Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara

Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan Terutama di Kalangan Milenial

Rabu, 16 September 2020 | 20:01 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,Ester Nuky

JAKARTA, investor.id –   Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara menegaskan, literasi keuangan di Tanah Air harus terus ditingkatkan, terlebih pada kalangan milenial sebagai critical economic players.

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum tersendiri bagi OJK dan berbagai pihak untuk terus melakukan edukasi terkait literasi keuangan dan inklusi keuangan. Hal itu penting, karena banyak dari masyarakat, tak terkecuali kalangan milenial, tidak siap menghadapi krisis karena pemahaman akan li terasi keuangannya rendah,” ujarnya saat menjadi keynote speaker dalam diskusi Literasi Keuangan Goes to Campus bertajuk “Merencanakan Financial Freedom untuk Milenial” di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Diskusi yang juga didukung BeritaSatu TV dan Majalah Investor itu menghadirkan pula pembicara Direktur Pemasaran BRI Life Anik Hidayati, Pj Dekan FEB Universitas Indonesia Beta Yulianita Gitaharie, Executive Vice President Wealth Management Division BRI Tina Meilina, serta Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal FEB Universitas Indonesia Budi Frensidy.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Tirta Segara mengatakan, setidaknya ada lima hal yang perlu digarisbawahi mengenai pentingnya literasi keuangan bagi kaum milenial. Pertama, milenial merupakan critical economic players, karena jumlahnya mencapai 30% dari total penduduk Indonesia dan dalam masa usia produktif. Kelompok ini otomatis bisa memengaruhi tren pasar.

“Yang kedua, di sisi lain, kami melihat dampak yang bisa diberikan milenial itu tidak sebanding, dengan tingkat li terasi keuangannya yang masih rendah. Banyak dari mereka membeli produk keuangan dan melakukan investasi, tapi sebetulnya tidak paham dan kelompok milenial ini banyak yang tidak paham konsep (dasar) dari bunga majemuk misalnya. Milenial ini tidak paham kalau investasi lebih cepat 15 tahun sebelumnya, akan mendapat uang empat kali lebih besar saat pensiun nanti, “ kata Tirta.

Hal penting ketiga, lanjut Tirta, generasi milenial rentan secara finansial. Di usianya yang masih muda, mereka hobi bepergian dan cenderung menghabiskan uang, tapi lupa untuk menabung.

“Padahal, kami perlu menekankan, menabung penting dilakukan sejak dini. Seharusnya menabung bukanlah dari uang sisa, tapi menyisihkan uang lebih dulu untuk menabung, kemudian uang sisa dari penyisihan itulah yang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan atau konsumsi,” tandasnya.

Keempat, tutur dia, milenial menekankan pada kesenangan dan prinsip hidup hanya sekali, maka mereka tidak mempersiapkan dana darurat. Para milenial cenderung mengesampingkan risiko yang mung kin terjadi di masa mendatang.

Sedangkan kelima, milenial perlu menggarisbawahi kewaspadaan investasi ilegal terkait literasi keuangan._

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN