Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Lapkeu LPS Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

Rabu, 7 April 2021 | 16:31 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan Tahun 2020 (LHP LK LPS 2020). Dengan begitu, predikat opini WTP diraih LPS untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, capaian tersebut bisa menjadi penyemangat bagi LPS sebagai salah satu instansi pemerintah, untuk terus meningkatkan kinerja lembaga, terutama dalam hal pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

"LPS sebagai entitas yang diaudit oleh BPK telah memperoleh opini atas laporan keuangan yang disajikan secara wajar dalam semua hal yang material selama 7 tahun terakhir secara berturut-turut. Prestasi ini, disamping membanggakan bagi kami, juga menjadi motivasi bagi LPS untuk terus meningkatkan kinerja lembaga sehingga opini Laporan Keuangan dapat terus dipertahankan," ungkap Purbaya dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa

Dia menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang LPS Nomor 24 Tahun 2004, LPS mempunyai fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan.

Fungsi dan tugas LPS saat ini menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Hal tersebut ditandai dengan diperkuatnya peran LPS dari semula paybox plus di awal pendirian LPS, menjadi loss minimizer dan kemudian menjadi risk minimizer melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

"Dalam menjalankan fungsi dan tugas LPS tersebut, kami selalu berkoordinasi dengan BPK sebagai Lembaga Tinggi Negara yang memiliki kewenangan sesuai Undang-Undang BPK Nomor 15 Tahun 2006 untuk melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh instansi pemerintah termasuk LPS," jelas Purbaya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada BPK, dan berharap sinergi yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan, sehingga dapat terus mendorong perbaikan kinerja LPS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Anggota II BPK, dan khususnya kepada tim pemeriksa BPK, yang telah memberikan rekomendasi dan saran perbaikan terhadap kebijakan dan operasional LPS. Kami menyikapi masukan dari BPK secara sangat serius, jadi kami tidak mau melihat pekerjaan rumah yang menumpuk, jadi sekali lagi saya minta kepada seluruh lingkup LPS agar bekerja lebih keras," tutup Purbaya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN