Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Primus Dorimulu, News Director Beritasatu Media Holdings memandu diskusi Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

Primus Dorimulu, News Director Beritasatu Media Holdings memandu diskusi Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

LPS Tidak Jamin Individu Nasabah

Jumat, 27 November 2020 | 10:03 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id --  Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono mengungkapkan, tugas LPS adalah menjamin simpanan nasabah maksimal yang dijamin Rp 2 miliar apabila bank mengalami masalah dan dilikuidasi LPS.

“Oleh karena itu, LPS tidak bisa mengimplementasikan penjaminan dana nasabah secara individu jika bank masih beroperasi,” kata Didik dalam acara Zooming with Primus dengan tajuk “Menjaga Dana Nasabah” yang disiarkan di BeritaSatu TV, Kamis (26/11).

Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Acara yang dipandu Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu itu juga menghadirkan pembicara  Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sarjito , dan Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi.

Primus Dorimulu, News Director Beritasatu Media Holdings memandu diskusi Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV
Primus Dorimulu, News Director Beritasatu Media Holdings memandu diskusi Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS tepatnya Pasal 10 dijabarkan bahwa LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk giro, sertifikat deposito, deposito, tabungan, dan bentuk lain yang dipersamakan.

Terdapat syarat dana nasabah dijamin LPS, yakni bank mengalami masalah dan diserahkan kepada LPS untuk dilikuidasi, maka seluruh dana dijamin LPS asal memenuhi 3T, yakni tercatat dalam pembukuan bank, tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS, dan tidak menyebabkan bank bermasalah seperti melakukan fraud atau menyumbang kredit macet di bank tersebut. Namun, apabila dana nasabah dibobol karena kejahatan dan bank masih beroperasi dengan baik, maka LPS tidak bisa melakukan penjaminan.

“Itu LPS tidak bisa mengimplementasikan, itu tanggung jawab bank,” tutur Didik

Dia juga menjelaskan, apabila bank menawarkan bunga lebih tinggi dari tingkat bunga penjaminan LPS yang saat ini 4,5% untuk bank umum, maka LPS tidak bisa menjamin simpanan nasabah yang ditawarkan bunga lebih tinggi seluruhnya. “Tidak layak bayar seluruhnya. Tapi kita jamin berdasarkan jenis simpanannya, ada giro, tabungan, dan deposito, biasanya hanya deposito yang melebihi bunga penjaminan, itu tidak dibayar. Kalau giro dan tabungan dibayarkan,” urai Didik.

Didik mengatakan, secara rutin LPS melakukan pemantauan terhadap cakupan penjaminan simpanan nasabah perbankan. Sejak 2015 hingga Oktober 2020 rekening yang dijamin LPS sebanyak 99,91% atau 339.913.159 rekening.

Profil nominal simpanan dan jumlah rekening
Profil nominal simpanan dan jumlah rekening

Sedangkan nominal simpanan yang dijamin LPS sebanyak 51,22%, karena sisanya merupakan simpanan di atas Rp 2 miliar yang tidak masuk penjaminan LPS.

“Sejak beroperasi tahun 2005 LPS sudah lakukan resolusi 107 bank, 106 BPR dan 1 bank umum. Kami sudah membayar klaim penjaminan Rp 1,6 triliun dari 245.221 rekening, ini sudah diimplementasikan dari 2005 sampai Oktober 2020,” papar Didik.

Menurut dia, jumlah penjaminan dana sampai Rp 2 miliar sudah mencukupi, karena di Indonesia, tingkat penjaminan simpanan sudah 33,8 kali dari PDB perkapita tahun 2019. Sedangkan negara yang berpendapatan tinggi hanya dijamin 5,32 kali, negara berpendapatan menengah sekitar 6 kali, dan negara berpendapatan rendah 11 kali.

“Berdasarkan best practice internasional itu sudah jauh tinggi untuk Rp 2 miliar,” kata Didik.

Didik Madiyono, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV
Didik Madiyono, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam Zooming with Primus - Melindungi Dana Nasabah Bank, live di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Sumber: BSTV

Didik menuturkan, apabila LPS menjamin nominal simpanan sampai 100%, artinya sudah mencakup full guarantee. Hal tersebut tidak disarankan bahkan di dunia tidak ada yang melakukan penjaminan hingga 100%.

“Itu akan menimbulkan moral hazard dan akan menjebol keuangan negara. Kalau semua dijamin LPS, jadi pengelolaan bank akan jadi seenaknya saja karena semuanya akan dijamin LPS, dalam best practice itu tidak ada menjamin 100%,” tegas Didik. (b1/jn)

Baca juga

https://investor.id/finance/undangundang-pdp-tingkatkan-perlindungan-nasabah

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN