Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Irnal Fiscallutfi, Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (tengah) didampingi Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit (kiri) dan Hyun Joon Shin, Asia Credit Reporting Network Chairperson membuka Asia Credit Reporting Forum 2019 Pefindo Credit Bureau di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Irnal Fiscallutfi, Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (tengah) didampingi Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit (kiri) dan Hyun Joon Shin, Asia Credit Reporting Network Chairperson membuka Asia Credit Reporting Forum 2019 Pefindo Credit Bureau di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Laporan Perkreditan Berperan Penting di Era Keuangan Digital

Aris Cahyadi, Kamis, 11 Juli 2019 | 22:04 WIB

JAKARTA.investor.id – Transformasi digital dan revolusi industri 4.0 akan meningkatkan efisiensi dan percepatan proses bisnis. Sebagai bagian tak terpisahkan dari infrastruktur sistem keuangan, sistem pelaporan kredit di beberapa negara saat ini pun mulai memasuki era baru dengan memodernisasi proses dan memperhatikan perkembangan model bisnis terkini, dalam memberikan layanan dan pengambilan kebijakan terkait.

Hal tersebut terungkap pada acara Asia Credit Reporting Forum 2019-Pefindo Credit Bureau yang diselenggarakan oleh Pefindo Biro Kredit di Jakarta, Kamis (11/7). Adapun forum internasional tersebut dihadiri oleh delegasi anggota Asia Credit Reporting Network (ACRN), perwakilan bank sentral, otoritas dan pelaku industri keuangan dari delapan negara Asia.

"Forum ini kami selenggarakan dengan mengundang delegasi dan pembicara dari Asia Credit Reporting Network (ACRN) dan beberapa negara di Asia, untuk saling bertukar informasi terkini mengenai sistem pelaporan data kredit, teknologi, dan regulasi," kata Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Kamis (11/7).

Kata Abimanyu, forum ini juga dimaksudkan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya peran informasi perkreditan dalam mengurangi informasi asimetris, dan pengelolaan risiko kredit terlebih dalam kondisi saat ini di tengah maraknya digitalisasi layanan keuangan dan berlimpahnya data.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ke depan memberi peluang bagi sistem laporan perkreditan untuk lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan industri dan jangkauan penggunanya. "Era ekonomi digital yang disruptif mau tidak mau harus diantisipasi oleh pengelola laporan perkreditan dengan memanfaatkan kemampuan dan kekayaan data yang dimiliki, guna menyediakan berbagai informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dengan kualitas mumpuni," tambah Abimanyu.

Di satu sisi kehadiran beragam data baru dengan frekuensi yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk melengkapi informasi debitur. Di sisi lain dibutuhkan juga kerja sama antarpelaku industri keuangan dan stakeholders lainnya untuk saling berbagi data, sehingga laporan perkreditan yang disajikan dapat benar-benar komprehensif dan akurat, serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemanfaatan data secara optimal saat ini telah menjadi unsur vital yang memberikan manfaat luar biasa bagi kemajuan bisnis melalui efisiensi, dan pemanfaatan potensi guna mempercepat pertumbuhan usaha. "Sebagai salah satu pengelola informasi perkreditan, kami mendorong industri keuangan untuk mamanfaatkan informasi perkreditan secara optimal guna menjaga kualitas kredit pada tingkat yang diinginkan, mengurangi NPL serta mengejar pertumbuhan bisnis," pungkas Abimanyu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN