Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa

LPS Pangkas Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 4,5%

Selasa, 24 November 2020 | 15:38 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK), Senin (23/11/2020) telah menetapkan penurunan atas kebijakan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah untuk bank umum sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,5%.

Selain itu, LPS juga memangkas 50 bps bunga penjaminan untuk simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sehingga menjadi 7%. Serta, menurunkan 25 bps untuk simpanan dalam valuta asing di bank umum yang menjadi 1%.Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 29 Januari 2021.

"Beberapa hal pokok yang menjadi pertimbangan dari penurunan tingkat bunga kebijakan tersebut antara lain, pertama, arah suku bunga simpanan perbankan yang masih menunjukkan tren penurunan dan potensial berlanjut sejalan adanya penurunan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (7DRRR) pada bulan November 2020," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (24/11).

Pertimbangan kedua yakni, kondisi dan prospek likuiditas perbankan yang relatif stabil ditunjukkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang relatif tinggi di tengah pertumbuhan kredit yang perlu didorong ke sektor riil.

Ketiga, kondisi stabilitas sistem keuangan yang terjaga serta perlunya langkah sinergi bersama dengan otoritas sektor keuangan dan pemerintah untuk turut mendukung percepatan pemulihan perekonomian.

"Mempertimbangkan perkembangan arah suku bunga simpanan, dinamika dan prospek perekonomian, stabilitas sistem keuangan serta prospek likuiditas perbankan, maka LPS akan terus melakukan asesmen atas kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai perkembangan yang ada," imbuh Purbaya.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, bank wajib memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Apabila nasabah penyimpan menerima hasil bunga melebihi tingkat bunga penjaminan yang berlaku tersebut, maka simpanan nasabah tidak memenuhi kriteria penjaminan LPS.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN