pembicaraan lebih lanjut serta segera melakukan MoU dengan NACF dalam waktu dekat.


 


 


 


 


 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN