Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tonggam L Tobing. Foto: IST

Tonggam L Tobing. Foto: IST

Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong Rp88,8 Triliun

Jumat, 6 September 2019 | 07:14 WIB

MEDAN, investor.id- Kerugian masyarakat akibat investasi bodong di dalam negeri dalam 10 tahuan terakhir mencapai sekitar Rp88,8 triliun.

“Masih banyak masyarakat yang terjerat investasi bodong sehingga perlu peningkatan kewaspadaan warga dan termasuk masih perlunya sosialisasi,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tonggam L Tobing di Medan, Kamis (5/9/2019).

Dia mengatakan kerugian itu bisa lebih besar karena diyakini ada yang tertipu, tetapi tidak mengadu.

“PNS bahkan banyak juga terjerat. Pada umumnya yang terjerat investasi bodong yang mau cepat kaya,” katanya.

Menurut dia, masyarakat yang tertipu tergiur dengan bunga atau keuntungan yang besar padahal tidak masuk akal. Oleh karena itu masyarakat diminta mempelajari dan memahami dengan benar sebelum memutuskan investasi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional S Yusuf Anshori mengatakan, sosialisasi Waspada Investasi masih terus dilakukan di tengah kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam berinvestasi semakin meningkat.

“Peningkatan tingkat kesadaran dan kemampuan investasi tersebut masih belum diimbangi dengan tingkat literasi di bidang keuangan serta kemampuan teknologi sehingga perlu sosialisasi,” ujarnya.

Yusuf Anshori mengatakan sosialisasi Waspada Investasi illegal dilakukan untuk melindungi masyarakat. “Masih banyak masyarakat yang rentan dengan penipuan inveestasi bodong,” katanya.

Dia menyebutkan perusahaan investasi bodong biasanya bukan hanya menawarkan jasa atau produk keuangan atau jenis investasi yang menjanjikan keuntungan besar.

Tetapi menggunakan figur yang cukup dikenal masyarakat untuk menarik perhatian dan kepercayaan.

“Masih maraknya penawaran investasi bodong harus diwaspadai masyarakat dan sosialisasi diharapkan bisa menambah kehati-hatian untuk berinvestasi di perusahaan yang benar,” ujarnya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA