Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor OJK/David Gita Rosa

Kantor OJK/David Gita Rosa

Kredit Melawan Rentenir Lindungi UMKM dari Hisapan Lintah Darat

Jumat, 9 Oktober 2020 | 22:57 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga jasa keuangan formal memberikan kredit atau pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih terjerat hisapan lintah darat melalui program kredit/pembiayaan melawan rentenir. Program tersebut untuk meningkatkan akses keuangan dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah kepada pelaku UMKM.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Kristrianti Puji Rahayu mengatakan, di daerah nyatanya masih banyak ditemui pelaku usaha kecil yang belum mendapatkan akses keuangan formal. Sulitnya akses dan mahal menjadi alasan para pelaku UMKM di daerah tidak mendapatkan pinjaman.

Untuk itu, program kredit melawan rentenir menjawab peran dan upaya OJK dalam meningkatkan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah, khususnya daerah terpencil yang belum terlayani oleh lembaga keuangan formal menjadi penting. Terlebih lagi di tengah masa pandemi Covid-19 ini, para pelaku UMKM yang paling terdampak akan kesulitan mendapatkan akses pembiayaan untuk membangkitkan kembali usahanya.

"Dan juga mereka mungkin masih terjebak dalam kredit yang ditawarkan rentenir atau lintah darat, karena bagi mereka yang penting solusinya gampang, cepat. Ini tantangan kita bagaimana memasukkan segmen itu ke dalam lembaga jasa keuangan formal, melalui kredit atau pembiayaan melawan rentenir," ucap Puji dalam webinar, Jumat (9/10).

Melalui program tersebut, OJK bersama dengan pemerintah daerah (Pemda) mendukung untuk memajukan dan mengembangkan pelaku UMKM di daerah. Dengan begitu, adanya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) membantu akses UMKM yang terjebak oleh lintah darat.

Dalam kredit atau pembiayaan melawan rentenir, pinjaman yang diberikan harus bertujuan untuk modal kerja dan investasi. TPAKD akan memberikan serta memfasilitasi asistensi teknis yang dibutuhkan debitur. Plafon yang diberikan maksimal Rp 50 juta dengan jangka waktu maksimal 36 bulan, suku bunga mulai 0% tergantung pada skema dan Pemda setempat, adapun proses pencairan memakan waktu 3 hari kerja untuk skema cepat.

"Di TPAKD sudah ada yang menerapkan kredit skema murah, ini kita identifikasi dan berikan generic model. Ada kredit cepat, kredit murah, serta kredit murah dan cepat," ungkap Puji.

OJK juga sudah memberikan pemetaan, dan terdapat beberapa daerah yang juga sudah memberikan kredit baik secara konvensional maupun pembiayaan syariah.

Untuk program TPAKD berbasis syariah, sudah dilaksanakan di Kota Tasikmalaya yang mengimplementasikan pembiayaan melawan rentenir melalui BPRS Al Madinah, dengan suku bunga 18% tanpa provisi dan administrasi, plafon pinjaman maksimal Rp 5 juta. Hingga Juni terdapat 73 debitur yang sudah mendapatkan pembiayaan sebesar Rp 244 juta.

Kemudian, TPAKD Provinsi NTB, dengan lembaga keuangan yang mengimplementasikan adalah BPD NTB Syariah. Debitur diberikan margin 0% dengan akad qard, tanpa provisi plafon Rp 1 juta, sampai September 2020 sebanyak 413 debitur sudah diberikan pinjaman senilai Rp 413 juta.

Wimboh Santoso. Foto: IST
Wimboh Santoso. Foto: IST

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso juga sebelumnya mengatakan, pelaku UMKM di daerah harus dibantu keluar dari keratan para rentenir yang mencekik. Hal ini juga karena kurangnya literasi keuangan khususnya di daerah terpencil.

Kehadiran para lintah darat yang berkedok juru penyelamat justru membuat keresahan bagi masyarakat yang merasa terjerumus penawaran dana segar dengan proses cepat dan mudah. OJK pun terus meningkatkan literasi dan edukasi untuk menyelamatkan masyarakat kecil.

"Selain terus mengembangkan Bank Wakaf Mikro, kami terus berinovasi untuk melayani masyarakat di berbagai daerah guna mendapat akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan murah melalui program kerja sama dengan pemerintah daerah dalam forum TPAKD melalui skema kredit melawan rentenir," jelas Wimboh.

Hingga 22 September lalu, kredit melawan rentenir sudah diimplementasikan oleh 19 TPAKD dengan pinjaman yang diberikan mencapai Rp 585,7 miliar kepada 47,8 ribu debitur UMKM. Hal tersebut tentunya membantu para pelaku usaha untuk bisa lepas dari jeratan lintah darat, yang pastinya memberikan suku bunga tak masuk akal.

"Mulai dari Kabupaten Wonogiri, Kota Surakarta, Provinsi Sumut, NTT, Kabupaten Tabalong Kalsel, Malang, Lombok Timur dan lainnya dengan nilai penyaluran Rp 585,7 miliar mencakup 47,8 ribu debitur," terang Wimboh.

TPAKD dapat bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan monitoring secara berkesinambungan terhadap implementasi kredit melawan rentenir. Dengan demikian, kredit yang bermasalah dapat ditekan seminimal mungkin. OJK terus mendorong perluasan akses keuangan dan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Supaya bisa menekan tingkat kemiskinan dan mempersempit jurang ketimpangan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN