Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Lebih Dekat dengan Purbaya Yudhi Sadewa, Sang Ketua Dewan Komisioner LPS

Jumat, 13 November 2020 | 21:04 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Di bulan September silam, Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia resmi menyetujui susunan baru Dewan Komisioner dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dalam keputusannya tersebut, Presiden Joko Widodo memilih Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS. Pria yang saat itu berumur 56 tahun tersebut resmi menggantikan Ketua Dewan Komisioner LPS sebelumnya yaitu Halim Alamsyah.

Purbaya Yudhi Sadewa resmi diambil sumpah jabatannya di depan presiden pada tanggal 23 September 2020 silam. Pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/M Tahun 2020 yang membahas tentang pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Komisioner LPS.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengemban jabatan sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Saat itu, ia bertugas dalam melakukan perumusan, koordinasi, penetapan hingga pelaksanaan dan juga pengendalian berbagai kebijakan lembaga terkait dengan beragam isu yang ada di bidang energi serta kedaulatan maritim.

Di tahun 2015, Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat dipercaya oleh Luhut Panjaitan sebagai Deputi Staf Kepresidenan. Saat itu, Luhut memilihnya karena ia aktif dalam membantu Joko Widodo berkampanye lewat sayap relawan pendukung Jokowi yang dipimpin oleh Luhut Panjaitan bernama Tim Bravo Lima.

Purbaya Yudhi Sadewa juga memiliki pengalaman sebagai salah satu komisaris di PT Inalum yang merupakan induk holding BUMN dalam urusan pertambangan. Beberapa PT yang dibawahi seperti PT Freeport Indonesia PT Timah TBK., PT Aneka Tambang Tbk. dan PT Bukit Asam TBK. Tidak sampai disitu saja, Purbaya Yudhi Sadewa juga memiliki beberapa pengalaman di PT Danareksa seperti Kepala Ekonom Danareksa Institute, Direktur PT Danareksa Sekuritas, bahkan Komisaris PT Danareksa Investment Management.

Pria yang lahir di Bogor pada tanggal 7 Juli 1964 ini pernah menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro dan mendapatkan gelar Sarjana. Tidak sampai disitu, sang ketua dewan komisioner LPS ini melanjutkan pendidikannya demi memperoleh gelar doktor di Purdue University yang terletak di Indiana, Amerika Serikat. 

Performa Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bos di Lembaga Penjamin Simpanan sangat baik. Bahkan dalam satu minggu setelah dilantik, ia berhasil mencetak rekor sejarah positif di Lembaga Penjamin Simpanan Bank. Saat itu, ia membuat keputusan untuk menurunkan suku bunga penjaminan sekitar 25 bps yang berlaku untuk simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan juga simpanan rupiah yang ada di BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

Atas keputusannya tersebut, bunga penjaminan LPS untuk simpanan bank umum rupiah menjadi 5 persen dan untuk valas menjadi sekitar 1.25 persen. Sedangkan untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), menjadi 7.50 persen.

Dalam sebuah kesempatan, kebijakannya untuk menurunkan tingkat bunga pinjaman berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu prospek likuiditas dan kondisi yang stabil, suku bunga simpanan perbankan yang saat itu sedang turun serta perkembangan terkait kondisi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Penyesuaian naik turunnya bunga penjaminan tentunya akan terus menyesuaikan seiring dari dinamika ekonomi dan juga stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, keputusan bunga penjaminan yang diputuskan saat itu bisa dibilang sangat rendah sejak berdirinya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Indonesia. Dengan semakin kecilnya LPS rate, akan berdampak ke dorongan penurunan suku bunga pada tingkat perbankan.


 

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN