Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ustad Yusuf Mansur saat Soft Launching Proyek Rivia.

Ustad Yusuf Mansur saat Soft Launching Proyek Rivia.

Namanya Dicatut Penggalangan Investasi BRIS, Yusuf Mansur: Ini Penipuan, Laporkan Polisi

Selasa, 12 Januari 2021 | 14:46 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Ustad Yusuf Mansur kembali jadi sorotan, namanya dikaitkan dengan kegiatan penggalangan dana masyarakat untuk diinvestasikan ke saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRI Syariah) kode saham BRIS.

Pihak yang mengatasnamakan ustad kondang tersebut diperkirakan telah menggalang dana hingga Rp 2,5 miliar. Sementara untuk meyakinkan masyarakat yang telah menyetor dana, oknum yang mengaku Yusuf Mansyur ini membuat whatsapp group (WAG) bernama BRI Syariah.

Dalam screenshot percakapan WAG yang beredar di media sosial tampak “Yusuf Mansyur” menjanjikan PHU (Pembagian Hasil Usaha) dengan rincian 100% modal yang disetor ditambah 40% keuntungan. “Pembayaran PHU akan kami lakukan bertahap, sebab OJK membatasi PHU maksimal 20%,” tulis Yusuf Mansyur.

Dalam screenshot lainnya Yusuf Mansyur kembali menjanjikan akan membagikan PHU pada 24 Januari 2020. Untuk meyakinkan anggota WAG tersebut, dia mengaku telah menyerahkan dana sebesar Rp 2,5 miliar melalui orang yang disebut Ustad Taufan.

“Untuk pembayaran PHU kami lakukan bertahap per wilayah. Rp 2,5 miliar di Ustad Taufan untuk wilayah Merauke dan sekitarnya, sementara pembagian (PHU) hari ini dilakukan di wilayah Surabaya,” sebut Yusuf Mansyur di percakapan tadi.

Salah satu anggota WAG tadi menimpali dan berharap pembagian ini benar adanya. “Semoga tidak meleset lagi Ustad,” ujarnya.

Percakapan WAG BRI Syariah yang di screenshot pada akun instagram Yusuf Mansur.
Percakapan WAG BRI Syariah yang di screenshot pada akun instagram Yusuf Mansur.

Sementara dalam screenshot lain, seorang wanita mengaku menjadi korban investasi yang digalang oleh oknum yang mengaku Yusuf Mansyur ke BRI Syariah tersebut. “Awalnya saya menyetor uang Rp 10 juta, saya titip ke Ustadz Sawal, dana lalu dikirim ke rekening atas nama Pak Puasanto. Sebulan setelah itu saya dapat PHU Rp 2 juta, saya pun makin yakin setelah itu saya tambah investasi hingga Rp 135 juta,” ujarnya.

Selain itu, dia mengaku juga mengajak serta suami, kakak ipar dan keluarga dan teman lainnya sehingga dana yang disetor mencapai Rp 1,170 miliar. “Bagi Ustadz uang segitu mungkin kecil tapi bagi kami mencarinya harus dengan keringat dan peluh,” ujar korban tersebut sembari berharap Yusuf Mansyur mengembalikan dana mereka.

Adapun Ustad Yusuf Mansur mengaku tidak tahu menahu dengan penggalangan investasi yang menggunakan namanya. Dalam akun Instagram @yusufmansurnew dia menyebut penggalangan dana untuk investasi pada saham BRI Syariah jelas penipuan, apalagi penyebutan namanya juga keliru. “Mana ada nama saya disebut Mansyur, pakai “Y”, saya Mansur,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, indikasi penipuan sudah sangat jelas sebab menurutnya untuk membeli saham BRIS harus melalui perusahaan efek/sekuritas, tidak bisa melalui transfer rekening ke dia. “Mana ada dana beli lewat saya? Mana ada duit beli saham ditransfer juga ke saya? Atau ya lewat kopindo. Itupun terintegrasi juga ke asset manajemen dan ke Bahana Sekuritas. Inimah asli penipuan,” sambungnya.

Terkait kasus ini, Yusuf Mansur meminta para korban untuk melaporkan kasus ini ke polisi, dirinya siap menjadi saksi. "Mangga dilaporin aja ke polisi. Palingan saya jadi saksi. Wong itu nomor pasti bukan nomor HP saya, dinamainnya aja Yusuf Mansyur, itu juga salah nama. Pasti akan kebuka semua kok oleh polisi,” tandasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN